27.6 C
Denpasar
Saturday, February 4, 2023

Dari Sidang Lanjutan Pembunuhan Yosua

Ini Perintah Ferdy Sambo Usai Habisi Yosua, Terungkap dari AKBP Arif Rahman

AKBP Arif Rahman Arifin mengungkap perintah pertama yang diterimanya dari Ferdy Sambo usai pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Pada Minggu, 10 Juli 2022 dia datang ke rumah Sambo di Jalan Saguling, Jakarta Selatan. Saat tiba, Arif melihat sudah ada beberapa pejabat Propam lainnya. Seperti Hendra Kurniawan, Benny Ali, Chuck Putranto dan beberapa orang lainnya yang tidak ia ingat.

Saat itu, Sambo menyuruhnya untuk menemui penyidik agar pengusutan kasus tidak tersebar kemana-mana. “Pak Ferdy menyuruh saya ke Polres Jaksel, menyampaikan supaya tentang penyidikan kasus Ibu Putri supaya disimpan rapi. Jangan sampai tersebar kemana-mana, karena itu aib keluarga,” kata Arif dalam persidangan terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/11). “Gimana bahasanya?” tanya hakim.

Baca Juga:  Hakim Cek TKP Pembunuhan Yosua di Rumah Dinas Sambo, Masih Ada Garis Polisi

“Tolong sampaikan ke penyidik, supaya folder penyelidikan terkait dengan perkara istri saya itu tidak tersebar kemana-mana, karena itu aib keluarga saya,” jawab Arif.

Diketahui, Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo terancam hukuman berlapis. Dia bersama istrinya Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma’ruf (dituntut terpisah), pada Jumat (8/7), sekira pukul 15.28 -18.00 WIB, di Jalan Saguling Tiga No.29, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dan di Rumah Dinas Kompleks Polri Duren Tiga No.46, Rt 05, Rw 01, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Baca Juga:  Masak, Ditinggal Ke Tetangga, Sayur Gosong, Kompor Meledak Bakar Rumah

“Mengadili, mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, yang turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan terencana terlebih dahulu merampas orang lain,”terang Jaksa Penuntut Umum (JPU), saat membacakan surat dakwaan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10).

Atas perbuatannya melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua, bersama-sama dengan Putri, Richard, Ricky, dan Kuat, Sambo pun terancam hukuman mati. Mantan jenderal bintang dua tersebut dinilai melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, sebagaimana dalam dakwaan kesatu primer. Selain itu, Sambo juga dijerat Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan kesatu subsider. (jpg)

 



AKBP Arif Rahman Arifin mengungkap perintah pertama yang diterimanya dari Ferdy Sambo usai pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Pada Minggu, 10 Juli 2022 dia datang ke rumah Sambo di Jalan Saguling, Jakarta Selatan. Saat tiba, Arif melihat sudah ada beberapa pejabat Propam lainnya. Seperti Hendra Kurniawan, Benny Ali, Chuck Putranto dan beberapa orang lainnya yang tidak ia ingat.

Saat itu, Sambo menyuruhnya untuk menemui penyidik agar pengusutan kasus tidak tersebar kemana-mana. “Pak Ferdy menyuruh saya ke Polres Jaksel, menyampaikan supaya tentang penyidikan kasus Ibu Putri supaya disimpan rapi. Jangan sampai tersebar kemana-mana, karena itu aib keluarga,” kata Arif dalam persidangan terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/11). “Gimana bahasanya?” tanya hakim.

Baca Juga:  Jadi Saksi, Kamaruddin Sebut Mendiang Yosua Dibunuh karena Tahu Bisnis Gelap Petinggi Polri

“Tolong sampaikan ke penyidik, supaya folder penyelidikan terkait dengan perkara istri saya itu tidak tersebar kemana-mana, karena itu aib keluarga saya,” jawab Arif.

Diketahui, Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo terancam hukuman berlapis. Dia bersama istrinya Putri Candrawathi, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma’ruf (dituntut terpisah), pada Jumat (8/7), sekira pukul 15.28 -18.00 WIB, di Jalan Saguling Tiga No.29, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan dan di Rumah Dinas Kompleks Polri Duren Tiga No.46, Rt 05, Rw 01, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Baca Juga:  Naik Motor Masuk Indonesia Tanpa Paspor, WN Tiongkok Diganjar 8 Bulan

“Mengadili, mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, yang turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan terencana terlebih dahulu merampas orang lain,”terang Jaksa Penuntut Umum (JPU), saat membacakan surat dakwaan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10).

Atas perbuatannya melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua, bersama-sama dengan Putri, Richard, Ricky, dan Kuat, Sambo pun terancam hukuman mati. Mantan jenderal bintang dua tersebut dinilai melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, sebagaimana dalam dakwaan kesatu primer. Selain itu, Sambo juga dijerat Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan kesatu subsider. (jpg)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru