alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Miris, Gegara Tak Dibelikan HP, Anak Panti Asuhan Tewas Gantung Diri

SINGARAJA– Warga dan penghuni Panti Asuhan Dana Punia di Kelurahan Banyuning, Buleleng, Minggu sore (27/12) sekitar pukul 16.30 WITA dibuat gempar.

Geger warga ini menyusul dengan kematian tak wajar salah seorang anak asuh di panti asuhan  Dana Punia berisial EA, 14 di sebuah bangunan kosong dekat panti.

Diduga EA tewas setelah nekat gantung diri.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, senin (28/12), jenazah korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang rekannya sesama anak asuh di panti asuhan.

Saat itu saksi hendak membuang sampah, tak jauh dari tempat kejadian. Saat itu saksi mendapati korban dalam kondisi tergantung. Saksi pun memanggil rekan-rekannya dan pengurus yayasan.

Saat ditemukan, korban ditemukan hanya mengenakan celana pendek, tanpa mengenakan baju.

Atas peristiwa itu, pengurus yayasan langsung menghubungi polisi untuk melakukan proses evakuasi serta penyelidikan.

Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Made Santika mengatakan, dari hasil olah TKP polisi menemukan 4 lembar surat yang diduga kuat ditulis oleh korban.

Dalam surat wasiat itu, korban menuliskan alasan hingga memilih gantung diri. Yakni tidak diberikan ponsel oleh orang tuanya.

Sementara itu, atas kasus ulahpati, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika mengaku akan menerjunkan tim ke Panti Asuhan Dana Punia. Hal itu dilakukan untuk memastikan motif bunuh diri yang dilakukan korban.

“Karena ada informasi kalau bunuh diri ini terkait masalah ponsel. Apakah itu untuk kebutuhan pembelajaran daring, atau untuk keperluan di luar itu. Kami harus pastikan itu dulu. Karena setahu kami, untuk pembelajaran daring Yayasan Dana Punia itu tidak kesulitan dengan sarana prasarana,” tukas Astika.



SINGARAJA– Warga dan penghuni Panti Asuhan Dana Punia di Kelurahan Banyuning, Buleleng, Minggu sore (27/12) sekitar pukul 16.30 WITA dibuat gempar.

Geger warga ini menyusul dengan kematian tak wajar salah seorang anak asuh di panti asuhan  Dana Punia berisial EA, 14 di sebuah bangunan kosong dekat panti.

Diduga EA tewas setelah nekat gantung diri.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, senin (28/12), jenazah korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang rekannya sesama anak asuh di panti asuhan.

Saat itu saksi hendak membuang sampah, tak jauh dari tempat kejadian. Saat itu saksi mendapati korban dalam kondisi tergantung. Saksi pun memanggil rekan-rekannya dan pengurus yayasan.

Saat ditemukan, korban ditemukan hanya mengenakan celana pendek, tanpa mengenakan baju.

Atas peristiwa itu, pengurus yayasan langsung menghubungi polisi untuk melakukan proses evakuasi serta penyelidikan.

Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Made Santika mengatakan, dari hasil olah TKP polisi menemukan 4 lembar surat yang diduga kuat ditulis oleh korban.

Dalam surat wasiat itu, korban menuliskan alasan hingga memilih gantung diri. Yakni tidak diberikan ponsel oleh orang tuanya.

Sementara itu, atas kasus ulahpati, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika mengaku akan menerjunkan tim ke Panti Asuhan Dana Punia. Hal itu dilakukan untuk memastikan motif bunuh diri yang dilakukan korban.

“Karena ada informasi kalau bunuh diri ini terkait masalah ponsel. Apakah itu untuk kebutuhan pembelajaran daring, atau untuk keperluan di luar itu. Kami harus pastikan itu dulu. Karena setahu kami, untuk pembelajaran daring Yayasan Dana Punia itu tidak kesulitan dengan sarana prasarana,” tukas Astika.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/