alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

PMI Bali Korban Penipuan Dipulangkan Hari Ini, Berkas Diambil Polda

SINGARAJA – Para pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali yang jadi korban penipuan di Turki, rencananya akan menjalani proses repatriasi (dipulangkan ke tanah air) pada Rabu hari ini, 30 Maret 2022. Sedianya proses repatriasi akan dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri.

 

Kuasa hukum korban, I Putu Pastika Adnyana mengungkapkan, semula para pekerja migran itu dipulangkan pada Selasa (29/3) waktu sempat. Namun berdasarkan beberapa pertimbangan, proses pemulangan diundur menjadi Rabu hari ini.

 

“Info dari KBRI di Ankara, rencananya proses pemulangan itu besok (hari ini, Red). Informasi sementara yang saya terima, kemungkinan ada 9 orang yang kembali,” kata Pastika saat dihubungi dari Singaraja, kemarin (29/3).

 

Pastika mengaku dirinya belum mendapat informasi lebih detil terkait proses repatriasi. Namun besar kemungkinan mereka akan langsung dipulangkan melalui Bandar Udara Istanbul.

 

“Apakah nanti langsung ke Bali, atau harus ke Jakarta dulu, saya belum tahu. Belum ada informasi detil soal itu,” katanya.

 

Di sisi lain, Polda Bali dikabarkan menarik kembali berkas perkara penipuan yang melibatkan puluhan pekerja migran asal Bali. Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto mengatakan, berkas ditarik kembali oleh Polda Bali pada Selasa siang.

 

Menurutnya Polda mengambil alih proses penyelidikan, mengingat korban dari kasus tersebut tak hanya berasal dari Buleleng. tapi ada juga yang berasal dari luar Kabupaten Buleleng.

 

“Memang sebagian besar korbannya itu dari Buleleng. Tapi ada juga yang dari luar Buleleng. Selain itu yang jadi terlapor dalam perkara itu kan masih ada di Turki. Mungkin atas pertimbangan itu perkaranya ditarik lagi ke Polda,” kata Andrian saat dikonfirmasi kemarin.

 

Andrian menegaskan pihaknya telah menyerahkan seluruh berkas perkara. Termasuk saksi-saksi yang telah diperiksa oleh penyidik di Polres Buleleng. Tercatat ada 6 orang yang telah diperiksa oleh pihak kepolisian.

 

“Semuanya sudah kami serahkan. Termasuk saksi-saksi yang sudah sempat diperiksa di sini. Selanjutnya nanti penyidik di Polda yang menindaklanjuti,” tegasnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan pekerja migran asal Bali, sempat terlantar di Turki. Mereka dijanjikan mendapat pekerjaan di sektor perhotelan oleh calo perorangan.

 

Calo tersebut mengaku memiliki agen penyalur tenaga kerja. Saat sampai di Turki, bukannya mendapat pekerjaan, mereka justru terlantar di sana.

 

Para pekerja sempat ditempatkan pada sebuah losmen kecil. Losmen itu memiliki ruang tidur berukuran 3×3 meter dan ruang tamu berukuran 3×3 meter. Puluhan pekerja migran itu harus tinggal di ruang sempit itu.

 

Dari puluhan pekerja migran tersebut, 2 orang di antaranya diketahui berasal dari Buleleng. Mereka adalah Putu Septiana Wardana dan Komang Yudi. Keduanya berasal dari Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada.

 

Kepada wartawan, Septiana mengaku dirinya sudah berada di Turki sejak 10 Desember 2021 lalu. Saat itu mereka dijanjikan bekerja di hotel dengan penempatan sebagai petugas house keeping dan steward. Alih-alih mendapat pekerjaan di hotel, mereka justru di restoran pabrik. Belakangan mereka ditempatkan sebagai pekerja di pabrik masker.

 

Para pekerja migran itu sempat merekam kondisi mereka di lokasi penampungan ilegal. Rekaman itu kemudian diunggah ke media sosial hingga viral.



