alexametrics
25.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Selain Disekap, Dipukuli & Mulut Dilakban, Istri juga Diancam Dibunuh

DUA dari empat pelaku perampokan dan penyekapan di sebuah vila di Jalan Nakula, Gang Baik-Baik, Seminyak, Kuta, Badung akhirnya ditangkap jajaran Satreskrim Polresta Denpasar.

 

Nicola Disanto, 34 asal Italia dan Gregory Lee Simpson, 36 asal Inggris.

 

Mereka ditangkap karena merampok seorang trader asal Italia. Usai ditangkap, fakta mengejutkan pun terungkap. Seperti apa?

 

MARCELL PAMPURS, Denpasar

 

AKSI Nicola Disanto, 34 asal Italia dan Gregory Lee Simpson, 36 asal Inggris dua dari empat WNA pelaku perampokan dan penyekapan di sebuah vila di kawasan Seminyak, Kuta, Badung benar-benar sadis.

 

Pasalnya, kedua pelaku bukan hanya menggasak seluruh barang berharga milik korban yang nilainya ditaksir mencapai Rp 5,8 miliar.

 

Namun, saat beraksi dari keterangan istri korban, mereka juga tak segan melukai korban dan bahkan mengancam akan menghabisi nyawa istri korban bila tak menuruti kemauannya.

 

Seperti diungkap Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Selasa (28/12/2021) di Mapolresta Denpasar.

 

Menurut perwira menengah dengan melati tiga di pundak ini, saat menjalankan aksinya pelaku bukan hanya menyekap korban dan melakban mulut korban di salah satu kamar vila.

Baca Juga:  SAKTI? Dua Kabupaten Satu Kota Diobok-obok, Jero Jangol Tak Tersentuh

 

Tetapi, imbuh Kombes Jansen, dari keterangan istri korban, pelaku juga memukuli korban secara bertubi-tubi dan bergantian hingga jatuh.

 

 “Di dalam kamar (vila) itu, dari keterangan istri korban, korban dipukuli secara bergantian oleh para pelaku hingga korban terjatuh,”ungkap Kombes Jansen.

 

Selanjutnya usai korban terjatuh, salah satu pelaku kemudian salah satu pelaku mengambil enam buah HP milik korban lalu di taruh di atas tempat tidur. Kemudian pelaku juga

mengambil satu buah HP yang berisi acount Bitcoin milik korban.

 

“Pelaku lalu menanyakan pasword HP tersebut sambil mengancam jika tida diberitahu maka mereka akan membunuh istri korban. Setelah korban memberitahu pasword hp,

 

Selanjutnya, usai memberitahu password handphone, para pelaku kemudian membawa empat laptop, enam HO, kamera, hardishk, empat BPKB dan STNK motor, enam BPKB mobil, uang tunai Rp. 200 juta, uang tunai 10 ribu Euro dan 3.000 mata uang real dari dalam brankas. 

Baca Juga:  Polisi Obok-obok Cafe dan Rumah Kos

 

Jika ditotal, dari penuturan saksi korban dan istri korban, akibat perampokan dan penyekapan ini, korban diperkirakan mengalami kerugian materi hingga Rp 5,8 miliar.

 

Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban dan istrinya langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

 

Berdasarkan laporan itu, Kepolisian Polsek Kuta diback up Polresta Denpasar melakukan penyelidikan. Dari hasil rekaman CCTV di lokasi kejadian, terlihat ada empat orang pelaku yang melakukan aksi perampokan tersebut. 

 

Dari penyelidikan itu, pada tanggal 18 Desember 2021 alamat salah satu pelaku, Nicola Disanto diketahui di sebuah apartement di jalan Mahendradatta, Denpasar.

 

Namun saat polisi bergerak ke lokasi itu, dia tidak ditemukan. Beberapa saat kemudian, diketahui bahwa pelaku sedang berjalan kaki dari Pantai Legian menuju Jalan Kerobokan Selatan. Dia langsung ditangkap di lokasi tersebut. 

 

Selanjutnya polisi bergerak melakukan pencarian pelaku lainnya. Sehingga pelaku kedua, Gregory Lee Simpson ditangkap di tempat tinggal pacarnya di Jalan Setiabudi, Kuta, Badung. Kedua pelaku lalu diamankan dan diinterogasi.


