alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Gegara Tolak Tawaran Bugil dan Bercumbu Bertiga, Bule Aniaya Bos Spa

BADUNG-Sebuah rekaman video aksi penganiayaan yang dilakukan seorang warga Negara asing (WNA) viral di media sosial.

 

Kali ini, diduga karena hasrat dan fantasi seksualnya tak terpenuhi, seorang bule pria mengamuk dan menganiaya seorang owner Spa di kawasan Kayu Aya, Seminyak, Kuta, Badung, Bali.

 

Ketut Darmini, perempuan 45 tahun yang merupakan owner atau pemilik Coconut Spa di Seminyak ini jadi korban kekerasan fisik oleh salah satu customernya, pada Minggu (28/3) sekitar pukul 14.00 WITA lalu.

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, Selasa (30/3), aksi penganiayaan yang dilakukan pria bule, ini terjadi di depan vila yang lokasinya berdekatan persis dengan Coconut Spa.

 

“Ya Villa itu persis berada di ujung gang Buntu. Sementara lokasi spa juga berada di Gang buntu itu, tepatnya di depan bagian timur jalan di Kawasan Kayu Aya, Siminyak, Kuta, Badung,” ujar Putu Adi salah satu saksi saat ditemui Jawa Pos Radar Bali, Selasa (30/3).

 

Selanjutnya, sambil menunjukkan rekaman video aksi kekerasan, Adi menceritakan jika pelaku terus marah dan mengumpat. Bahkan tak hanya marah dan mengeluarkan kata cacian kotor, pelaku juga terlihat memukul lengan tangan kanan Ketut Darmini.

 

Akibat lengan tangan kanannya dipukul, sampai-samapi handphone yang dipegang Bos SPA itu terjatuh ketika merekam bule sedang ngamuk-ngamuk.

 

“Tapi bule (pelaku) itu tidak sadar kalau perbuatannya memukul korban dan marah-marah direkam oleh berapa terapis,”imbuh Adi.

 

Selanjutnya, belum puas memukul lengan korban, pelaku yang diketahui tak mengenakan baju usai keluar dari villa itu kemudian juga sempat mengusir korban Darmini. “Bahkan dia juga sempat memukul helm yang dikenakan korban,”tambah Adi.

 

 

Sementara itu, korban Ni Ketut Darmini saat dikonfirmasi membenarkan terkait penganiayaan yang dialaminya.

Baca Juga:  Serius, Kejati Teliti Dugaan Korupsi di Desa Dauh Puri Kelod

 

Menurutnya, peristiwa penganiayaan yang menimpa dirinya itu, berawal dari salah seorang perempuan yang mengaku sebagai karyawati villa datang ke spa miliknya.

 

Saat datang ke Spa (Coconut Spa), karyawati Villa ini disambut oleh Saksi Dek Mini alias Inul (karyawan Coconut spa sekaligus keponakan korban Darmini).

 

 

Usai datang, perempuan yang mengaku karyawati villa ini menyampaikan pesan kepada Saksi Dek Mini, bahwa pacar dari pemilik villa (pacar pelaku) hendak massage sesuai tarif Rp100 ribu.

 

Usai menyampaikan pesan, karyawati villa ini kemudian mengajak Saksi Dek Mini masuk ke dalam villa.

“Saat itu, keponakan saya (Saksi Dek Mini) diantar oleh karyawati villa ini sampai depan pintu kamar pemilik vila (pelaku),”terang Darmini.

 

Selanjutnya, usai tiba di depan pintu, Saksi Dek Mini alias Inul kemudian dipersilahkan masuk ke kamar.

 

Saat hendak masuk ke kamar, imbuh Darmini, keponakannya (Dek Mini) melihat si pemilik villa (pelaku) terlihat setengah telanjang dengan hanya mengenakan celana pendek.

 

Sedangkan di dekat bule, saksi Dek Mini melihat kekasih atau pacar bule tidak mengenakan busana sama sekali alias telanjang bulat.

 

Selanjutnya, melihat kedatangan Saksi Dek Mini, perempuan lokal yang diduga pacar bule (pacar pelaku)ini langsung bergegas mengambil sprei kasur lalu melilitkan ke bagian pinggangnya.

 

Sedangkan tanganya disilang menutup payudara.

 

“Tetapi dari pengakuan keponakan saya, si perempuan yang diduga pacar si bule (pelaku) ini terlihat menangis,”kata Darmini.

 

Bahkan saat si perempuan ini menangis, lelaki bule (pelaku) itu juga terlihat membentak dan dan memaksa Saksi Dek Mini melucuti pakaiannya.

