alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Bantah Alit Otak Penipuan, Gusti Randa Geber Fakta-Fakta Mengejutkan

DENPASAR – Kasus yang membelit Ketua Kadin Bali AA Ngurah Alit Wiraputra di Polda Bali, berbuntut kian panjang.

Alit Wiraputra melalui kuasa hukumnya, Gusti Randa Cs, resmi melaporkan Putu Pasek Sandoz Prawirottama, Candra Wijaya, dan Made Jayantara ke Ditreskrimum Polda Bali, Senin (29/4) kemarin.

Banyak fakta hukum yang diajukan kubu Alit Wiraputra. Dalam pengaduan ini bukti awalnya adalah

bukti penerimaan dana dari Sutrisno selaku pelapor dalam bentuk rekap bank dan surat menyurat sebagai struktur dalam perusahaan,” beber kuasa hukum Alit Wiraputra, Gusti Randa.

Terkait adanya informasi bahwa Sandos dalam kerja sama itu berstatus konsultan, Gusti Randa tak mempersoalkan.

Mantan artis senior ini mengatakan, jawaban itu nanti akan diproses dalam penyelidikan ataupun penyidikan. “Klaim-klaim seperti itu sah-sah saja. Tapi, ada fakta yang mengungkapkan,” katanya.

Baca Juga:  Beli Mobil & Kos dari Uang Pajak, Banding Ditolak, Diganjar 9,5 Tahun

Yang jelas, kata dia, hubungan antara kliennya dengan tiga orang yang diadukan ini adalah hubungan dalam satu perusahaan. Tidak ada orang per orang.

“Kalau PT Bangun Segitiga Emas (BSM) ini adalah suatu korporasi, semestinya harus jelas siapa melakukan apa, dengan jabatan apa, dia bertindak sebagai apa,” tukasnya.

“Surat yang keluar dari perusahaan ini ke Pemda ditandatangani oleh direktur utamanya. Tapi, aliran dana jatuh kepada direktur.

Lalu direktur memberikan uang tersebut salah satunya adalah ke direktur utamanya, kepada Sandos, dan Jayantara.

Inilah yang menurut kami perlu dibuat terang dan jelas perkaranya,” bebernya sembari mengatakan selain tiga orang yang diadukan hari ini, pihaknya berencana mengadukan Sutrisno.

“Terhadap Sutrisno (pelapor) ini, nanti kami akan lapor dengan sangkaan fitnah dan laporan palsu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pelimpahan Tahap II Tuntas, Kontraktor CV Hikmah Lagas Bakal Diadili

Disinggung mengenai apakah kliennya menjadi otak dalam kasus tersebut, Gusti Randa mengakui seolah-olah kliennya adalah otak dalam kasus ini.

“Secara logika dalam masalah tersebut klien kami ini jadi korban. Karena itu, dengan aduan tersebut, diharapkan agar nanti akan terbuka secara terang benderang siapa yang menjadi otak,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Direskrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan membenarkan adanya aduan tersebut.

Katanya, penyidik segera mempelajari baik pengaduan masyarakat maupun bukti-bukti yang didapat.

“Ya ada aduan itu, dan kami segera tindak lanjuti, termasuk memanggil Sandos Cs untuk dimintai keterangan.

Tapi, sebelumnya, penyelidikan dilakukan lebih dahulu hingga status dumas bisa menjadi laporan polisi (LP),” beber Kombes Andi. 



DENPASAR – Kasus yang membelit Ketua Kadin Bali AA Ngurah Alit Wiraputra di Polda Bali, berbuntut kian panjang.

Alit Wiraputra melalui kuasa hukumnya, Gusti Randa Cs, resmi melaporkan Putu Pasek Sandoz Prawirottama, Candra Wijaya, dan Made Jayantara ke Ditreskrimum Polda Bali, Senin (29/4) kemarin.

Banyak fakta hukum yang diajukan kubu Alit Wiraputra. Dalam pengaduan ini bukti awalnya adalah

bukti penerimaan dana dari Sutrisno selaku pelapor dalam bentuk rekap bank dan surat menyurat sebagai struktur dalam perusahaan,” beber kuasa hukum Alit Wiraputra, Gusti Randa.

Terkait adanya informasi bahwa Sandos dalam kerja sama itu berstatus konsultan, Gusti Randa tak mempersoalkan.

Mantan artis senior ini mengatakan, jawaban itu nanti akan diproses dalam penyelidikan ataupun penyidikan. “Klaim-klaim seperti itu sah-sah saja. Tapi, ada fakta yang mengungkapkan,” katanya.

Baca Juga:  Gegara Ajakan Teman, Masa Depan Gelap karena Terancam Bui 20 Tahun

Yang jelas, kata dia, hubungan antara kliennya dengan tiga orang yang diadukan ini adalah hubungan dalam satu perusahaan. Tidak ada orang per orang.

“Kalau PT Bangun Segitiga Emas (BSM) ini adalah suatu korporasi, semestinya harus jelas siapa melakukan apa, dengan jabatan apa, dia bertindak sebagai apa,” tukasnya.

“Surat yang keluar dari perusahaan ini ke Pemda ditandatangani oleh direktur utamanya. Tapi, aliran dana jatuh kepada direktur.

Lalu direktur memberikan uang tersebut salah satunya adalah ke direktur utamanya, kepada Sandos, dan Jayantara.

Inilah yang menurut kami perlu dibuat terang dan jelas perkaranya,” bebernya sembari mengatakan selain tiga orang yang diadukan hari ini, pihaknya berencana mengadukan Sutrisno.

“Terhadap Sutrisno (pelapor) ini, nanti kami akan lapor dengan sangkaan fitnah dan laporan palsu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Stop Penipuan Berkedok Dagang Obat, Ini Himbauan Diskes Jembrana!

Disinggung mengenai apakah kliennya menjadi otak dalam kasus tersebut, Gusti Randa mengakui seolah-olah kliennya adalah otak dalam kasus ini.

“Secara logika dalam masalah tersebut klien kami ini jadi korban. Karena itu, dengan aduan tersebut, diharapkan agar nanti akan terbuka secara terang benderang siapa yang menjadi otak,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Direskrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan membenarkan adanya aduan tersebut.

Katanya, penyidik segera mempelajari baik pengaduan masyarakat maupun bukti-bukti yang didapat.

“Ya ada aduan itu, dan kami segera tindak lanjuti, termasuk memanggil Sandos Cs untuk dimintai keterangan.

Tapi, sebelumnya, penyelidikan dilakukan lebih dahulu hingga status dumas bisa menjadi laporan polisi (LP),” beber Kombes Andi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/