alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Pabrik Ekstasi Rumahan di Denpasar Jadi Catatan Khusus Polda Bali

DENPASAR-Selama kurun waktu setahun, Kepolisian Daerah (Polda) Bali mencatat ada total 717 kasus penyalahgunaan narkotika di Bali pada 2021.

Meski masih sangat tinggi, angka ini diakui menurun sebanyak 58 kasus atau sekitar 7,48 persen dari kasus serupa pada tahun sebelumnya (2020) dengan total 775 kasus.

“Jumlahnya menurun 7,48 persen dibanding tahun 2020,” terang Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Ketut Suardana saat kegiatan jumpa pers akhir tahun di Mapolda Bali, Rabu (29/12/2021).

Lebih lanjut, perwira tinggi Polri dengan bintang satu di pundak ini menambahkan, untuk jumlah barang bukti pada tahun 2021, Polda Bali mengamankan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 7,813 kilogram, ekstasi 3.620 butir, ganja dengan berat 28,434 kilogram serta 19 batang pohon ganja.

Sedangkan untuk kasus narkotika paling menonjol selama tahun 2021, Brigjen Suardana mengatakan, jika produksi narkoba home industri yang terletak di sebuah rumah kontrakan di jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan menjadi catatan tersendiri bagi Polda Bali.

Baca Juga:  FAKTA BARU! Sopir Go Car Itu Diduga Dianiaya Tentara Jerman

Pasalnya, dari pabrik ekstasi rumahan yang dilakukan oleh Tersangka Samto, polisi mengamankan barang bukti ekstasi buatan pria berusia 49 tahun itu sebanyak 286 butir ekstasi dan 106,92 sabu.

“Yang menonjol itu yang produksi narkoba home industri itu,” ungkap Brigjen Suardana.

Adapun terkait kronologi penangkapan, wakapolda mengurai, kasus itu bermula saat petugas kepolisian mencurigai adanya transaksi narkoba di Perumahan Kerta Petasikan, Denpasar Selatan, Rabu (14/7/2021) sekitar pukul 16.00 WITA lalu.

Usai mendapat informasi, polisi lalu melakukan penyanggongan. Saat penyelidikan, polisi mendapati seorang yang diduga sebagai pelaku mengendarai sepeda motor melawan arah menuju sebuah halte bus di Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar Selatan.

Baca Juga:  Direktur PT DIM Dituding Menipu, Togar Klaim Salah Alamat dan Ngawur

Sempat terlibat aksi kejar-kejaran saat pelaku mengetahui sedang diintai polisi, namun akhirnya polisi berhasil membekuk Samto.

 

Bahkan, saat hendak ditangkap, tersangka sempat berupaya membuang barang bukti lima butir pil ekstasi.

Setelah diamankan dan dilakukan pengembangan ke rumahnya. Di sana, polisi menemukan 281 butir ekstasi dan sabu seberat 106,92 gram.

 

Saat diinterogasi, pelaku mengakui telah memproduksi sabu lebih dari tiga bulan lamanya.

Ekstasi rumahan itu diproduksi di salah satu kamar khusus di dalam rumahnya.

Dan atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika serta Pasal 113 ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun.


DENPASAR-Selama kurun waktu setahun, Kepolisian Daerah (Polda) Bali mencatat ada total 717 kasus penyalahgunaan narkotika di Bali pada 2021.

Meski masih sangat tinggi, angka ini diakui menurun sebanyak 58 kasus atau sekitar 7,48 persen dari kasus serupa pada tahun sebelumnya (2020) dengan total 775 kasus.

“Jumlahnya menurun 7,48 persen dibanding tahun 2020,” terang Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Ketut Suardana saat kegiatan jumpa pers akhir tahun di Mapolda Bali, Rabu (29/12/2021).

Lebih lanjut, perwira tinggi Polri dengan bintang satu di pundak ini menambahkan, untuk jumlah barang bukti pada tahun 2021, Polda Bali mengamankan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 7,813 kilogram, ekstasi 3.620 butir, ganja dengan berat 28,434 kilogram serta 19 batang pohon ganja.

Sedangkan untuk kasus narkotika paling menonjol selama tahun 2021, Brigjen Suardana mengatakan, jika produksi narkoba home industri yang terletak di sebuah rumah kontrakan di jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan menjadi catatan tersendiri bagi Polda Bali.

Baca Juga:  Nasabah Jadi Korban Skimming, YLPK: Bank Harus Tanggung Jawab

Pasalnya, dari pabrik ekstasi rumahan yang dilakukan oleh Tersangka Samto, polisi mengamankan barang bukti ekstasi buatan pria berusia 49 tahun itu sebanyak 286 butir ekstasi dan 106,92 sabu.

“Yang menonjol itu yang produksi narkoba home industri itu,” ungkap Brigjen Suardana.

Adapun terkait kronologi penangkapan, wakapolda mengurai, kasus itu bermula saat petugas kepolisian mencurigai adanya transaksi narkoba di Perumahan Kerta Petasikan, Denpasar Selatan, Rabu (14/7/2021) sekitar pukul 16.00 WITA lalu.

Usai mendapat informasi, polisi lalu melakukan penyanggongan. Saat penyelidikan, polisi mendapati seorang yang diduga sebagai pelaku mengendarai sepeda motor melawan arah menuju sebuah halte bus di Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar Selatan.

Baca Juga:  Razia Prokes, Petugas Gabungan Obok-obok Kafe dan Pasar di Denpasar

Sempat terlibat aksi kejar-kejaran saat pelaku mengetahui sedang diintai polisi, namun akhirnya polisi berhasil membekuk Samto.

 

Bahkan, saat hendak ditangkap, tersangka sempat berupaya membuang barang bukti lima butir pil ekstasi.

Setelah diamankan dan dilakukan pengembangan ke rumahnya. Di sana, polisi menemukan 281 butir ekstasi dan sabu seberat 106,92 gram.

 

Saat diinterogasi, pelaku mengakui telah memproduksi sabu lebih dari tiga bulan lamanya.

Ekstasi rumahan itu diproduksi di salah satu kamar khusus di dalam rumahnya.

Dan atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika serta Pasal 113 ayat (1) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/