alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Pelajar SMK Tewas dengan Headset Masih di Telinga, Orangtua Syok Berat

AMLAPURA – Kematian tragis pelajar kelas I SMK di Karangasem berinisial Nengah H, 15, di rumahnya di Banjar Papun, Desa Bungaya, Bebandem, Minggu (27/10) malam lalu menyisakan teka-teki.

Polisi dan keluarga korban baru sebatas menduga korban tewas bunuh diri. Itu ditandai dengan ditemukannya sebilah golok disamping jasad korban.

“Untuk kepastiannya kita masih dalami (penyebab kematian korban),” ujar Kapolsek Bebandem AKP Wayan Sukarita, Senin (28/10) kemarin.

Menurut AKP Wayan Sukarita, korban ditemukan pertama kali oleh ayahnya, Nengah Sudana, 43, yang baru pulang dari rumah temannya, Minggu malam (27/10) pukul 22.00 wita. 

Pada saat ditemukan, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dan masih menggunakan headset di telinga. Sementara HP korban tergeletak tidak jauh dari lokasi.

Baca Juga:  Gasak ATM Turis Australia, Kuras Isinya, Dua Warga Pemogan Dibekuk

Sudana awalnya menduga kalau putra keduanya tersebut pingsan akibat muntah darah.  Saat diangkat, banyak darah di sekujur tubuh korban.

Sudana langsung berteriak memanggil sang istri yang saat itu sudah tidur di dalam kamarnya.

Sudana sempat memberikan pertolongan kepada sang anak dengan berusaha membersihkan darah di mulut korban  dengan cara mengisapnya.

Ini karena mulut dan hidung korban banyak mengeluarkan darah. Ibu korban Ni Luh Merta, 47, yang mendegar teriakan suaminya langsung menuju kamar korban.

Saat itu sang ibu melihat sebilah golok tergeletak dikamar korban. Sehingga sang ibu menduga kalau korban menyayat lehernya sendiri hingga terluka.

Ayah korban juga sempat melihat ada bekas sayatan di bagian kiri leher korban. Luka sayatan di leher itu cukup lebar sepanjang kurang lebih 10 cm.

Baca Juga:  Ternyata, Kadek Sepi Tewas Dihantam Tongkat dan Mainan Pedang-pedangan

“Hasil penyelidikan polisi dan juga keterangan beberapa saksi mengarah ke aksi bunuh diri,” papar AKP Sukarita.

Namun, untuk memastikan masih menunggu visum tim medis RS Amlapura. Keluarga juga memutuskan mengotopsi jenazah korban untuk mengetahui penyeban pasti kematian yang tidak wajar itu. 



AMLAPURA – Kematian tragis pelajar kelas I SMK di Karangasem berinisial Nengah H, 15, di rumahnya di Banjar Papun, Desa Bungaya, Bebandem, Minggu (27/10) malam lalu menyisakan teka-teki.

Polisi dan keluarga korban baru sebatas menduga korban tewas bunuh diri. Itu ditandai dengan ditemukannya sebilah golok disamping jasad korban.

“Untuk kepastiannya kita masih dalami (penyebab kematian korban),” ujar Kapolsek Bebandem AKP Wayan Sukarita, Senin (28/10) kemarin.

Menurut AKP Wayan Sukarita, korban ditemukan pertama kali oleh ayahnya, Nengah Sudana, 43, yang baru pulang dari rumah temannya, Minggu malam (27/10) pukul 22.00 wita. 

Pada saat ditemukan, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dan masih menggunakan headset di telinga. Sementara HP korban tergeletak tidak jauh dari lokasi.

Baca Juga:  Ternyata, Kadek Sepi Tewas Dihantam Tongkat dan Mainan Pedang-pedangan

Sudana awalnya menduga kalau putra keduanya tersebut pingsan akibat muntah darah.  Saat diangkat, banyak darah di sekujur tubuh korban.

Sudana langsung berteriak memanggil sang istri yang saat itu sudah tidur di dalam kamarnya.

Sudana sempat memberikan pertolongan kepada sang anak dengan berusaha membersihkan darah di mulut korban  dengan cara mengisapnya.

Ini karena mulut dan hidung korban banyak mengeluarkan darah. Ibu korban Ni Luh Merta, 47, yang mendegar teriakan suaminya langsung menuju kamar korban.

Saat itu sang ibu melihat sebilah golok tergeletak dikamar korban. Sehingga sang ibu menduga kalau korban menyayat lehernya sendiri hingga terluka.

Ayah korban juga sempat melihat ada bekas sayatan di bagian kiri leher korban. Luka sayatan di leher itu cukup lebar sepanjang kurang lebih 10 cm.

Baca Juga:  Gasak ATM Turis Australia, Kuras Isinya, Dua Warga Pemogan Dibekuk

“Hasil penyelidikan polisi dan juga keterangan beberapa saksi mengarah ke aksi bunuh diri,” papar AKP Sukarita.

Namun, untuk memastikan masih menunggu visum tim medis RS Amlapura. Keluarga juga memutuskan mengotopsi jenazah korban untuk mengetahui penyeban pasti kematian yang tidak wajar itu. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/