alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Tak Terima Dipolisikan karena Perampasan, Giliran Yulia Laporkan Siska

DENPASAR- Kasus dugaan penipuan investasi Ice Mango terus bergulir dan makin panas.

 

Ramainya kasus dugaan penipuan investasi diduga bodong ini karena dua pihak memutuskan untuk saling lapor.

 

Fransiska Antari Virnadonita melaporkan Yulia Nur Fitria ke Polda Bali, pada Kamis (28/10) ke Mapolda Bali atas dugaan perampasan sejumlah harta benda seperti sepeda motor, surat berharga seperti surat kendaraan bermotor dan surat tanah.

 

Kini giliran Yulia Nur Fitria melaporkan balik Fransiska ke Mapolda Bali atas tuduhan penipuan dan penggelapan, pada Jumat (29/10/2021).

 

Kuasa Hukum Yulia Nur Fitria, yakni Johanes Budi Rahardjo mengatakan, dugaan penipuan yang dilakukan oleh terlapor terkait uang investasi Ice Mango.

 

Dimana pada tanggal 30 September 2021, kata Johanes, ada kemacetan pencairan dari 29 orang member termasuk pelapor. 

 

“Melalui klien kami, seluruh uang 29 anggota diserahkan klien kami kepada terlapor dengan cara ditransfer ke rekening milik terlapor,” kata Budi Rahardjo, Jumat (29/10/2021).

 

Yohanes menambahkan, bahwa pelapor telah mentransfer semua uang dari 29 member kepada terlapor sebanyak Rp. 1.355.020.000.

 

Namun saat adanya kemacetan pembayaran, terlapor tidak dapat mempertanggungjawabkan untuk pengembalian dengan alasan yang tidak jelas dan tidak masuk akal.

Baca Juga:  Pengacara Sesalkan Tindakan Polisi Rantai Kaki dan Tangan Gus Adi

 

Untuk memperkuat laporan tersebut, menurut Rahardjo bahwa kliennya telah melampirkan sejumlah bukti.

 

“Ada bukti transfer ke rekening terlapor, bukti chat via WhatsApp dan juga rekening koran,” ujarnya.

 

Sementara itu, sebelumnya Kamis (28/10/2021), Fransiska Antari Virnadonita tidak menampik jika dirinya memakai uang milik member untuk keperluan pribadinya.

 

Tetapi dirinya berjanji akan mengembalikan. Dan nilainya pun hanya berkisar sekitar Rp. 500 juta. Tidak pernah mencapai angka miliaran rupiah. 

 

“Jumlahnya ada sekitar 500 juta dari semua member. Mereka semua mendapatkan keuntungan berkali lipat. Mereka bilang hanya dapat Rp. 600 ribu.

 

Logikanya gak mungkin mereka menyimpan 200 juta untuk 600 ribu,” katanya di kantor kuasa hukumnya di jalan Veteran, Denpasar.

 

Lalu Fransiska memiliki itikad baik untuk mengembalikan uang tersebut. Lalu dia meminta tenggang waktu lima hari untuk mengembalikannya.

 

Namun sebelum lima hari, Yulia bersama beberapa orang lainnya mendatangi rumahnya di kawasan Mengwi.

 

Di sana mereka diduga mengambil dengan paksa sejumlah barang berharga milik Fransiska. 

 

Mulai dari sepeda motor Honda PCX beserta surat-suratnya, dan juga sertifikat tanah atas nama ibu kandung dari Fransiska sendiri. 

Baca Juga:  Bidik Oknum BPN, Polda Sebut Sudikerta Terima Rp 500 Juta

 

“Sebelumnya saya sempat bikin kesepakatan dengan beberapa member. Saya minta lima hari untuk penyelesaian. Mereka mengiyakan. Tapi mereka tidak puas dan minta STNK, BPKB motor PCX, sepeda motor,” ujarnya.

 

Menurut Fransiska, bahwa bisnis yang dijalankannya ini memang bukan trading, tetapi hanya get member yang berawal dari arisan online.

 

Dia hanya membawahi 35 orang. Sedangkan 35 orang di bawahnya itu membawa puluhan orang lainnya yang tidak diketahui oleh Fransiska sendiri.

 

Dia juga membatah adanya tudingan dari dua pelapor sebelumnya yang mengatakan jika dirinya telah menggelapkan uang miliaran rupiah.

 

Sementara dari hitungannya, jumlahnya hanya sekitar Rp. 400 juta hingga Rp. 500 juta. Itupun Fransiska bersedia menggantikannya. 

 

“Semua bukti mereka terima keuntunngan saya simpan. Saya tidak hanya mengembalikan keuntungan tapi modalnya juga saya balikan.

 

Kerugian dari 34 orang di bawah saya sekitar 400 sampai 500 juta itupun sebagian saya bagikan ke member dengan cara lelang emas dengan harga yg lebih murah.

