28.7 C
Denpasar
Thursday, June 8, 2023

Dokter yang Diduga Aniaya Ibu Kandung Mangkir Panggilan Polisi

DENPASAR – Dokter berinisial IGA yang diduga menganiaya ibu kandungnya sudah dilaporkan ke Mapolresta Denpasar. Bahkan, dr. IGA sudah dipanggil polisi, namun mangkir.

Diketahui, Bisloitasari Manullang melaporkan anaknya, dokter IGA ke Mapolresta Denpasar dengan nomor laporan polisi Lp/ B/ 234/ III/ 2022/ Reskrim/ Polresta Denpasar/ Polda Bali. 

 

Bisloitasari Manullang mengaku dipukul anaknya yang mengenai wajah hingga memar. Peristiwanya terjadi pada Minggu (13/3/2022) lalu di Jalan Tukad Balian, Denpasar, yakni di rumah tante dan pamannya.

 

Saat itu, ia meminta dibantu mengurus surat-surat identitas diri kepada paman dan tantenya. Saat bersamaan, tantenya ingin mendamaikan hubungan antara Bisloitasari dengan suami dan anaknya. Suaminya adalah seorang dokter giri yang tugas di Puskesmas di Karangasem.

Baca Juga:  Dilayar ke Rutan Bangli, 12 Napi Tempati Blok Isolasi

 

Nah, ketika bertemu dengan tante, paman, suami, dan anaknya itulah Bisloitasari malah dipukul anaknya. Sang anak, dokter IGA mengepal-ngepalkan tangannya, kemudian memukulnya.

 

“Dia (anaknya) bilang tidak percaya durhaka, dengan jarak dekat, dia memukul saya hingga saya tak sadarkan diri,” ujar Ita, panggilan ibu tersebut saat diperiksa di Mapolresta Denpasar pada Senin (28/3/2022).

 

Kasus ini pun dilaporkan ke Polisi oleh Iya. Namun sudah dua minggu berlalu, kasus ini belum naik ke tahap penetapan tersangka. Padahal sejumlah bukti dan saksi sudah dimiliki oleh Ita sudah dilaporkan ke Polisi.

 

Untuk itu, ia kembali mendatangi Mapolresta Denpasar untuk menanyai ke pihak kepolisian. Kabar yang dia dapat, polisi sudah memanggil dua kali si terduga pelaku, dokter IGA, namun mangkir. Dokter IGA disebut hadir ke Kantor Polisi.

Baca Juga:  Ditemukan Luka Terbuka dan Teriris di Leher Pasutri Jepang yang Tewas

 

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi membenarkan adanya laporan tersebut.

 

“Laporan sudah ditindaklanjuti. Infonya, penyidik telah mengirimkan surat panggilan sebagai saksi terhadap terlapor,” kata Sukadi singkat.



DENPASAR – Dokter berinisial IGA yang diduga menganiaya ibu kandungnya sudah dilaporkan ke Mapolresta Denpasar. Bahkan, dr. IGA sudah dipanggil polisi, namun mangkir.

Diketahui, Bisloitasari Manullang melaporkan anaknya, dokter IGA ke Mapolresta Denpasar dengan nomor laporan polisi Lp/ B/ 234/ III/ 2022/ Reskrim/ Polresta Denpasar/ Polda Bali. 

 

Bisloitasari Manullang mengaku dipukul anaknya yang mengenai wajah hingga memar. Peristiwanya terjadi pada Minggu (13/3/2022) lalu di Jalan Tukad Balian, Denpasar, yakni di rumah tante dan pamannya.

 

Saat itu, ia meminta dibantu mengurus surat-surat identitas diri kepada paman dan tantenya. Saat bersamaan, tantenya ingin mendamaikan hubungan antara Bisloitasari dengan suami dan anaknya. Suaminya adalah seorang dokter giri yang tugas di Puskesmas di Karangasem.

Baca Juga:  Tetangga Sebut Bandar Narkoba Gung Panji sebagai Sosok yang Baik

 

Nah, ketika bertemu dengan tante, paman, suami, dan anaknya itulah Bisloitasari malah dipukul anaknya. Sang anak, dokter IGA mengepal-ngepalkan tangannya, kemudian memukulnya.

 

“Dia (anaknya) bilang tidak percaya durhaka, dengan jarak dekat, dia memukul saya hingga saya tak sadarkan diri,” ujar Ita, panggilan ibu tersebut saat diperiksa di Mapolresta Denpasar pada Senin (28/3/2022).

 

Kasus ini pun dilaporkan ke Polisi oleh Iya. Namun sudah dua minggu berlalu, kasus ini belum naik ke tahap penetapan tersangka. Padahal sejumlah bukti dan saksi sudah dimiliki oleh Ita sudah dilaporkan ke Polisi.

 

Untuk itu, ia kembali mendatangi Mapolresta Denpasar untuk menanyai ke pihak kepolisian. Kabar yang dia dapat, polisi sudah memanggil dua kali si terduga pelaku, dokter IGA, namun mangkir. Dokter IGA disebut hadir ke Kantor Polisi.

Baca Juga:  Dukung Program Pemerintah, LDII Denpasar Gelar Vaksinasi Massal

 

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi membenarkan adanya laporan tersebut.

 

“Laporan sudah ditindaklanjuti. Infonya, penyidik telah mengirimkan surat panggilan sebagai saksi terhadap terlapor,” kata Sukadi singkat.


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru