alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Ponakan Tak Tahu Bibinya Tewas Dibunuh, Warung Tutup Dikira ke Pasar

MENINGGALNYA Ni Ketut Mintaning alias Bu Minten yang diduga tewas dirampok dan dibunuh bukan hanya membuat warga geger.

Namun kematian korban yang sangat tragis juga menyisakan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Salah satunya adalah Kadek Ayu Yudiani, 30. Ayu yang tak lain keponakan korban ini mengaku sangat terpukul dengan meninggalnya sang bibi. Seperti apa?

 

EKA PRASETYA, Singaraja

DIMATA Ayu, sebelum ditemukan tewas di warungnya di di Jalan Pulau Natuna, Lingkungan Penarukan Desa, Kelurahan Penarukan, Buleleng, Senin (29/3), sosok Bu Minten_sapaan Korban Ni Ketut Mintaning dikenal sangat baik semasa hidupnya.

Bahkan meski statusnya hanya sebagai ponakan, namun hubungan dirinya dengan mendiang Bu Minten sudah seperti ibu dan anak.

Baca Juga:  Diganjar 2 Tahun, Trio Pembobol ATM Asal Turki Pasrah

Terbukti, hubungan dekat antara saksi dan korban itu seperti saat mendiang sakit. Saat sakit, Ayu selalu yang menjaga dan membuatkan minum mendiang.

“Tapi ini sudah dua hari saya nggak ketemu. Biasanya kalau sakit, saya yang buatkan teh,”akunya.

Maklum, kedekatan Ayu dengan Bu Minten bukan karena mendiang dikenal baik. Namun juga karena mendiang tak ada suami atau belum menikah meski usianya sudah 66 tahun.

Sementara disinggung soal kematian korban, Kadek Ayu Yudiani, mengatakan bahwa dirinya sempat menelpon korban terlebih dulu.

Namun saat dihubungi, ponsel korban dalam kondisi tidak aktif. “Karena handphone beliau tidak aktif, saya berusaha masuk, ternyata pintu pagar terkunci. Sehingga saya terpaksa melompat pagar,”akunya.

Baca Juga:  OMG! Buronan Interpol Asal Amerika Produksi Puluhan Film Porno di Bali

Saat masuk ke dalam warung, Ayu Yudiani ditemani oleh Saksi Gede Mas Budiasa, 24, putra dari saksi Luh Janten yang tak lain tetangga korban.

“Saat pertama ketemu sudah terlentang begitu. Sehari-hari bibi saya ini memang tinggal sendiri. Saya lihat dari kemarin (Minggu, Red) memang tutup. Saya kira pas lewat itu tutup karena pergi ke pasar. Baru tadi lihat ternyata ada kejadian begini,” tutur dengan sedih.

Kini atas kepergian korban, ia berharap agar pelaku segera tertangkap dan mendiang mendapat tempat terbaik.


MENINGGALNYA Ni Ketut Mintaning alias Bu Minten yang diduga tewas dirampok dan dibunuh bukan hanya membuat warga geger.

Namun kematian korban yang sangat tragis juga menyisakan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Salah satunya adalah Kadek Ayu Yudiani, 30. Ayu yang tak lain keponakan korban ini mengaku sangat terpukul dengan meninggalnya sang bibi. Seperti apa?

 

EKA PRASETYA, Singaraja

DIMATA Ayu, sebelum ditemukan tewas di warungnya di di Jalan Pulau Natuna, Lingkungan Penarukan Desa, Kelurahan Penarukan, Buleleng, Senin (29/3), sosok Bu Minten_sapaan Korban Ni Ketut Mintaning dikenal sangat baik semasa hidupnya.

Bahkan meski statusnya hanya sebagai ponakan, namun hubungan dirinya dengan mendiang Bu Minten sudah seperti ibu dan anak.

Baca Juga:  Kapolresta Klaim Tak Ada Penganiayaan Oknum Polisi atas Cewek Grahadi

Terbukti, hubungan dekat antara saksi dan korban itu seperti saat mendiang sakit. Saat sakit, Ayu selalu yang menjaga dan membuatkan minum mendiang.

“Tapi ini sudah dua hari saya nggak ketemu. Biasanya kalau sakit, saya yang buatkan teh,”akunya.

Maklum, kedekatan Ayu dengan Bu Minten bukan karena mendiang dikenal baik. Namun juga karena mendiang tak ada suami atau belum menikah meski usianya sudah 66 tahun.

Sementara disinggung soal kematian korban, Kadek Ayu Yudiani, mengatakan bahwa dirinya sempat menelpon korban terlebih dulu.

Namun saat dihubungi, ponsel korban dalam kondisi tidak aktif. “Karena handphone beliau tidak aktif, saya berusaha masuk, ternyata pintu pagar terkunci. Sehingga saya terpaksa melompat pagar,”akunya.

Baca Juga:  Sebelum Gerayangi di Kebun, NS Sempatkan Suguhkan Kopi Untuk Pelaku

Saat masuk ke dalam warung, Ayu Yudiani ditemani oleh Saksi Gede Mas Budiasa, 24, putra dari saksi Luh Janten yang tak lain tetangga korban.

“Saat pertama ketemu sudah terlentang begitu. Sehari-hari bibi saya ini memang tinggal sendiri. Saya lihat dari kemarin (Minggu, Red) memang tutup. Saya kira pas lewat itu tutup karena pergi ke pasar. Baru tadi lihat ternyata ada kejadian begini,” tutur dengan sedih.

Kini atas kepergian korban, ia berharap agar pelaku segera tertangkap dan mendiang mendapat tempat terbaik.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/