 

Dan saya sudah berjanji akan membayar selama lima hari,” tukasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR- Kasus dugaan penipuan investasi Ice Mango terus bergulir dan makin panas.

 

Ramainya kasus dugaan penipuan investasi diduga bodong ini karena dua pihak memutuskan untuk saling lapor.


 

Fransiska Antari Virnadonita melaporkan Yulia Nur Fitria ke Polda Bali, pada Kamis (28/10) ke Mapolda Bali atas dugaan perampasan sejumlah harta benda seperti sepeda motor, surat berharga seperti surat kendaraan bermotor dan surat tanah.

 

Kini giliran Yulia Nur Fitria melaporkan balik Fransiska ke Mapolda Bali atas tuduhan penipuan dan penggelapan, pada Jumat (29/10/2021).

 

Kuasa Hukum Yulia Nur Fitria, yakni Johanes Budi Rahardjo mengatakan, dugaan penipuan yang dilakukan oleh terlapor terkait uang investasi Ice Mango.

 

Dimana pada tanggal 30 September 2021, kata Johanes, ada kemacetan pencairan dari 29 orang member termasuk pelapor. 

 

“Melalui klien kami, seluruh uang 29 anggota diserahkan klien kami kepada terlapor dengan cara ditransfer ke rekening milik terlapor,” kata Budi Rahardjo, Jumat (29/10/2021).

 

Yohanes menambahkan, bahwa pelapor telah mentransfer semua uang dari 29 member kepada terlapor sebanyak Rp. 1.355.020.000.

 

Namun saat adanya kemacetan pembayaran, terlapor tidak dapat mempertanggungjawabkan untuk pengembalian dengan alasan yang tidak jelas dan tidak masuk akal.

Baca Juga:  Pengacara Sesalkan Tindakan Polisi Rantai Kaki dan Tangan Gus Adi

 

Untuk memperkuat laporan tersebut, menurut Rahardjo bahwa kliennya telah melampirkan sejumlah bukti.

 

“Ada bukti transfer ke rekening terlapor, bukti chat via WhatsApp dan juga rekening koran,” ujarnya.

 

Sementara itu, sebelumnya Kamis (28/10/2021), Fransiska Antari Virnadonita tidak menampik jika dirinya memakai uang milik member untuk keperluan pribadinya.

 

Tetapi dirinya berjanji akan mengembalikan. Dan nilainya pun hanya berkisar sekitar Rp. 500 juta. Tidak pernah mencapai angka miliaran rupiah. 

 

“Jumlahnya ada sekitar 500 juta dari semua member. Mereka semua mendapatkan keuntungan berkali lipat. Mereka bilang hanya dapat Rp. 600 ribu.

 

Logikanya gak mungkin mereka menyimpan 200 juta untuk 600 ribu,” katanya di kantor kuasa hukumnya di jalan Veteran, Denpasar.

 

Lalu Fransiska memiliki itikad baik untuk mengembalikan uang tersebut. Lalu dia meminta tenggang waktu lima hari untuk mengembalikannya.

 

Namun sebelum lima hari, Yulia bersama beberapa orang lainnya mendatangi rumahnya di kawasan Mengwi.

 

Di sana mereka diduga mengambil dengan paksa sejumlah barang berharga milik Fransiska. 

 

Mulai dari sepeda motor Honda PCX beserta surat-suratnya, dan juga sertifikat tanah atas nama ibu kandung dari Fransiska sendiri. 

Baca Juga:  CATAT! Tak Akan Intimidasi, Jaksa Janji Profesional Tangani Kasus JRX

 

“Sebelumnya saya sempat bikin kesepakatan dengan beberapa member. Saya minta lima hari untuk penyelesaian. Mereka mengiyakan. Tapi mereka tidak puas dan minta STNK, BPKB motor PCX, sepeda motor,” ujarnya.

 

Menurut Fransiska, bahwa bisnis yang dijalankannya ini memang bukan trading, tetapi hanya get member yang berawal dari arisan online.

 

Dia hanya membawahi 35 orang. Sedangkan 35 orang di bawahnya itu membawa puluhan orang lainnya yang tidak diketahui oleh Fransiska sendiri.

 

Dia juga membatah adanya tudingan dari dua pelapor sebelumnya yang mengatakan jika dirinya telah menggelapkan uang miliaran rupiah.

 

Sementara dari hitungannya, jumlahnya hanya sekitar Rp. 400 juta hingga Rp. 500 juta. Itupun Fransiska bersedia menggantikannya. 

 

“Semua bukti mereka terima keuntunngan saya simpan. Saya tidak hanya mengembalikan keuntungan tapi modalnya juga saya balikan.

 

Kerugian dari 34 orang di bawah saya sekitar 400 sampai 500 juta itupun sebagian saya bagikan ke member dengan cara lelang emas dengan harga yg lebih murah.

 

Dan saya sudah berjanji akan membayar selama lima hari,” tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/