alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

WNA Kasus Penodaan Agama Segera Dideportasi

DENPASAR – Setelah diserahterimakan oleh pihak Lapas Kelas IIB Singaraja ke Pihak Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Warga Negara Asing (WNA) berinisial LC asal Denmark terpidana Kasus Penodaan Agama, pada hari yang sama langsung dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, Jumat (26/11) lalu. 

WNA tersebut langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan sesuai protokol kesehatan dan proses pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk menyampaikan bahwa WNA yang bebas dari Lapas Singaraja tersebut akan segera dilakukan pendeportasian. Ia juga telah memerintahkan Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar untuk melakukan koordinasi terkait tiket penerbangan yang bersangkutan dengan Kedutaan Besar Denmark.

“Walaupun sudah bebas, yang bersangkutan tidak diserahkan langsung ke pihak keluarga. Namun, yang bersangkutan akan ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar selama menunggu proses pendeportasian,” terang Jamaruli Manihuruk. 

Lebih lanjut, WNA tersebut telah melanggar peraturan perundang-undangan sesuai dengan pasal 75 Undang- Undang Keimigrasian yang menyatakan bahwa Pejabat Imigrasi berwenang melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa Pendeportasian terhadap Orang  Asing yang berada di Wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan.

“Apabila terdapat WNA yang keberatan untuk dideportasi agar mengajukan keberatan langsung kepada Menteri Hukum dan HAM,” tegas Jamaruli Manihuruk.

Mut Zaini selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja menerangkan, WNA ini berasal dari Denmark dengan kasus pidana yang menjerat yakni pasal 156 A KUHP terkait Penodaan Agama dengan lama pidana selama 7 bulan penjara. 



DENPASAR – Setelah diserahterimakan oleh pihak Lapas Kelas IIB Singaraja ke Pihak Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Warga Negara Asing (WNA) berinisial LC asal Denmark terpidana Kasus Penodaan Agama, pada hari yang sama langsung dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, Jumat (26/11) lalu. 

WNA tersebut langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan sesuai protokol kesehatan dan proses pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk menyampaikan bahwa WNA yang bebas dari Lapas Singaraja tersebut akan segera dilakukan pendeportasian. Ia juga telah memerintahkan Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar untuk melakukan koordinasi terkait tiket penerbangan yang bersangkutan dengan Kedutaan Besar Denmark.

“Walaupun sudah bebas, yang bersangkutan tidak diserahkan langsung ke pihak keluarga. Namun, yang bersangkutan akan ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar selama menunggu proses pendeportasian,” terang Jamaruli Manihuruk. 

Lebih lanjut, WNA tersebut telah melanggar peraturan perundang-undangan sesuai dengan pasal 75 Undang- Undang Keimigrasian yang menyatakan bahwa Pejabat Imigrasi berwenang melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa Pendeportasian terhadap Orang  Asing yang berada di Wilayah Indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan.

“Apabila terdapat WNA yang keberatan untuk dideportasi agar mengajukan keberatan langsung kepada Menteri Hukum dan HAM,” tegas Jamaruli Manihuruk.

Mut Zaini selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja menerangkan, WNA ini berasal dari Denmark dengan kasus pidana yang menjerat yakni pasal 156 A KUHP terkait Penodaan Agama dengan lama pidana selama 7 bulan penjara. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/