alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Diduga Kebiasaan Taruhan Judi Online karena Putu Ari Punya Klien Besar

KASUS penggelapan uang perusahaan yang dilakukan Ni Putu Ari Susanti langsung bikin heboh dan viral.

Pasalnya gara-gara obsesinya ingin menang taruhan judi online, perempuan muda warga Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali ini nekat dan gelap mata melakukan tindak penggelapan uang milik perusahaan tempatnya bekerja.

Bikin heboh lagi, nilai uang yang ia gelapkan mencapai setengah miliar lebih. Lalu siapa sebenarnya dia?

 

EKA PRASETYA, Buleleng

USUT punya usut dari hasil penyidikan dan interogasi polisi, ternyata Ni Putu Ari Susanti yang bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi ini bukanlah sales sembarangan.

Pasalnya, meski sebagai sales biasa, diduga kebiasaan buruk taruhan judi online itu dilakukan karena ia banyak menangani klien besar, khususnya di wilayah Singaraja.

Baca Juga:  Lagi, Diminta Tutup, Pemilik Usaha Adu Mulut dengan Tim Satgas
- Advertisement -

Hal itu sebagaimana diungkap Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto saat jumpa pers, Rabu (29/12).

Menurutnya, sebelum gelap mata dan menilep uang perusahaan hingga ratusan juta, Putu Ari sering menangani transaksi pembelian pulsa serta pembelian kartu operator selular.

“Dia punya klien besar di Singaraja,”tegas AKBP Andrian.

Sedangkan terkait modus pelaku, Kapolres mengatakan, aksi Putu Ari itu dilakukan pada 13 Desember 2021 lalu.

Pada 11 Desember 2021 lalu, tersangka mendatangi salah satu outlet ponsel di wilayah Kelurahan Banyuning.

Tersangka menagih uang langganan pembelian pulsa.

Usai menagih uang, ternyata uang yang semestinya disetor ke perusahaanmalah disalahgunakan dan ditransfer ke rekening pribadi suaminya (suami tersangka).

Baca Juga:  Edan! Sewa Penginapan, 2 Pelaku Sengaja Datang di Konser untuk Nyopet

Adapun nilai yang disetor ke rekening pribadi itu mencapai Rp 300 juta.

Selanjutnya pada 13 Desember, hal serupa kembali dilakukan.

Kali ini uang yang disetorkan ke rekening pribadi mencapai Rp 338 juta. Uang itu kemudian digunakan kembali oleh tersangka untuk kepentingan pribadinya.

“Jadi sebagian uang yang diterima itu dipergunakan untuk bermain judi online. Uang sebesar Rp 537 juta ditarik tunai oleh pelaku dan suaminya. Sisanya yang Rp 115 juta telah disita oleh penyidik,” tukas Andrian.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 372 KUHP juncto Pasal 374 KUHP tentang Tindak Pidana Penggelapan di dalam perusahaan, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. 

- Advertisement -

KASUS penggelapan uang perusahaan yang dilakukan Ni Putu Ari Susanti langsung bikin heboh dan viral.

Pasalnya gara-gara obsesinya ingin menang taruhan judi online, perempuan muda warga Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali ini nekat dan gelap mata melakukan tindak penggelapan uang milik perusahaan tempatnya bekerja.

Bikin heboh lagi, nilai uang yang ia gelapkan mencapai setengah miliar lebih. Lalu siapa sebenarnya dia?

 

EKA PRASETYA, Buleleng

USUT punya usut dari hasil penyidikan dan interogasi polisi, ternyata Ni Putu Ari Susanti yang bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi ini bukanlah sales sembarangan.

Pasalnya, meski sebagai sales biasa, diduga kebiasaan buruk taruhan judi online itu dilakukan karena ia banyak menangani klien besar, khususnya di wilayah Singaraja.

Baca Juga:  Warga Haturkan Banten Pejati, Sumpahi Jaksa yang Mainkan Korupsi LPD Serangan

Hal itu sebagaimana diungkap Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto saat jumpa pers, Rabu (29/12).

Menurutnya, sebelum gelap mata dan menilep uang perusahaan hingga ratusan juta, Putu Ari sering menangani transaksi pembelian pulsa serta pembelian kartu operator selular.

“Dia punya klien besar di Singaraja,”tegas AKBP Andrian.

Sedangkan terkait modus pelaku, Kapolres mengatakan, aksi Putu Ari itu dilakukan pada 13 Desember 2021 lalu.

Pada 11 Desember 2021 lalu, tersangka mendatangi salah satu outlet ponsel di wilayah Kelurahan Banyuning.

Tersangka menagih uang langganan pembelian pulsa.

Usai menagih uang, ternyata uang yang semestinya disetor ke perusahaanmalah disalahgunakan dan ditransfer ke rekening pribadi suaminya (suami tersangka).

Baca Juga:  Kepepet Ekonomi, Kurir Sabu, Emak-emak Asal Garut Dituntut 9 Tahun Bui

Adapun nilai yang disetor ke rekening pribadi itu mencapai Rp 300 juta.

Selanjutnya pada 13 Desember, hal serupa kembali dilakukan.

Kali ini uang yang disetorkan ke rekening pribadi mencapai Rp 338 juta. Uang itu kemudian digunakan kembali oleh tersangka untuk kepentingan pribadinya.

“Jadi sebagian uang yang diterima itu dipergunakan untuk bermain judi online. Uang sebesar Rp 537 juta ditarik tunai oleh pelaku dan suaminya. Sisanya yang Rp 115 juta telah disita oleh penyidik,” tukas Andrian.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 372 KUHP juncto Pasal 374 KUHP tentang Tindak Pidana Penggelapan di dalam perusahaan, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/