 

“Di dalam kamar itu keponakan saya merasa aneh. Dia (Saksi Dek Mini) bilang ke si bule ini “Saya mau mijit ibu (pacar pelaku), dan ngapaian saya harus buka pakaian atau disuruh telanjang?. Ponakan saya ini juga bertanya ke si bule ini apa maksudnya?,”kata Darmini yang diamini Dek Mini.

Baca Juga:  Begini Kronologis Santika Jambret Lalu Dihajar Massa Hingga Sekarat

Selanjutnya, usai mendapat pertanyaan dari Saksi Dek Mini, Si Bule ini kemudian menjabat dengan jawaban yang mengejutkan.

 

“Dia (Si Bule) jawab bahwa dia mau bercinta dengan cara threesome alias bertiga. Lagi saya menanyakan, kenapa diluar tadi karyawanmu sampaikan bahwa yang massage istrinya, kenapa saya sekarang dipaksa telanjang untuk threesome?,” aku Dek Mini yang didampingi Darmini.

Singkat cerita, lantaran Saksi Dek Mini alias Inul menolak ajakan pelaku melakukan fantasi seks bertiga, spontan pelaku dengan nada tinggi langsung membentak Saksi Dek Mini.

 

 “Kenapa kamu tidak mau? saya kasih uang”kata si bule sambil bergegas menuju pintu.

 

Melihat pelaku menuju arah pintu dan menduga pintu kamar akan dikunci, dengan ketakutan, Saksi Dek Mini langsung bergegas kabur berlari keluar kamar.

 

 Ia bergegas keluar dari Villa melalaui gerbang depan. “Ya saya kembali ke spa. Diapun (pelaku) ikuti aku ke sini dan marah-marah. Ada teman yang telepon bos (Korban Darmini). Tak berselang lama, bos datang ke span. Justru bos saya malah dianiaya,”terangnya.

 

Selanjutnya, tak terima dianiaya, Darmini ditemani keponakannya langsung melapor ke Polsek Kuta.

Sementara itu, terkait kasus penganiayaan yang dialami korban, Kapolsek Kuta AKP Agung Ayu Udayani Addi belum bisa dikonfirmasi.

Pun demikian Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi. Saat dikonfirmasi terpisah, pihaknya berdalih belum menerima laporan. “Masalah ini belum ada laporan masuk. Coba saya cek dulu ya,” tukas Iptu Sukadi.


BADUNG-Sebuah rekaman video aksi penganiayaan yang dilakukan seorang warga Negara asing (WNA) viral di media sosial.

 

Kali ini, diduga karena hasrat dan fantasi seksualnya tak terpenuhi, seorang bule pria mengamuk dan menganiaya seorang owner Spa di kawasan Kayu Aya, Seminyak, Kuta, Badung, Bali.

 

Ketut Darmini, perempuan 45 tahun yang merupakan owner atau pemilik Coconut Spa di Seminyak ini jadi korban kekerasan fisik oleh salah satu customernya, pada Minggu (28/3) sekitar pukul 14.00 WITA lalu.

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, Selasa (30/3), aksi penganiayaan yang dilakukan pria bule, ini terjadi di depan vila yang lokasinya berdekatan persis dengan Coconut Spa.

 

“Ya Villa itu persis berada di ujung gang Buntu. Sementara lokasi spa juga berada di Gang buntu itu, tepatnya di depan bagian timur jalan di Kawasan Kayu Aya, Siminyak, Kuta, Badung,” ujar Putu Adi salah satu saksi saat ditemui Jawa Pos Radar Bali, Selasa (30/3).

 

Selanjutnya, sambil menunjukkan rekaman video aksi kekerasan, Adi menceritakan jika pelaku terus marah dan mengumpat. Bahkan tak hanya marah dan mengeluarkan kata cacian kotor, pelaku juga terlihat memukul lengan tangan kanan Ketut Darmini.

 

Akibat lengan tangan kanannya dipukul, sampai-samapi handphone yang dipegang Bos SPA itu terjatuh ketika merekam bule sedang ngamuk-ngamuk.

 

“Tapi bule (pelaku) itu tidak sadar kalau perbuatannya memukul korban dan marah-marah direkam oleh berapa terapis,”imbuh Adi.

 

Selanjutnya, belum puas memukul lengan korban, pelaku yang diketahui tak mengenakan baju usai keluar dari villa itu kemudian juga sempat mengusir korban Darmini. “Bahkan dia juga sempat memukul helm yang dikenakan korban,”tambah Adi.

 

 

Sementara itu, korban Ni Ketut Darmini saat dikonfirmasi membenarkan terkait penganiayaan yang dialaminya.

