alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Ngenes! Depresi Berat, Pedagang Siomay Coba Bunuh Diri di Mushola

RadarBali.com – Upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan Samsuri, 33 di mushola dekat rumah kontarakannya berhasil digagalkan warga sekitar.

Pria yang tinggal di Jalan Sempati, Tuban, Kuta mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan menusuk pusar bagian perutnya dengan sebilah pisau dapur.

Pria bujang yang bekerja sebagai pedagang siomay keliling ini diduga depresi berat karena masalah keluarga.

Samsuri datang ke IGD RS Sanglah dibawa dengan menggunakan mobil ambulans RSU Kasih Ibu Kamis (28/9) kemarin malam sekitar pukul 19.30.

Korban diantar oleh tetangganya ke rumah sakit, Ida, 40. Saat diturunkan dari mobil ambulans, luka yang berada  bagian perut Samsuri terus mengeluarkan darah.

Baca Juga:  Wanita Muda Asal Subang yang Tewas Dibunuh Ternyata Janda Beranak Satu

Tetangga korban Ida saat ditemui di IGD mengatakan, ini kali pertama percobaan bunuh diri yang dilakukan Samsuri.

Syukurnya dapat digagalkan oleh warga sekitar. Lokasi percobaan bunuh diri berada mimbar mushola. Saat itu Samsuri usai pulang berjualan makanan siomay sekitar pukul 17.00.

Kemudian Samsuri menuju mushola untuk melakukan sholat zuhur. Namun, sebelumnya dia sempat ke dapur mengambil sebuah pisau.

Percobaan bunuh diri oleh Samsuri dengan menusuk bagian pusar bagiannya perutnya menggunakan sebuah pisau.

Warga sekitar yang berada di mushola melihat Samsuri langsung menahan dan menggagalkan upaya percobaan bunuh diri.

Upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan Samsuri diduga karena depresi lantaran masalah keluarga.

Baca Juga:  Geger, Wanita Kazakhstan Bersimbah Darah di Kamar Homestay

“Baru sebulan berada di Bali. Samsuri orangnya tertutup. Kalau masalah keluarga yang dialami Samsuri saya tidak begitu tahu,” ungkap Ida.

Dituturkan Ida, upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan Samsuri membuat geger dan panik warga sekitar.

Karena di daerah Tuban tak ada pernah ada aksi nekat seperti yang dilakukan korban. Terlebih lagi bunuh diri berada di mushola, tempat ibadah.

Akibat kejadian tersebut Samsuri mengalami luka serius di bagian perut. Hingga saat ini kondisi Samsuri belum sadar diri.

“Untuk keluarga Samsuri yang berada di Lumajang belum berani saya kabarkan. Menunggu kondisi Samsuri membaik. Takut nanti keluarganya shock mendegar kabar seperti ini,” jelasnya.



RadarBali.com – Upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan Samsuri, 33 di mushola dekat rumah kontarakannya berhasil digagalkan warga sekitar.

Pria yang tinggal di Jalan Sempati, Tuban, Kuta mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan menusuk pusar bagian perutnya dengan sebilah pisau dapur.

Pria bujang yang bekerja sebagai pedagang siomay keliling ini diduga depresi berat karena masalah keluarga.

Samsuri datang ke IGD RS Sanglah dibawa dengan menggunakan mobil ambulans RSU Kasih Ibu Kamis (28/9) kemarin malam sekitar pukul 19.30.

Korban diantar oleh tetangganya ke rumah sakit, Ida, 40. Saat diturunkan dari mobil ambulans, luka yang berada  bagian perut Samsuri terus mengeluarkan darah.

Baca Juga:  Sssttt…Jaksa Usut Penyimpangan Dana Promosi Pariwisata Badung Rp 4 M

Tetangga korban Ida saat ditemui di IGD mengatakan, ini kali pertama percobaan bunuh diri yang dilakukan Samsuri.

Syukurnya dapat digagalkan oleh warga sekitar. Lokasi percobaan bunuh diri berada mimbar mushola. Saat itu Samsuri usai pulang berjualan makanan siomay sekitar pukul 17.00.

Kemudian Samsuri menuju mushola untuk melakukan sholat zuhur. Namun, sebelumnya dia sempat ke dapur mengambil sebuah pisau.

Percobaan bunuh diri oleh Samsuri dengan menusuk bagian pusar bagiannya perutnya menggunakan sebuah pisau.

Warga sekitar yang berada di mushola melihat Samsuri langsung menahan dan menggagalkan upaya percobaan bunuh diri.

Upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan Samsuri diduga karena depresi lantaran masalah keluarga.

Baca Juga:  Mau Loncat dari Jembatan, Ketahuan Warga, Wanita Muda Gagal Bunuh Diri

“Baru sebulan berada di Bali. Samsuri orangnya tertutup. Kalau masalah keluarga yang dialami Samsuri saya tidak begitu tahu,” ungkap Ida.

Dituturkan Ida, upaya percobaan bunuh diri yang dilakukan Samsuri membuat geger dan panik warga sekitar.

Karena di daerah Tuban tak ada pernah ada aksi nekat seperti yang dilakukan korban. Terlebih lagi bunuh diri berada di mushola, tempat ibadah.

Akibat kejadian tersebut Samsuri mengalami luka serius di bagian perut. Hingga saat ini kondisi Samsuri belum sadar diri.

“Untuk keluarga Samsuri yang berada di Lumajang belum berani saya kabarkan. Menunggu kondisi Samsuri membaik. Takut nanti keluarganya shock mendegar kabar seperti ini,” jelasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/