DUA dari empat pelaku perampokan dan penyekapan di sebuah vila di Jalan Nakula, Gang Baik-Baik, Seminyak, Kuta, Badung akhirnya ditangkap jajaran Satreskrim Polresta Denpasar.

 

Nicola Disanto, 34 asal Italia dan Gregory Lee Simpson, 36 asal Inggris.

 

Mereka ditangkap karena merampok seorang trader asal Italia. Usai ditangkap, fakta mengejutkan pun terungkap. Seperti apa?

 

MARCELL PAMPURS, Denpasar

 

AKSI Nicola Disanto, 34 asal Italia dan Gregory Lee Simpson, 36 asal Inggris dua dari empat WNA pelaku perampokan dan penyekapan di sebuah vila di kawasan Seminyak, Kuta, Badung benar-benar sadis.

 

Pasalnya, kedua pelaku bukan hanya menggasak seluruh barang berharga milik korban yang nilainya ditaksir mencapai Rp 5,8 miliar.

 

Namun, saat beraksi dari keterangan istri korban, mereka juga tak segan melukai korban dan bahkan mengancam akan menghabisi nyawa istri korban bila tak menuruti kemauannya.

 

Seperti diungkap Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Selasa (28/12/2021) di Mapolresta Denpasar.

 

Menurut perwira menengah dengan melati tiga di pundak ini, saat menjalankan aksinya pelaku bukan hanya menyekap korban dan melakban mulut korban di salah satu kamar vila.

Baca Juga:  Pelaku Misterius, Kapolresta Sebut Teror Molotov Tak Terkait Politik

 

Tetapi, imbuh Kombes Jansen, dari keterangan istri korban, pelaku juga memukuli korban secara bertubi-tubi dan bergantian hingga jatuh.

 

 “Di dalam kamar (vila) itu, dari keterangan istri korban, korban dipukuli secara bergantian oleh para pelaku hingga korban terjatuh,”ungkap Kombes Jansen.

 

Selanjutnya usai korban terjatuh, salah satu pelaku kemudian salah satu pelaku mengambil enam buah HP milik korban lalu di taruh di atas tempat tidur. Kemudian pelaku juga

mengambil satu buah HP yang berisi acount Bitcoin milik korban.

 

“Pelaku lalu menanyakan pasword HP tersebut sambil mengancam jika tida diberitahu maka mereka akan membunuh istri korban. Setelah korban memberitahu pasword hp,

 

Selanjutnya, usai memberitahu password handphone, para pelaku kemudian membawa empat laptop, enam HO, kamera, hardishk, empat BPKB dan STNK motor, enam BPKB mobil, uang tunai Rp. 200 juta, uang tunai 10 ribu Euro dan 3.000 mata uang real dari dalam brankas. 

Baca Juga:  Pecalang Polisikan JRX, Gendo Ungkap Banyak Laporan Pelapor Janggal

 

Jika ditotal, dari penuturan saksi korban dan istri korban, akibat perampokan dan penyekapan ini, korban diperkirakan mengalami kerugian materi hingga Rp 5,8 miliar.

 

Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban dan istrinya langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

 

Berdasarkan laporan itu, Kepolisian Polsek Kuta diback up Polresta Denpasar melakukan penyelidikan. Dari hasil rekaman CCTV di lokasi kejadian, terlihat ada empat orang pelaku yang melakukan aksi perampokan tersebut. 

 

Dari penyelidikan itu, pada tanggal 18 Desember 2021 alamat salah satu pelaku, Nicola Disanto diketahui di sebuah apartement di jalan Mahendradatta, Denpasar.

 

Namun saat polisi bergerak ke lokasi itu, dia tidak ditemukan. Beberapa saat kemudian, diketahui bahwa pelaku sedang berjalan kaki dari Pantai Legian menuju Jalan Kerobokan Selatan. Dia langsung ditangkap di lokasi tersebut. 

 

Selanjutnya polisi bergerak melakukan pencarian pelaku lainnya. Sehingga pelaku kedua, Gregory Lee Simpson ditangkap di tempat tinggal pacarnya di Jalan Setiabudi, Kuta, Badung. Kedua pelaku lalu diamankan dan diinterogasi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/