alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Waspada! Narkoba Palsu Marak Beredar, dari Kenikir Hingga Cat Tembok

MANGUPURA– Suka duka dirasakan jajaran Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Badung dalam upaya perang melawan narkoba.

Selain sidak di sejumlah kafe tengah sawah yang marak di wilayah Badung sebelum disegel apparat, terselip kisah unik yang menggelikan. Salah satunya terkait peredaran narkoba palsu.

Kepala BNNK Badung AKBP Ketut Masmini menyebut narkoba imitasi itu antara lain diedarkan oknum nakal di spot wisata wilayah Canggu, Kuta Utara dan sekitarnya.

“Sabu dari gula batu. Inex dari antimo pink. Hasis dari jamu yang dikentalkan. Ganja daun kenikir yang dikeringkan,” ucapnya.

Kasi Pemberantasan BNNK Badung AKP I Nyoman Master menyebut heroin palsu dibuat dari kerak tembok yang catnya (warna putih) keropos.

Baca Juga:  Datangi RSD Mangusada, BNNK Badung Tes Urine 120 Tenaga Medis

“Sasaran mereka bule. Trik under cover. Sistem tempel,” jelas AKBP Masmini. Ditegaskannya meski meresahkan, para oknum nakal ini tak bisa dijerat.

Lebih-lebih komplain para pembeli tak pernah terjadi. “Nggak mungkin ada komplain. Mereka yang tertipu tentu tak berani melapor kepada polisi,” paparnya



MANGUPURA– Suka duka dirasakan jajaran Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Badung dalam upaya perang melawan narkoba.

Selain sidak di sejumlah kafe tengah sawah yang marak di wilayah Badung sebelum disegel apparat, terselip kisah unik yang menggelikan. Salah satunya terkait peredaran narkoba palsu.

Kepala BNNK Badung AKBP Ketut Masmini menyebut narkoba imitasi itu antara lain diedarkan oknum nakal di spot wisata wilayah Canggu, Kuta Utara dan sekitarnya.

“Sabu dari gula batu. Inex dari antimo pink. Hasis dari jamu yang dikentalkan. Ganja daun kenikir yang dikeringkan,” ucapnya.

Kasi Pemberantasan BNNK Badung AKP I Nyoman Master menyebut heroin palsu dibuat dari kerak tembok yang catnya (warna putih) keropos.

Baca Juga:  Pesta Sabu Berakhir, BNN Cokok Bandar dan Pengedar Jaringan Lapas

“Sasaran mereka bule. Trik under cover. Sistem tempel,” jelas AKBP Masmini. Ditegaskannya meski meresahkan, para oknum nakal ini tak bisa dijerat.

Lebih-lebih komplain para pembeli tak pernah terjadi. “Nggak mungkin ada komplain. Mereka yang tertipu tentu tak berani melapor kepada polisi,” paparnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/