alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Penyidik KPK Periksa 10 Pejabat Pemkab Tabanan di Kantor BPKP Bali

TABANAN, radarbali.id- Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan, Rabu (27/8) lalu digeledah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

 

Kabar terbaru pascapenggeledahan, penyidik anti rasuah dikatakan terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan lanjutan.

 

Lalu apa info terbaru dari penggeledahan di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Gumi Lumbung Padi, Tabanan yang kini tengah jadi sorotan publik ini?

 

Informasi terbaru, usai penggeledahan, penyidik KPK RI langsung melakukan pemeriksaan terhadap sepuluh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.

 

Kesepuluh pejabat di Pemkab Tabanan ini diperiksa penyidik KPK di kantor Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Bali, Kamis (28/10) kemarin.

Baca Juga:  Ternyata Penerima DID 2018 Terbesar di Bali Bukan Tabanan, Tapi Badung

 

Kepala Inspektorat Tabanan I Gusti Ngurah Supanji, saat dikonfirmasi membenarkan dengan adanya kabar tersebut.

 

Sayangnya, meski membenarkan, namun Gusti Ngurah Supanji belum tahu secara detail identitas maupun nama-nama dari sepuluh pejabat yang diperiksa KPK.

 

“Mereka diperiksa di BPKP Bali, sekitar itu lah jumlahnya (sepuluh orang). Tetapi seperti apa dan bagaimana proses pendalaman di sana masih menunggu konfirmasi lebih lanjut nggih,” ungkap Gusti Ngurah Supanji, Jumat (29/10).

 

Seperti diketahui, Kantor Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan secara mendadak digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu, (27/10) sekitar pukul 16.00 WITA lalu. 

 

Saat penggeledahan, tim anti rasuah menggunakan tiga kendaraan mobil Toyota Innova hitam lengkap dikawal mobil polisi dari Polda Bali.

Baca Juga:  Mendadak KPK Datangi Kejari Denpasar dan BPKP Provinsi Bali, Ada Apa?

 

Pengeledahan kantor Dinas PUPRPKP Tabanan hingga dilakukan tengah malam sampai pukul 20.39 WITA.

 

Usai pengeledahan di dalam ruang kantor PUPRPKP, penyidik kemudian mengamankan 4 (empat) koper yang diduga sebagai barang bukti dan berisi berkas penting.


TABANAN, radarbali.id- Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan, Rabu (27/8) lalu digeledah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

 

Kabar terbaru pascapenggeledahan, penyidik anti rasuah dikatakan terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan lanjutan.

 

Lalu apa info terbaru dari penggeledahan di salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di Gumi Lumbung Padi, Tabanan yang kini tengah jadi sorotan publik ini?

 

Informasi terbaru, usai penggeledahan, penyidik KPK RI langsung melakukan pemeriksaan terhadap sepuluh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan.

 

Kesepuluh pejabat di Pemkab Tabanan ini diperiksa penyidik KPK di kantor Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Bali, Kamis (28/10) kemarin.

Baca Juga:  Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali Dukung Langkah Polri Usut HRS

 

Kepala Inspektorat Tabanan I Gusti Ngurah Supanji, saat dikonfirmasi membenarkan dengan adanya kabar tersebut.

 

Sayangnya, meski membenarkan, namun Gusti Ngurah Supanji belum tahu secara detail identitas maupun nama-nama dari sepuluh pejabat yang diperiksa KPK.

 

“Mereka diperiksa di BPKP Bali, sekitar itu lah jumlahnya (sepuluh orang). Tetapi seperti apa dan bagaimana proses pendalaman di sana masih menunggu konfirmasi lebih lanjut nggih,” ungkap Gusti Ngurah Supanji, Jumat (29/10).

 

Seperti diketahui, Kantor Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan secara mendadak digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu, (27/10) sekitar pukul 16.00 WITA lalu. 

 

Saat penggeledahan, tim anti rasuah menggunakan tiga kendaraan mobil Toyota Innova hitam lengkap dikawal mobil polisi dari Polda Bali.

Baca Juga:  Ini Daftar Penerima Bansos yang Diduga Dikorup Ketua DPRD Klungkung

 

Pengeledahan kantor Dinas PUPRPKP Tabanan hingga dilakukan tengah malam sampai pukul 20.39 WITA.

 

Usai pengeledahan di dalam ruang kantor PUPRPKP, penyidik kemudian mengamankan 4 (empat) koper yang diduga sebagai barang bukti dan berisi berkas penting.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/