alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Berkelahi Berujung Pembacokan di Kuta Selatan, 2 Pihak Jadi Tersangka

BADUNG – Kepolisian Polsek Kuta Selatan menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkelahian yang berujung pembacokan di Kuta Selatan. Tiga orang pelaku berasal dari kedua pihak yang berkelahi. Sehingga impas. Sebagai korban, sekaligus pelaku penganiayaan.

 

Sementara itu, EEP sendiri sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka terlebih dahulu oleh Polsek Kuta Selatan. Dia dijerat EEP dikenakan Pasal 351 ayat 2. Sedangkan AY, 51 dan anaknya FDY, 23 dikenai Pasal 170 KUHP terkait penganiayaan bersama-sama atau pengeroyokan.

 

“Sudah kami klarifikasi. Itu kasusnya saling lapor. Sementara, pelaku 351-nya (penganiayaan biasa) sudah kami tahan. Sedangkan yang orang tua dan anaknya kami sudah kasi surat panggilan,” kata Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan, Iptu Agung Diantara, Rabu (30/3/2022).

 

Kasus ini bermula saat AY mendapat kabar bahwa anaknya berinisial FDF diianiaya orang. AY lalu bersama anaknya yang lain, FYD mendatangi lokasi kejadian untuk menolong sang anak.

Setibanya di lokasi kejadian mereka lalu bertemu dengan empat orang pemuda mabuk. Dari keempatnya salah satunya adalah EEP.

 

Di sana, EEP dan kawan-kawannya diduga menantang AY dan FDY. Perkelahian pun tak terhindarkan. Hingga akhirnya salah satu dari keempat pelaku yang diduga sebagai EEP membacok kepala AY. 

 

Setelah peristiwa itu, AY dan FDY melapor ke polisi. Hingga akhirnya EEP ditangkap lebih dahulu.

Setelah ditangkap, EEP lalu membuat laporan terhadap AY dan FDY. Hingga akhirnya ayah dan anaknya itu juga dijadikan tersangka kasus pengeroyokan oleh Polsek Kuta Selatan.

Mengenai kronologi lengkap peristiwa perkelahian di Kuta Selatan ini, baik lokasi maupun waktu kejadiannya, Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan, Iptu Agung Diantara belum memberikan penjelasan secara detail. 



BADUNG – Kepolisian Polsek Kuta Selatan menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkelahian yang berujung pembacokan di Kuta Selatan. Tiga orang pelaku berasal dari kedua pihak yang berkelahi. Sehingga impas. Sebagai korban, sekaligus pelaku penganiayaan.

 

Sementara itu, EEP sendiri sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka terlebih dahulu oleh Polsek Kuta Selatan. Dia dijerat EEP dikenakan Pasal 351 ayat 2. Sedangkan AY, 51 dan anaknya FDY, 23 dikenai Pasal 170 KUHP terkait penganiayaan bersama-sama atau pengeroyokan.

 

“Sudah kami klarifikasi. Itu kasusnya saling lapor. Sementara, pelaku 351-nya (penganiayaan biasa) sudah kami tahan. Sedangkan yang orang tua dan anaknya kami sudah kasi surat panggilan,” kata Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan, Iptu Agung Diantara, Rabu (30/3/2022).

 

Kasus ini bermula saat AY mendapat kabar bahwa anaknya berinisial FDF diianiaya orang. AY lalu bersama anaknya yang lain, FYD mendatangi lokasi kejadian untuk menolong sang anak.

Setibanya di lokasi kejadian mereka lalu bertemu dengan empat orang pemuda mabuk. Dari keempatnya salah satunya adalah EEP.

 

Di sana, EEP dan kawan-kawannya diduga menantang AY dan FDY. Perkelahian pun tak terhindarkan. Hingga akhirnya salah satu dari keempat pelaku yang diduga sebagai EEP membacok kepala AY. 

 

Setelah peristiwa itu, AY dan FDY melapor ke polisi. Hingga akhirnya EEP ditangkap lebih dahulu.

Setelah ditangkap, EEP lalu membuat laporan terhadap AY dan FDY. Hingga akhirnya ayah dan anaknya itu juga dijadikan tersangka kasus pengeroyokan oleh Polsek Kuta Selatan.

Mengenai kronologi lengkap peristiwa perkelahian di Kuta Selatan ini, baik lokasi maupun waktu kejadiannya, Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan, Iptu Agung Diantara belum memberikan penjelasan secara detail. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/