alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Buru Pelaku Lain, Diduga Perampok Trader di Kuta Asal Italia dan Rusia

JAJARAN Satreskrim Polresta Denpasar telah menangkap dua dari empat WNA pelaku perampokan dan penyekapan seorang trader asal Italia di sebuah vila di kawasan Seminyak, Kuta, Badung.

Kedua pelaku itu, yakni masing-masing Nicola Disanto, 34 asal Italia dan Gregory Lee Simpson, 36 asal Inggris.

Kini, usai menangkap kedua pelaku, polisi menyatakan masih memburu dua pelaku lain. Kedua pelaku yang masih buron itu juga merupakan WNA.

MARCELL PAMPURS, Denpasar

SEPERTI ditegaskan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Selasa (28/12/2021).

“Dari dua pelaku ini kami masih kembangkan. Ada dua DPO yang juga diduga orang asing dari Itali dan Rusia. Kami sudah berkoordinasi dengan imigrasi,” ungkap Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

Kombes Jansen menambahkan, selain berkoordinasi dengan pihak imigrasi, pihaknya juga mengaku telah berkoordinasi dengan konsulat negara dari masing-masing pelaku.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan jaksa dan sudah dikirim tahap satu,” tambah Jansen.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua pelaku ditangkap karena merampok seorang trader asal Italia. Tak tanggung-tanggung, kedua pelaku merampok uang dan barang berharga dengan total Rp5,8 miliar.

Aksi perampokan itu terjadi salah satu vila di Jalan Nakula, Gang Baik-Baik, Seminyak, Kuta, Badung.

Saat beraksi, mereka tak hanya merampok uang dan barang elektronik. Melainkan para pelaku ini juga merampok bitcoin yang dimiliki korban.

Baca Juga:  Bingung Cari Tempat Kuliner di Petitenget? Warung Mina Jawabannya…

Kepada polisi, istri korban menerangkan, saat itu sekitar pukul 02.30 dini hari.

Saksi terbangun dari tidurnya karena mendengar ada suara seperti ledakan keras. Dia lalu keluar dari kamarnya dan mendapati suaminya sudah disekap di kamar oleh para pelaku.

Mereka menggunakan pakaian serba hitam, menggunakan sarung tangan, serta menggunakan zebo (penutup kepala). Saksi kemudian ditodong  menggunakan pisau.

Selanjutnya dibawa masuk ke dalam satu kamar dengan suaminya. Dia lalu diikat tangan dan kaki serta mulut dan mata dilakban.

Kemudian di dalam kamar itu, korban dipukuli secara bergantian oleh para pelaku hingga dia terjatuh.

Beberapa saat kemudian salah satu pelaku mengambil enam buah HP milik korban lalu di taruh di atas tempat tidur. Kemduia pelaku jugamengambil satu buah HP yang berisi acount Bitcoin milik korban.

Pelaku lalu menanyakan pasword HP tersebut sambil mengancam jika tida diberitahu maka mereka akan membunuh istri korban.

Setelah korban memberitahu pasword hp, para pelaku selanjutnya membawa empat laptop, enam HO, kamera, hardishk, empat BPKB dan STNK motor, enam BPKB mobil, uang tunai Rp. 200 juta, uang tunai 10 ribu Euro dan 3.000 mata uang real dari dalam brankas.

Baca Juga:  Pura Sukaluwih Terbakar Diduga dari Percikan Api Ngaben, Polisi Bilang

Selanjutnya, para pelaku pergi begitu saja meninggalkan kedua korban.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban dan istrinya langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Berdasarkan laporan itu, anggota Polsek Kuta dibackup Polresta Denpasar melakukan penyelidikan.

Dari hasil rekaman CCTV di lokasi kejadian, terlihat ada empat orang pelaku yang melakukan aksi perampokan tersebut.

Dari penyelidikan itu, pada tanggal 18 Desember 2021 alamat salah satu pelaku, Nicola Disanto diketahui di sebuah apartement di Jalan Mahendradatta, Denpasar.

Namun saat polisi bergerak ke lokasi itu, dia tidak ditemukan. Beberapa saat kemudian, diketahui bahwa pelaku sedang berjalan kaki dari Pantai Legian menuju Jalan Kerobokan Selatan.

Dia langsung ditangkap di lokasi tersebut.

Selanjutnya usai menangkap Nicola, polisi bergerak melakukan pencarian pelaku lainnya. Sehingga pelaku kedua, Gregory Lee Simpson ditangkap di tempat tinggal pacarnya di Jalan Setia Budi, Kuta, Badung.

Kedua pelaku lalu diamankan dan diinterogasi.  “Dari hasil interogasi, salah satu pelaku itu ternyata mantan anak buah korban. Sehingga dia mengetahhui seluk beluk korban,” tambah Kombes Jansen.

Dari penangkapan itu, selain barang elektronik seperti kamera, HP dan laptop, polisi juga mengamankan uang tunai ratusan juta.

- Advertisement -
- Advertisement -

JAJARAN Satreskrim Polresta Denpasar telah menangkap dua dari empat WNA pelaku perampokan dan penyekapan seorang trader asal Italia di sebuah vila di kawasan Seminyak, Kuta, Badung.

Kedua pelaku itu, yakni masing-masing Nicola Disanto, 34 asal Italia dan Gregory Lee Simpson, 36 asal Inggris.

Kini, usai menangkap kedua pelaku, polisi menyatakan masih memburu dua pelaku lain. Kedua pelaku yang masih buron itu juga merupakan WNA.


MARCELL PAMPURS, Denpasar

SEPERTI ditegaskan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Selasa (28/12/2021).

“Dari dua pelaku ini kami masih kembangkan. Ada dua DPO yang juga diduga orang asing dari Itali dan Rusia. Kami sudah berkoordinasi dengan imigrasi,” ungkap Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

Kombes Jansen menambahkan, selain berkoordinasi dengan pihak imigrasi, pihaknya juga mengaku telah berkoordinasi dengan konsulat negara dari masing-masing pelaku.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan jaksa dan sudah dikirim tahap satu,” tambah Jansen.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua pelaku ditangkap karena merampok seorang trader asal Italia. Tak tanggung-tanggung, kedua pelaku merampok uang dan barang berharga dengan total Rp5,8 miliar.

Aksi perampokan itu terjadi salah satu vila di Jalan Nakula, Gang Baik-Baik, Seminyak, Kuta, Badung.

Saat beraksi, mereka tak hanya merampok uang dan barang elektronik. Melainkan para pelaku ini juga merampok bitcoin yang dimiliki korban.

Baca Juga:  Dua WNA Lagi Bakal Dideportasi karena Melanggar Prokes di Bali

Kepada polisi, istri korban menerangkan, saat itu sekitar pukul 02.30 dini hari.

Saksi terbangun dari tidurnya karena mendengar ada suara seperti ledakan keras. Dia lalu keluar dari kamarnya dan mendapati suaminya sudah disekap di kamar oleh para pelaku.

Mereka menggunakan pakaian serba hitam, menggunakan sarung tangan, serta menggunakan zebo (penutup kepala). Saksi kemudian ditodong  menggunakan pisau.

Selanjutnya dibawa masuk ke dalam satu kamar dengan suaminya. Dia lalu diikat tangan dan kaki serta mulut dan mata dilakban.

Kemudian di dalam kamar itu, korban dipukuli secara bergantian oleh para pelaku hingga dia terjatuh.

Beberapa saat kemudian salah satu pelaku mengambil enam buah HP milik korban lalu di taruh di atas tempat tidur. Kemduia pelaku jugamengambil satu buah HP yang berisi acount Bitcoin milik korban.

Pelaku lalu menanyakan pasword HP tersebut sambil mengancam jika tida diberitahu maka mereka akan membunuh istri korban.

Setelah korban memberitahu pasword hp, para pelaku selanjutnya membawa empat laptop, enam HO, kamera, hardishk, empat BPKB dan STNK motor, enam BPKB mobil, uang tunai Rp. 200 juta, uang tunai 10 ribu Euro dan 3.000 mata uang real dari dalam brankas.

Baca Juga:  Ngeri! Lima Kelurahan di Kuta Dikepung Banjir

Selanjutnya, para pelaku pergi begitu saja meninggalkan kedua korban.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban dan istrinya langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Berdasarkan laporan itu, anggota Polsek Kuta dibackup Polresta Denpasar melakukan penyelidikan.

Dari hasil rekaman CCTV di lokasi kejadian, terlihat ada empat orang pelaku yang melakukan aksi perampokan tersebut.

Dari penyelidikan itu, pada tanggal 18 Desember 2021 alamat salah satu pelaku, Nicola Disanto diketahui di sebuah apartement di Jalan Mahendradatta, Denpasar.

Namun saat polisi bergerak ke lokasi itu, dia tidak ditemukan. Beberapa saat kemudian, diketahui bahwa pelaku sedang berjalan kaki dari Pantai Legian menuju Jalan Kerobokan Selatan.

Dia langsung ditangkap di lokasi tersebut.

Selanjutnya usai menangkap Nicola, polisi bergerak melakukan pencarian pelaku lainnya. Sehingga pelaku kedua, Gregory Lee Simpson ditangkap di tempat tinggal pacarnya di Jalan Setia Budi, Kuta, Badung.

Kedua pelaku lalu diamankan dan diinterogasi.  “Dari hasil interogasi, salah satu pelaku itu ternyata mantan anak buah korban. Sehingga dia mengetahhui seluk beluk korban,” tambah Kombes Jansen.

Dari penangkapan itu, selain barang elektronik seperti kamera, HP dan laptop, polisi juga mengamankan uang tunai ratusan juta.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/