alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Polisi Tangkap Dua WNA Pelaku Perampokan dan Penyekapan di Villa Kuta

DENPASAR-Dua dari empat Warga Negara Asing (WNA) pelaku perampokan di sebuah vila di Kuta ditangkap jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar.

 

Kedua WNA itu, yakni masing-masing Nicola Disanto, 34 asal Italia dan Gregory Lee Simpson, 36 asal Inggris.

 

Mereka ditangkap karena merampok seorang trader asal Italia.

 

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, aksi perampokan itu terjadi di salah satu vila di Jalan Nakula, Gang Baik-Baik, Seminyak, Kuta, Badung, Bali.

 

“Kedua pelaku ini masuk ke rumah korban. Mereka menyekap korban dan mengancam menggunakan pisau,” terang Kombes Jansen di Mapolresta Denpasar, Selasa (28/12/2021).

 

Lebih lanjut, imbuh Kombes Jansen, saat beraksi, kedua pelaku ini tak hanya merampok uang dan barang elektronik.

 

Melainkan, kedua pelaku ini juga merampok bitcoin yang dimiliki korban.

 

Hal itu terungkap dari keterangan istri korban kepada polisi. Saat dimintai keterangan, istri korban menerangkan, jika aksi perampokan disertai penyekapan itu terjadi sekitar pukul 02.30 dini hari.

 

“Saksi terbangun dari tidurnya karena mendengar ada suara seperti ledakan keras. Dia lalu keluar dari kamarnya dan mendapati suaminya sudah disekap di kamar oleh para pelaku,”ungkap Kombes Jansen.

Baca Juga:  Merinding, Bilang Mau Pulang, Pegawai Salon Ditemukan Tewas di Kos

 

Selain itu, dari keterangan istri korban, saat beraksi, para pelaku menggunakan pakaian serba hitam, menggunakan sarung tangan, serta menggunakan zebo (penutup kepala).

 

“Saksi kemudian ditodong menggunakan pisau. Selanjutnya dibawa masuk ke dalam satu kamar dengan suaminya. Dia lalu diikat tangan dan kaki serta mulut dan mata dilakban,” beber Jansen. 

 

Singkat cerita, usai menyekap korban, salah satu pelaku kemudian salah satu pelaku mengambil enam buah HP milik korban lalu di taruh di atas tempat tidur. Kemudian pelaku juga

mengambil satu buah HP yang berisi acount Bitcoin milik korban.

 

Selanjutnya, usai memberitahu password handphone, para pelaku kemudian membawa empat laptop, enam HO, kamera, hardishk, empat BPKB dan STNK motor, enam BPKB mobil, uang tunai Rp. 200 juta, uang tunai 10 ribu Euro dan 3.000 mata uang real dari dalam brankas. 

 

Jika ditotal, dari penuturan saksi korban dan istri korban, akibat perampokan dan penyekapan ini, korban diperkirakan mengalami kerugian materi hingga Rp 5,8 miliar.

Baca Juga:  UPDATE! Versi Pengacara, Istri Ismaya Cabut Laporan

 

Setelahnya, para pelaku pergi begitu saja meninggalkan kedua korban.

 

Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban dan istrinya langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

 

Berdasarkan laporan itu, Kepolisian Polsek Kuta diback up Polresta Denpasar melakukan penyelidikan. Dari hasil rekaman CCTV di lokasi kejadian, terlihat ada empat orang pelaku yang melakukan aksi perampokan tersebut. 

 

Dari penyelidikan itu, pada tanggal 18 Desember 2021 alamat salah satu pelaku, Nicola Disanto diketahui di sebuah apartement di jalan Mahendradatta, Denpasar.

 

Namun saat polisi bergerak ke lokasi itu, dia tidak ditemukan. Beberapa saat kemudian, diketahui bahwa pelaku sedang berjalan kaki dari Pantai Legian menuju Jalan Kerobokan Selatan. Dia langsung ditangkap di lokasi tersebut. 

 

Selanjutnya polisi bergerak melakukan pencarian pelaku lainnya. Sehingga pelaku kedua, Gregory Lee Simpson ditangkap ditempat tinggal pacarnya di Jalan Setiabudi, Kuta Badung. Kedua pelaku lalu diamankan dan diinterogasi.

