alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Sakit Hati Disuruh Minum Air Got, Pembunuh Putu Sekar Divonis 10 Tahun

SINGARAJA – I Gede Budiadnyana alias Sabar, terdakwa kasus pembunuhan seorang janda di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng pada tahun 2020 lalu, Rabu (29/12) tadi menjalani sidang vonis.

Majelis hakim di Pengadilan Negeri Singaraja akhirnya mengetuk palu vonis terhadap terdakwa Gede Budiadnyana.

Vonis itu dijatuhkan majelis hakim lewat persidangan secara daring.

Saat pembacaan amar putusan, Ketua Majelis Hakim Eva Margareta Manurung, didampingi dua orang hakim anggota, yakni Made Hermayanti Muliartha dan Ni Made Kushandari menyatakan, terdakwa I Gede Budiadnyana alias Sabar terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan.

Terdakwa dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan alternative kesatu Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari lama pidana yang dijatuhkan,” kata Majelis Hakim Eva Manurung.

Baca Juga:  Gress! Selain Ketahuan Ngintip, Pelaku Bringas Karena Cintanya Ditolak

Namun sebelum menjatuhkan pidana, majelis hakim terlebih dahulu mengurai hal-hal yang meringankan maupun memberatkan vonis terdakwa.

Hal yang meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya. Selain itu terdakwa juga belum pernah dipidana.

Sedanghkan pertimbangan yang memberatkan, selain akibat perbuatan terdakwa dinilai sangat meresahkan masyarakat. Terlebih terdakwa baru tertangkap 11 bulan sejak peristiwa pembunuhan terjadi.

Terhadap putusan tersebut, majelis hakim memberikan waktu selama 7 hari bagi terdakwa I Gede Budiadnyana alias Sabar maupun pada JPU Ida Kade Widiatmika untuk mengajukan banding.

Apabila tidak ada upaya banding, maka putusan itu akan langsung dinyatakan incraht.

Sekadar diketahui, kasus pembunuhan terhadap Ni Putu Sekar terjadi pada 13 Juli 2020 lalu.

Baca Juga:  Nikmati Jadi Kurir Narkoba, Pemuda 20 Tahun Dituntut 17 Tahun Penjara

Wanita berusia 50 tahun tersebut ditemukan tewas bersimbah darah di warung miliknya, di Desa Depeha.

Polisi butuh waktu selama hampir setahun untuk mengungkap kasus tersebut. Tersangka I Gede Budiadnyana alias Sabar akhirnya ditangkap polisi pada 5 Juni 2021.

Dari pemeriksaan polisi, tersangka menghabisi nyawa korban karena tersinggung.

Saat berbelanja di warung milik korban, uang yang dibawa terdakwa kurang seribu rupiah. Versi terdakwa, ia disuruh meminum air got, hanya karena uangnya kurang.

Terdakwa kemudian secara spontan menghabisi korban menggunakan parang yang ada di warung korban.


SINGARAJA – I Gede Budiadnyana alias Sabar, terdakwa kasus pembunuhan seorang janda di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng pada tahun 2020 lalu, Rabu (29/12) tadi menjalani sidang vonis.

Majelis hakim di Pengadilan Negeri Singaraja akhirnya mengetuk palu vonis terhadap terdakwa Gede Budiadnyana.

Vonis itu dijatuhkan majelis hakim lewat persidangan secara daring.

Saat pembacaan amar putusan, Ketua Majelis Hakim Eva Margareta Manurung, didampingi dua orang hakim anggota, yakni Made Hermayanti Muliartha dan Ni Made Kushandari menyatakan, terdakwa I Gede Budiadnyana alias Sabar terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan.

Terdakwa dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan alternative kesatu Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari lama pidana yang dijatuhkan,” kata Majelis Hakim Eva Manurung.

Baca Juga:  Mabuk Arak, Suami di Buleleng Tega Aniaya Istri Siri Hingga Tewas

Namun sebelum menjatuhkan pidana, majelis hakim terlebih dahulu mengurai hal-hal yang meringankan maupun memberatkan vonis terdakwa.

Hal yang meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya. Selain itu terdakwa juga belum pernah dipidana.

Sedanghkan pertimbangan yang memberatkan, selain akibat perbuatan terdakwa dinilai sangat meresahkan masyarakat. Terlebih terdakwa baru tertangkap 11 bulan sejak peristiwa pembunuhan terjadi.

Terhadap putusan tersebut, majelis hakim memberikan waktu selama 7 hari bagi terdakwa I Gede Budiadnyana alias Sabar maupun pada JPU Ida Kade Widiatmika untuk mengajukan banding.

Apabila tidak ada upaya banding, maka putusan itu akan langsung dinyatakan incraht.

Sekadar diketahui, kasus pembunuhan terhadap Ni Putu Sekar terjadi pada 13 Juli 2020 lalu.

Baca Juga:  Marak Bayi Dibuang, Proses Adopsi Bayi Bisa Langsung di Dinsos Bali

Wanita berusia 50 tahun tersebut ditemukan tewas bersimbah darah di warung miliknya, di Desa Depeha.

Polisi butuh waktu selama hampir setahun untuk mengungkap kasus tersebut. Tersangka I Gede Budiadnyana alias Sabar akhirnya ditangkap polisi pada 5 Juni 2021.

Dari pemeriksaan polisi, tersangka menghabisi nyawa korban karena tersinggung.

Saat berbelanja di warung milik korban, uang yang dibawa terdakwa kurang seribu rupiah. Versi terdakwa, ia disuruh meminum air got, hanya karena uangnya kurang.

Terdakwa kemudian secara spontan menghabisi korban menggunakan parang yang ada di warung korban.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/