Baca Juga:  Ikut Tren di Medsos, Sekelompok Remaja Terlibat Perang Sarung

 

Menurutnya, peristiwa penganiayaan yang menimpa dirinya itu, berawal dari salah seorang perempuan yang mengaku sebagai karyawati villa datang ke spa miliknya.

 

Saat datang ke Spa (Coconut Spa), karyawati Villa ini disambut oleh Saksi Dek Mini alias Inul (karyawan Coconut spa sekaligus keponakan korban Darmini).

 

 

Usai datang, perempuan yang mengaku karyawati villa ini menyampaikan pesan kepada Saksi Dek Mini, bahwa pacar dari pemilik villa (pacar pelaku) hendak massage sesuai tarif Rp100 ribu.

 

Usai menyampaikan pesan, karyawati villa ini kemudian mengajak Saksi Dek Mini masuk ke dalam villa.

“Saat itu, keponakan saya (Saksi Dek Mini) diantar oleh karyawati villa ini sampai depan pintu kamar pemilik vila (pelaku),”terang Darmini.

 

Selanjutnya, usai tiba di depan pintu, Saksi Dek Mini alias Inul kemudian dipersilahkan masuk ke kamar.

 

Saat hendak masuk ke kamar, imbuh Darmini, keponakannya (Dek Mini) melihat si pemilik villa (pelaku) terlihat setengah telanjang dengan hanya mengenakan celana pendek.

 

Sedangkan di dekat bule, saksi Dek Mini melihat kekasih atau pacar bule tidak mengenakan busana sama sekali alias telanjang bulat.

 

Selanjutnya, melihat kedatangan Saksi Dek Mini, perempuan lokal yang diduga pacar bule (pacar pelaku)ini langsung bergegas mengambil sprei kasur lalu melilitkan ke bagian pinggangnya.

 

Sedangkan tanganya disilang menutup payudara.

 

“Tetapi dari pengakuan keponakan saya, si perempuan yang diduga pacar si bule (pelaku) ini terlihat menangis,”kata Darmini.

 

Bahkan saat si perempuan ini menangis, lelaki bule (pelaku) itu juga terlihat membentak dan dan memaksa Saksi Dek Mini melucuti pakaiannya.

 

“Di dalam kamar itu keponakan saya merasa aneh. Dia (Saksi Dek Mini) bilang ke si bule ini “Saya mau mijit ibu (pacar pelaku), dan ngapaian saya harus buka pakaian atau disuruh telanjang?. Ponakan saya ini juga bertanya ke si bule ini apa maksudnya?,”kata Darmini yang diamini Dek Mini.

Baca Juga:  Polsek Kuta Periksa 10 Saksi, Penetapan Tersangka Tinggal Tunggu Waktu

Selanjutnya, usai mendapat pertanyaan dari Saksi Dek Mini, Si Bule ini kemudian menjabat dengan jawaban yang mengejutkan.

 

“Dia (Si Bule) jawab bahwa dia mau bercinta dengan cara threesome alias bertiga. Lagi saya menanyakan, kenapa diluar tadi karyawanmu sampaikan bahwa yang massage istrinya, kenapa saya sekarang dipaksa telanjang untuk threesome?,” aku Dek Mini yang didampingi Darmini.

Singkat cerita, lantaran Saksi Dek Mini alias Inul menolak ajakan pelaku melakukan fantasi seks bertiga, spontan pelaku dengan nada tinggi langsung membentak Saksi Dek Mini.

 

 “Kenapa kamu tidak mau? saya kasih uang”kata si bule sambil bergegas menuju pintu.

 

Melihat pelaku menuju arah pintu dan menduga pintu kamar akan dikunci, dengan ketakutan, Saksi Dek Mini langsung bergegas kabur berlari keluar kamar.

 

 Ia bergegas keluar dari Villa melalaui gerbang depan. “Ya saya kembali ke spa. Diapun (pelaku) ikuti aku ke sini dan marah-marah. Ada teman yang telepon bos (Korban Darmini). Tak berselang lama, bos datang ke span. Justru bos saya malah dianiaya,”terangnya.

 

Selanjutnya, tak terima dianiaya, Darmini ditemani keponakannya langsung melapor ke Polsek Kuta.

Sementara itu, terkait kasus penganiayaan yang dialami korban, Kapolsek Kuta AKP Agung Ayu Udayani Addi belum bisa dikonfirmasi.

Pun demikian Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi. Saat dikonfirmasi terpisah, pihaknya berdalih belum menerima laporan. “Masalah ini belum ada laporan masuk. Coba saya cek dulu ya,” tukas Iptu Sukadi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/