 

- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR-Dua dari empat Warga Negara Asing (WNA) pelaku perampokan di sebuah vila di Kuta ditangkap jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar.

 

Kedua WNA itu, yakni masing-masing Nicola Disanto, 34 asal Italia dan Gregory Lee Simpson, 36 asal Inggris.


 

Mereka ditangkap karena merampok seorang trader asal Italia.

 

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, aksi perampokan itu terjadi di salah satu vila di Jalan Nakula, Gang Baik-Baik, Seminyak, Kuta, Badung, Bali.

 

“Kedua pelaku ini masuk ke rumah korban. Mereka menyekap korban dan mengancam menggunakan pisau,” terang Kombes Jansen di Mapolresta Denpasar, Selasa (28/12/2021).

 

Lebih lanjut, imbuh Kombes Jansen, saat beraksi, kedua pelaku ini tak hanya merampok uang dan barang elektronik.

 

Melainkan, kedua pelaku ini juga merampok bitcoin yang dimiliki korban.

 

Hal itu terungkap dari keterangan istri korban kepada polisi. Saat dimintai keterangan, istri korban menerangkan, jika aksi perampokan disertai penyekapan itu terjadi sekitar pukul 02.30 dini hari.

 

“Saksi terbangun dari tidurnya karena mendengar ada suara seperti ledakan keras. Dia lalu keluar dari kamarnya dan mendapati suaminya sudah disekap di kamar oleh para pelaku,”ungkap Kombes Jansen.

Baca Juga:  Cuma di Badung, Lebih Semenit, Drive Thru Tilang Bonus Minuman

 

Selain itu, dari keterangan istri korban, saat beraksi, para pelaku menggunakan pakaian serba hitam, menggunakan sarung tangan, serta menggunakan zebo (penutup kepala).

 

“Saksi kemudian ditodong menggunakan pisau. Selanjutnya dibawa masuk ke dalam satu kamar dengan suaminya. Dia lalu diikat tangan dan kaki serta mulut dan mata dilakban,” beber Jansen. 

 

Singkat cerita, usai menyekap korban, salah satu pelaku kemudian salah satu pelaku mengambil enam buah HP milik korban lalu di taruh di atas tempat tidur. Kemudian pelaku juga

mengambil satu buah HP yang berisi acount Bitcoin milik korban.

 

Selanjutnya, usai memberitahu password handphone, para pelaku kemudian membawa empat laptop, enam HO, kamera, hardishk, empat BPKB dan STNK motor, enam BPKB mobil, uang tunai Rp. 200 juta, uang tunai 10 ribu Euro dan 3.000 mata uang real dari dalam brankas. 

 

Jika ditotal, dari penuturan saksi korban dan istri korban, akibat perampokan dan penyekapan ini, korban diperkirakan mengalami kerugian materi hingga Rp 5,8 miliar.

Baca Juga:  Alamak!! Tertangkap Kasus Narkoba, Bendesa Adat Tonja Berdalih Beginiā€¦

 

Setelahnya, para pelaku pergi begitu saja meninggalkan kedua korban.

 

Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban dan istrinya langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

 

Berdasarkan laporan itu, Kepolisian Polsek Kuta diback up Polresta Denpasar melakukan penyelidikan. Dari hasil rekaman CCTV di lokasi kejadian, terlihat ada empat orang pelaku yang melakukan aksi perampokan tersebut. 

 

Dari penyelidikan itu, pada tanggal 18 Desember 2021 alamat salah satu pelaku, Nicola Disanto diketahui di sebuah apartement di jalan Mahendradatta, Denpasar.

 

Namun saat polisi bergerak ke lokasi itu, dia tidak ditemukan. Beberapa saat kemudian, diketahui bahwa pelaku sedang berjalan kaki dari Pantai Legian menuju Jalan Kerobokan Selatan. Dia langsung ditangkap di lokasi tersebut. 

 

Selanjutnya polisi bergerak melakukan pencarian pelaku lainnya. Sehingga pelaku kedua, Gregory Lee Simpson ditangkap ditempat tinggal pacarnya di Jalan Setiabudi, Kuta Badung. Kedua pelaku lalu diamankan dan diinterogasi.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/