alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Masih Trauma, Pasangan Kekasih Ini Minta Polisi Tangkap Penjambret

DENPASAR – Korban jambret di Jalan Sudirman, Denpasar, tepatnya di sebelah Pasar Swalayan Tiara Dewata,  Kamis (25/11) sekitar pukul 03.00 itu adalah pasangan kekasih, Fathir Rohim, 22, dan Adifia Bimaya Safi’i, 21. Minggu (28/11), mereka pun angkat bicara dan berharap polisi segera menangkap penjambret yang telah merugikannya Rp13,5 juta.

“Saya berharap pelaku segera diamankan. Agar tidak ada korban lain lagi,” kata Adifia Bimaya Safi’i kepada radarbali.id, Minggu (28/11).

Dia pun menjelaskan, saat kejadian ia sedang bersama kekasihnya Fathir Rohim naik motor NMax menuju ke tepat tinggalnya di Jalan Pulau Bungin, Banjar Pitik, Desa Pedungan, Denpasar. Fathir mengemudikan sepeda motor sedangkan dia membonceng di belakangnya.

 

Tiba-tiba, kata Adifia, datang pria bersepeda motor Honda Beat memepet mereka, kemudian menjambret tas yang dibawa Adifia. Fathir sempat mengegas sepeda motornya mengejar sang penjambret. Namun, di penjambret lebih lihai, dan seketika lenyap tak terkejar.

 

Karena panik usai dijambret, keduanya tidak sempat melihat nomor polisi kendaraan milik penjambret. “Kamj berdua panik. Nggak sempat melihat plat nopol motor yang dikendarai pelaku jambret itu,” tutupnya.

 

Usai kejadian, Fathir Rohim dan Adifia langsung dilaporkan ke Mapolresta Denpasar. Adifia mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut.

Dalam pengaduan masyarakat dengan nomor Registrasi Dumas/882/XI/2021/Satreskrim Polresta Denpasar itu, kepada penyidik Adifia Bimaya Safi’i mengaku mengalami kerugian mencapai Rp13.500.000. Sebab, di dalam tas milik Adifia Bimaya Safi’i, berisi 1 Unit HP IPhone warna gold, 1 Unit Samsung Galaxi A7. 1 kartu ATM BCA, uang Rp 30.000 dan beberapa barang lainnya.

 

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi pun membenarkan adanya laporan kasus jambret ini. Katanya, pengaduan tersebut sementara ditindak lanjuti oleh pihak Sat Reskrim Polresta Denpasar.

 

“Jika sudah ada perkembangan maka akan kami infokan ke rekan media. Masalah ini sedang dilakukan penyelidikan,” kata Sukadi.



DENPASAR – Korban jambret di Jalan Sudirman, Denpasar, tepatnya di sebelah Pasar Swalayan Tiara Dewata,  Kamis (25/11) sekitar pukul 03.00 itu adalah pasangan kekasih, Fathir Rohim, 22, dan Adifia Bimaya Safi’i, 21. Minggu (28/11), mereka pun angkat bicara dan berharap polisi segera menangkap penjambret yang telah merugikannya Rp13,5 juta.

“Saya berharap pelaku segera diamankan. Agar tidak ada korban lain lagi,” kata Adifia Bimaya Safi’i kepada radarbali.id, Minggu (28/11).

Dia pun menjelaskan, saat kejadian ia sedang bersama kekasihnya Fathir Rohim naik motor NMax menuju ke tepat tinggalnya di Jalan Pulau Bungin, Banjar Pitik, Desa Pedungan, Denpasar. Fathir mengemudikan sepeda motor sedangkan dia membonceng di belakangnya.

 

Tiba-tiba, kata Adifia, datang pria bersepeda motor Honda Beat memepet mereka, kemudian menjambret tas yang dibawa Adifia. Fathir sempat mengegas sepeda motornya mengejar sang penjambret. Namun, di penjambret lebih lihai, dan seketika lenyap tak terkejar.

 

Karena panik usai dijambret, keduanya tidak sempat melihat nomor polisi kendaraan milik penjambret. “Kamj berdua panik. Nggak sempat melihat plat nopol motor yang dikendarai pelaku jambret itu,” tutupnya.

 

Usai kejadian, Fathir Rohim dan Adifia langsung dilaporkan ke Mapolresta Denpasar. Adifia mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut.

Dalam pengaduan masyarakat dengan nomor Registrasi Dumas/882/XI/2021/Satreskrim Polresta Denpasar itu, kepada penyidik Adifia Bimaya Safi’i mengaku mengalami kerugian mencapai Rp13.500.000. Sebab, di dalam tas milik Adifia Bimaya Safi’i, berisi 1 Unit HP IPhone warna gold, 1 Unit Samsung Galaxi A7. 1 kartu ATM BCA, uang Rp 30.000 dan beberapa barang lainnya.

 

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi pun membenarkan adanya laporan kasus jambret ini. Katanya, pengaduan tersebut sementara ditindak lanjuti oleh pihak Sat Reskrim Polresta Denpasar.

 

“Jika sudah ada perkembangan maka akan kami infokan ke rekan media. Masalah ini sedang dilakukan penyelidikan,” kata Sukadi.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/