alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Bikin Bising Telinga, 68 Kendaraan Berknalpot Brong Diamankan Polisi

SEMARAPURA – Personel Satlantas Polres Klungkung berhasil mengamankan puluhan kendaraan roda dua dengan knalpot brong atau tidak sesuai standar selama menggelar operasi simpatik mulai awal November 2020 lalu.

Operasi simpatik menyasar kendaraan berknalpot brong itu digelar pasalnya lantaran adanya keluhan masyarakat yang terganggu dengan suara bising yang ditimbulkan dari kendaraan berknalpot tidak sesuai standar tersebut.

Wakapolres Klungkung Kompol Sindar Sinaga di aula Mapolres Klungkung mengungkapkan, personel Polres Klungkung sejak awal tahun 2020 lebih fokus pada penanganan wabah virus corona.

Namun, akhir-akhir ini kepolisian menerima keluhan masyarakat mengenai ketidaknyamanan mereka terhadap suara bising yang ditimbulkan kendaraan berknalpot brong.

“Dari keluhan masyarakat itu kami pun bergerak,” ungkap Kompol Sindar Sinaga. Benar saja sejak menggelar operasi simpatik dengan sasaran kendaraan berknalpot tidak sesuai standar.

Akhirnya mulai November 2020 lalu, personel Satlantas Polres Klungkung bergerak dan berhasil mengamankan 68 kendaraan roda dua berknalpot brong.

Tidak hanya warga Klungkung, menurutnya, warga yang terjaring dalam operasi tersebut berasal dari sejumlah kabupaten. Seperti Gianyar, Karangasem dan lainnya.

“Yang terjaring, ada anak-anak, remaja dan dewasa,” bebernya. Mereka yang terjaring operasi pun langsung ditilang.

Di mana 40 pelanggar telah disidang dan 37 kendaraan yang diamankan telah diambil pelanggar. Sementara sisanya masih menunggu jadwal sidang.

“Saat mereka mengambil kendaraannya, kami minta untuk mengganti knalpotnya dengan knalpot sesuai standar,” katanya.

Mengingat pelanggar tidak hanya orang dewasa namun juga anak-anak dan remaja yang notabene pelajar, pihaknya mengimbau kepada orang tua agar mengawasi anak-anaknya.

Menurutnya dengan sistem pembelajaran daring seperti saat ini, anak-anak memiliki lebih banyak waktu untuk bermain.

Sehingga sangat berpotensi untuk dimanfaatkan ke hal-hal yang tidak baik. Salah satunya memodifikasi kendaraan dan mengikuti balap liar.

“Jadi kami minta kepada para orang tua pada utamanya, untuk tidak henti-hentinya mengawasi anak-anaknya,” tandasnya. 



SEMARAPURA – Personel Satlantas Polres Klungkung berhasil mengamankan puluhan kendaraan roda dua dengan knalpot brong atau tidak sesuai standar selama menggelar operasi simpatik mulai awal November 2020 lalu.

Operasi simpatik menyasar kendaraan berknalpot brong itu digelar pasalnya lantaran adanya keluhan masyarakat yang terganggu dengan suara bising yang ditimbulkan dari kendaraan berknalpot tidak sesuai standar tersebut.

Wakapolres Klungkung Kompol Sindar Sinaga di aula Mapolres Klungkung mengungkapkan, personel Polres Klungkung sejak awal tahun 2020 lebih fokus pada penanganan wabah virus corona.

Namun, akhir-akhir ini kepolisian menerima keluhan masyarakat mengenai ketidaknyamanan mereka terhadap suara bising yang ditimbulkan kendaraan berknalpot brong.

“Dari keluhan masyarakat itu kami pun bergerak,” ungkap Kompol Sindar Sinaga. Benar saja sejak menggelar operasi simpatik dengan sasaran kendaraan berknalpot tidak sesuai standar.

Akhirnya mulai November 2020 lalu, personel Satlantas Polres Klungkung bergerak dan berhasil mengamankan 68 kendaraan roda dua berknalpot brong.

Tidak hanya warga Klungkung, menurutnya, warga yang terjaring dalam operasi tersebut berasal dari sejumlah kabupaten. Seperti Gianyar, Karangasem dan lainnya.

“Yang terjaring, ada anak-anak, remaja dan dewasa,” bebernya. Mereka yang terjaring operasi pun langsung ditilang.

Di mana 40 pelanggar telah disidang dan 37 kendaraan yang diamankan telah diambil pelanggar. Sementara sisanya masih menunggu jadwal sidang.

“Saat mereka mengambil kendaraannya, kami minta untuk mengganti knalpotnya dengan knalpot sesuai standar,” katanya.

Mengingat pelanggar tidak hanya orang dewasa namun juga anak-anak dan remaja yang notabene pelajar, pihaknya mengimbau kepada orang tua agar mengawasi anak-anaknya.

Menurutnya dengan sistem pembelajaran daring seperti saat ini, anak-anak memiliki lebih banyak waktu untuk bermain.

Sehingga sangat berpotensi untuk dimanfaatkan ke hal-hal yang tidak baik. Salah satunya memodifikasi kendaraan dan mengikuti balap liar.

“Jadi kami minta kepada para orang tua pada utamanya, untuk tidak henti-hentinya mengawasi anak-anaknya,” tandasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/