alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Trauma dan Ketakutan, Siswa Korban Penculikan Belum Mau Sekolah

AMLAPURA—Pascaditangkap dan dihakimi masa, Kursya, 42, terduga pelaku penculikan terhadap siswa SD yang sempat diamankan di Mapolsek Kubu, Senin kemarin (29/10) dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli.

Kapolsek Kubu, AKP Made Suanyana membenarkan dengan dirujuknya terduga pelaku ke RSJ.

Menurutnya, alasan dirujuknya pria asal Rawan Barat, Lebaran Plumbun, Cirebon, Jawa Barat, ini karena polisi menemukan tanda-tanda keanehan.

Sementara korban Ni Luh SE, 6 kemarin masih trauma dan belum berani ke sekolah. “Ya anak saya masih belumm mau sekolah, saya coba datangkan teman temanya untuk mengajak ke sekolah,” ujar Laba orang tua korban.

Laba sendiri berharap sang anak bisa segera melupakan kejadian tersebut dan mau sekolah lagi.

Baca Juga:  Temuan KPPA Bali, Belajar di Rumah, Pelajar SD Terkendala Handpone

Diketahui, kasus dugaan penculikan terjadi saat korban sedang main HP dekat warung miliknya.

Sedangkan orang tua korban saat itu sedang tidur-tiduran. Disela istirahat itulah orang tua korban Made Laba mendegar anaknya menangis.

Saat ditengok sang anak sudah digendong pelaku.

Laba langsung berteriak minta tolong sehingga warga berdatangan.

Melihat warga datang, terduga pelaku langsung melepas anak tersebut.

Pelaku sendiri sempat di pukuli massa sehingga mengalami luka pada bagian wajah. 



AMLAPURA—Pascaditangkap dan dihakimi masa, Kursya, 42, terduga pelaku penculikan terhadap siswa SD yang sempat diamankan di Mapolsek Kubu, Senin kemarin (29/10) dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli.

Kapolsek Kubu, AKP Made Suanyana membenarkan dengan dirujuknya terduga pelaku ke RSJ.

Menurutnya, alasan dirujuknya pria asal Rawan Barat, Lebaran Plumbun, Cirebon, Jawa Barat, ini karena polisi menemukan tanda-tanda keanehan.

Sementara korban Ni Luh SE, 6 kemarin masih trauma dan belum berani ke sekolah. “Ya anak saya masih belumm mau sekolah, saya coba datangkan teman temanya untuk mengajak ke sekolah,” ujar Laba orang tua korban.

Laba sendiri berharap sang anak bisa segera melupakan kejadian tersebut dan mau sekolah lagi.

Baca Juga:  Kecanduan Sabu Karena Salah Pergaulan, Karyawan Dituntut 13 Tahun Bui

Diketahui, kasus dugaan penculikan terjadi saat korban sedang main HP dekat warung miliknya.

Sedangkan orang tua korban saat itu sedang tidur-tiduran. Disela istirahat itulah orang tua korban Made Laba mendegar anaknya menangis.

Saat ditengok sang anak sudah digendong pelaku.

Laba langsung berteriak minta tolong sehingga warga berdatangan.

Melihat warga datang, terduga pelaku langsung melepas anak tersebut.

Pelaku sendiri sempat di pukuli massa sehingga mengalami luka pada bagian wajah. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/