SINGARAJA – Para pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali yang jadi korban penipuan di Turki, rencananya akan menjalani proses repatriasi (dipulangkan ke tanah air) pada Rabu hari ini, 30 Maret 2022. Sedianya proses repatriasi akan dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri.

 

Kuasa hukum korban, I Putu Pastika Adnyana mengungkapkan, semula para pekerja migran itu dipulangkan pada Selasa (29/3) waktu sempat. Namun berdasarkan beberapa pertimbangan, proses pemulangan diundur menjadi Rabu hari ini.

 

“Info dari KBRI di Ankara, rencananya proses pemulangan itu besok (hari ini, Red). Informasi sementara yang saya terima, kemungkinan ada 9 orang yang kembali,” kata Pastika saat dihubungi dari Singaraja, kemarin (29/3).

 

Pastika mengaku dirinya belum mendapat informasi lebih detil terkait proses repatriasi. Namun besar kemungkinan mereka akan langsung dipulangkan melalui Bandar Udara Istanbul.

 

“Apakah nanti langsung ke Bali, atau harus ke Jakarta dulu, saya belum tahu. Belum ada informasi detil soal itu,” katanya.

 

Di sisi lain, Polda Bali dikabarkan menarik kembali berkas perkara penipuan yang melibatkan puluhan pekerja migran asal Bali. Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto mengatakan, berkas ditarik kembali oleh Polda Bali pada Selasa siang.

 

Menurutnya Polda mengambil alih proses penyelidikan, mengingat korban dari kasus tersebut tak hanya berasal dari Buleleng. tapi ada juga yang berasal dari luar Kabupaten Buleleng.

 

“Memang sebagian besar korbannya itu dari Buleleng. Tapi ada juga yang dari luar Buleleng. Selain itu yang jadi terlapor dalam perkara itu kan masih ada di Turki. Mungkin atas pertimbangan itu perkaranya ditarik lagi ke Polda,” kata Andrian saat dikonfirmasi kemarin.

 

Andrian menegaskan pihaknya telah menyerahkan seluruh berkas perkara. Termasuk saksi-saksi yang telah diperiksa oleh penyidik di Polres Buleleng. Tercatat ada 6 orang yang telah diperiksa oleh pihak kepolisian.

 

“Semuanya sudah kami serahkan. Termasuk saksi-saksi yang sudah sempat diperiksa di sini. Selanjutnya nanti penyidik di Polda yang menindaklanjuti,” tegasnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan pekerja migran asal Bali, sempat terlantar di Turki. Mereka dijanjikan mendapat pekerjaan di sektor perhotelan oleh calo perorangan.

 

Calo tersebut mengaku memiliki agen penyalur tenaga kerja. Saat sampai di Turki, bukannya mendapat pekerjaan, mereka justru terlantar di sana.

 

Para pekerja sempat ditempatkan pada sebuah losmen kecil. Losmen itu memiliki ruang tidur berukuran 3×3 meter dan ruang tamu berukuran 3×3 meter. Puluhan pekerja migran itu harus tinggal di ruang sempit itu.

 

Dari puluhan pekerja migran tersebut, 2 orang di antaranya diketahui berasal dari Buleleng. Mereka adalah Putu Septiana Wardana dan Komang Yudi. Keduanya berasal dari Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada.

 

Kepada wartawan, Septiana mengaku dirinya sudah berada di Turki sejak 10 Desember 2021 lalu. Saat itu mereka dijanjikan bekerja di hotel dengan penempatan sebagai petugas house keeping dan steward. Alih-alih mendapat pekerjaan di hotel, mereka justru di restoran pabrik. Belakangan mereka ditempatkan sebagai pekerja di pabrik masker.

 

Para pekerja migran itu sempat merekam kondisi mereka di lokasi penampungan ilegal. Rekaman itu kemudian diunggah ke media sosial hingga viral.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/