alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Atribut Dicabut, PHDI Bali Segera Temui Oknum Sulinggih di Tahanan

GIANYAR-Rapat bersama yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali bersama tiga PHDI kabupaten (Bangli, Karangasem, dan PHDI Gianyar) secara sepakat meminta agar tersangka pencabulan I Wayan Mahardika alias IWM mencopot seluruh atribut kesulinggihan.

 

Selanjutnya, dengan pencopotan atribut sulinggih, maka IWM dilarang  mengikat rambut ke atas (meprucut), membawa tongkat (teteken) dan berbusana sulinggih

 

Kemudian, terkait keputusan rapat bersama PHDI, Ketua PHDI Gianyar, Wayan Ardana, menyatakan bahwa  PHDI Bali dalam waktu dekat akan segera mendatangi IMW di ruang tahanan Kejaksaan.

 

“Nanti PHDI Bali yang langsung menyampaikan (keputusan rapat) ke yang bersangkutan di tahanan Kejaksaan. Karena harus yang bersangkutan melepas prucutnya (ikat kepala),” ungkap Ardana.

Baca Juga:  Pria asal Surabaya Dikeroyok hingga Babak Belur di Denpasar
- Advertisement -

 

Ardana yang juga anggota Tim Ahli Bupati Gianyar itu menambahkan, di Gianyar pihaknya mengimbau kepada umat Hindu yang hendak menjadi sulinggih untuk mengikuti prosedur.

 

“Manakala ingin menjadi sulinggih, melalui lembaga umat Hindu yang diakui pemerintah. Yaitu melalui PHDI sebagai majelis tertinggi umat Hindu,” pungkasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, IMW yang bergelar Ida Begawan diduga melakukan pencabulan di Tukad Campuhan, Desa/Kecamatan Tampaksiring pada pertengahan 2020 lalu.

 

Saat kejadian, IMW hendak melukat (membersihkan) pasangan suami istri.

 

Diduga, istri korban dicabuli saat melukat. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polda Bali. Dan saat ini, selain kasus sudah bergulir ke Kejaksaan Negeri Denpasar, penyidik juga telah menahan IMW.

Baca Juga:  MIRIS! Balap Liar di Denpasar, Puluhan Pelajar Ditangkap, Ada Siswa SD
- Advertisement -

GIANYAR-Rapat bersama yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali bersama tiga PHDI kabupaten (Bangli, Karangasem, dan PHDI Gianyar) secara sepakat meminta agar tersangka pencabulan I Wayan Mahardika alias IWM mencopot seluruh atribut kesulinggihan.

 

Selanjutnya, dengan pencopotan atribut sulinggih, maka IWM dilarang  mengikat rambut ke atas (meprucut), membawa tongkat (teteken) dan berbusana sulinggih

 

Kemudian, terkait keputusan rapat bersama PHDI, Ketua PHDI Gianyar, Wayan Ardana, menyatakan bahwa  PHDI Bali dalam waktu dekat akan segera mendatangi IMW di ruang tahanan Kejaksaan.

 

“Nanti PHDI Bali yang langsung menyampaikan (keputusan rapat) ke yang bersangkutan di tahanan Kejaksaan. Karena harus yang bersangkutan melepas prucutnya (ikat kepala),” ungkap Ardana.

Baca Juga:  UPDATE! Polda Pastikan Dugaan Pungli Tirta Empul Tetap Diproses Hukum

 

Ardana yang juga anggota Tim Ahli Bupati Gianyar itu menambahkan, di Gianyar pihaknya mengimbau kepada umat Hindu yang hendak menjadi sulinggih untuk mengikuti prosedur.

 

“Manakala ingin menjadi sulinggih, melalui lembaga umat Hindu yang diakui pemerintah. Yaitu melalui PHDI sebagai majelis tertinggi umat Hindu,” pungkasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, IMW yang bergelar Ida Begawan diduga melakukan pencabulan di Tukad Campuhan, Desa/Kecamatan Tampaksiring pada pertengahan 2020 lalu.

 

Saat kejadian, IMW hendak melukat (membersihkan) pasangan suami istri.

 

Diduga, istri korban dicabuli saat melukat. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polda Bali. Dan saat ini, selain kasus sudah bergulir ke Kejaksaan Negeri Denpasar, penyidik juga telah menahan IMW.

Baca Juga:  FAKTA BARU! Versi Polisi, Pembunuh Bayi Kembar Itu Ibu Kandung, Kokā€¦

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/