alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Terungkap, Pembacokan Diduga Dipicu Gara-gara Status WhatsApp

INSIDEN berdarah terjadi di sebuah gang di lingkungan Banjar Puseh, Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Badung, Selasa (28/9) sekitar pukul 21.00 WITA.

 

Akibat pertikaian satu lawan dua, dua orang dinyatakan terluka dengan satu diantaranya sekarat dan dilarikan ke RS akibat kena bacok dan tebasan di sejumlah bagian tubuhnya.

 

Lalu apa sebenarnya motif di balik pertikaian tiga orang yang masih satu banjar dan sempat membuat warga ketakutan serta memicu suasana mencekam itu?

 

MARCELL PAMPURS, Mangupura

- Advertisement -

 

AKIBAT terkena tebasan I Made Oka Suyasa harus dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada di Kapal, Badung.

 

Pria dengan tubuh penuh tato itu dilarikan ke RS akibat luka tebas dan bacok di sejumlah bagian tubuhnya.

Baca Juga:  Gandeng Polres Badung, Sekda Adi Arnawa Bagikan Masker ke Masyarakat

 

Informasi yang dihimpun radarbali.id, sebelum dilarikan ke RSD Mangusada, Oka Suyasa sempat terkapar dan jatuh di jalan.

 

Ia terkapar di jalan saat melarikan diri akibat dikeroyok I Wayan Armita alias Pak Ega, 51 dan I Komang Bayu alias Mang Jagapati, 34.

 

Bahkan saat dirinya ambruk dalam kondisi penuh luka dan bersimbah darah, warga setempat tak ada yang berani menolong Suyasa karena takut. Bahkan akibat kejadian ini, dari informasi sumber, suasana di sekitar TKP sempat mencekam.

 

“Baru kondisi sedikit mereda setelah ada warga yang menghubungi pihak kepolisian. Polisi langsung datang ke TKP untuk meredam pertikaian dan mendinginkan suasana,”ujar sumber.

Baca Juga:  Pentolan Ormas di Badung Ditangkap karena Kasus Narkoba

 

Lebih lanjut, sumber menambahkan, jika aksi berdarah yang melibatkan warga satu banjar ini terjadi karena dipicu akibat kesalahpahaman.

 

 

“Informasi awal, pemicunya diduga gara-gara status WA (WhatsApp),” terang sumber petugas, Rabu (29/9).

 

Hanya saja, sumber tidak menjelaskan secara terang isi status yang memicu pertikaian.

 

Sumber hanya mengatakan jika status dibuat oleh salah satu dari keduanya. (I Wayan Armita alias Pak Ega, 51 dan I Komang Bayu alias Mang Jagapati, 34)

 

Diduga karena status itu, Oka Suyasa menanyakan maksud dari status wa tersebut kepada Pak Ega dan Mang Jagapati.

 

Namun bukannya mendapat kejelasan, mereka malah justru terlibat bentrok dan terluka.

- Advertisement -

INSIDEN berdarah terjadi di sebuah gang di lingkungan Banjar Puseh, Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Badung, Selasa (28/9) sekitar pukul 21.00 WITA.

 

Akibat pertikaian satu lawan dua, dua orang dinyatakan terluka dengan satu diantaranya sekarat dan dilarikan ke RS akibat kena bacok dan tebasan di sejumlah bagian tubuhnya.

 

Lalu apa sebenarnya motif di balik pertikaian tiga orang yang masih satu banjar dan sempat membuat warga ketakutan serta memicu suasana mencekam itu?

 

MARCELL PAMPURS, Mangupura

 

AKIBAT terkena tebasan I Made Oka Suyasa harus dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada di Kapal, Badung.

 

Pria dengan tubuh penuh tato itu dilarikan ke RS akibat luka tebas dan bacok di sejumlah bagian tubuhnya.

Baca Juga:  DORR…DORR...Peluru Tembus Bahu, Jambret di Kuta Ini Selamat dari Maut

 

Informasi yang dihimpun radarbali.id, sebelum dilarikan ke RSD Mangusada, Oka Suyasa sempat terkapar dan jatuh di jalan.

 

Ia terkapar di jalan saat melarikan diri akibat dikeroyok I Wayan Armita alias Pak Ega, 51 dan I Komang Bayu alias Mang Jagapati, 34.

 

Bahkan saat dirinya ambruk dalam kondisi penuh luka dan bersimbah darah, warga setempat tak ada yang berani menolong Suyasa karena takut. Bahkan akibat kejadian ini, dari informasi sumber, suasana di sekitar TKP sempat mencekam.

 

“Baru kondisi sedikit mereda setelah ada warga yang menghubungi pihak kepolisian. Polisi langsung datang ke TKP untuk meredam pertikaian dan mendinginkan suasana,”ujar sumber.

Baca Juga:  Diteror Bungkusan Misterius Depan Sekolah, Warga Tabanan Ketakutan

 

Lebih lanjut, sumber menambahkan, jika aksi berdarah yang melibatkan warga satu banjar ini terjadi karena dipicu akibat kesalahpahaman.

 

 

“Informasi awal, pemicunya diduga gara-gara status WA (WhatsApp),” terang sumber petugas, Rabu (29/9).

 

Hanya saja, sumber tidak menjelaskan secara terang isi status yang memicu pertikaian.

 

Sumber hanya mengatakan jika status dibuat oleh salah satu dari keduanya. (I Wayan Armita alias Pak Ega, 51 dan I Komang Bayu alias Mang Jagapati, 34)

 

Diduga karena status itu, Oka Suyasa menanyakan maksud dari status wa tersebut kepada Pak Ega dan Mang Jagapati.

 

Namun bukannya mendapat kejelasan, mereka malah justru terlibat bentrok dan terluka.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/