alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Ini Alasan Jenderal Petrus Minta Semeton Tak Pakai Udeng saat Bermotor

DENPASAR – Kapolda Bali Irjen Petrus Golose meminta agar masyarakat Bali tidak mengendarai sepeda motor menggunakan udeng. Sebaiknya menggunakan helm dengan standar nasional Indonesia (SNI).

Penegasan itu dilontarkan Irjen Petrus Golose terlontar saat apel Operasi Keselamatan Agung 2019 di Mapolda Bali kemarin.

“Dalam setahun terakhir, angka kecelakaan dan korban meninggal di Bali terus menurun. Kecelakaan itu lebih karena ketidakpatuhan berlalulintas,” kata Jenderal Petrus beralibi.

Menurutnya, kecelakaan di Bali terbanyak berasal dari sepeda motor. Penyebabnya adalah aturan yang tidak diterapkan dengan baik.

Para pengendara sepeda motor di Bali, saat dalam kegiatan keagamaan, rata-rata tidak menggunakan helm dan hanya mengenakan udeng.

“Karena itu saya berharap para pengendara sepeda motor di Bali, memakai helm. Sebaiknya udengnya disimpan, bukan udeng dipakai,

Baca Juga:  Jualan Narkoba, Sang Istri Sembunyikan Barang Bukti di Sanggah

helm disimpan. Pelan-pelan kami akan mengubah ini melalui Operasi Keselamatan. Ini harus pelan-pelan,” ujar Jenderal Petrus lagi. 

Saking tingginya angka kecelakaan di Bali, Kapolda membandingkan dengan bahwa jumlah korban perang memberantas ISIS di Syiria.

Menurutnya, korban perang dengan angka kematian akibat kecelakaan di Bali hampir sama. Ini namanya, kata dia, mati sia-sia.

Hal ini terjadi karena pengendara tidak tertib berlalulintas. Data Ditlantas Polda Bali, generasi millennial yang berusia 15-35 adalah pengguna terbanyak kendaraan bermotor.

Mereka juga penyumbang kecelakaan terbesar di Bali. Padahal, generasi ini adalah generasi emas bagi Indonesia.

Tingkat kepatuhan generasi millennial masih kurang. Karena itu berbagai terobosan ditempuh Polda Bali bersama jajaran.

“Kita sadar betul, mungkin karena darah mudahnya masih membara sehingga mereka tetap menjadi target untuk diedukasi tentang keselamatan lalulintas.  

Baca Juga:  PARAH! Lempari Mobil di Banyak TKP, 6 Pelaku Juga Curi Uang, HP & Ayam

Gencarnya Polda Bali dalam memberikan edukasi berlalulintas ke masyarakat membuat angka kecelakaan di Bali bakal terus menurun,” tegasnya.

Sebagai bandingan, jumlah kejadian di tahun 2017 dan dibandingkan dengan tahun 2018 juga menurun. Korban meninggal di tahun 2017 mencapai 17 orang dari 88 Lakalantas.

Di tahun 2018 korban meninggal menurun menjadi 14 orang dari 72 Lakalantas. Korban luka berat tahun 2017 sebanyak 21 orang, namun tahun 2018 menurun menjadi 3 orang.

Untuk mencapai tujuan tersebut, trend tilang bisa jadi meningkat pesat. “Mari kita sama-sama wajib menaati aturan dan menjadikan Bali sebagai daerah tertib lalulintas,” tuturnya. 



DENPASAR – Kapolda Bali Irjen Petrus Golose meminta agar masyarakat Bali tidak mengendarai sepeda motor menggunakan udeng. Sebaiknya menggunakan helm dengan standar nasional Indonesia (SNI).

Penegasan itu dilontarkan Irjen Petrus Golose terlontar saat apel Operasi Keselamatan Agung 2019 di Mapolda Bali kemarin.

“Dalam setahun terakhir, angka kecelakaan dan korban meninggal di Bali terus menurun. Kecelakaan itu lebih karena ketidakpatuhan berlalulintas,” kata Jenderal Petrus beralibi.

Menurutnya, kecelakaan di Bali terbanyak berasal dari sepeda motor. Penyebabnya adalah aturan yang tidak diterapkan dengan baik.

Para pengendara sepeda motor di Bali, saat dalam kegiatan keagamaan, rata-rata tidak menggunakan helm dan hanya mengenakan udeng.

“Karena itu saya berharap para pengendara sepeda motor di Bali, memakai helm. Sebaiknya udengnya disimpan, bukan udeng dipakai,

Baca Juga:  Serem, Ngurung di Kamar Mandi, Setelah Dibuka Sudah Kaku Tergantung

helm disimpan. Pelan-pelan kami akan mengubah ini melalui Operasi Keselamatan. Ini harus pelan-pelan,” ujar Jenderal Petrus lagi. 

Saking tingginya angka kecelakaan di Bali, Kapolda membandingkan dengan bahwa jumlah korban perang memberantas ISIS di Syiria.

Menurutnya, korban perang dengan angka kematian akibat kecelakaan di Bali hampir sama. Ini namanya, kata dia, mati sia-sia.

Hal ini terjadi karena pengendara tidak tertib berlalulintas. Data Ditlantas Polda Bali, generasi millennial yang berusia 15-35 adalah pengguna terbanyak kendaraan bermotor.

Mereka juga penyumbang kecelakaan terbesar di Bali. Padahal, generasi ini adalah generasi emas bagi Indonesia.

Tingkat kepatuhan generasi millennial masih kurang. Karena itu berbagai terobosan ditempuh Polda Bali bersama jajaran.

“Kita sadar betul, mungkin karena darah mudahnya masih membara sehingga mereka tetap menjadi target untuk diedukasi tentang keselamatan lalulintas.  

Baca Juga:  Status TSK Bacaleg DPD Undang Simpati Sri Bhagawan, Bilang Keris Itu..

Gencarnya Polda Bali dalam memberikan edukasi berlalulintas ke masyarakat membuat angka kecelakaan di Bali bakal terus menurun,” tegasnya.

Sebagai bandingan, jumlah kejadian di tahun 2017 dan dibandingkan dengan tahun 2018 juga menurun. Korban meninggal di tahun 2017 mencapai 17 orang dari 88 Lakalantas.

Di tahun 2018 korban meninggal menurun menjadi 14 orang dari 72 Lakalantas. Korban luka berat tahun 2017 sebanyak 21 orang, namun tahun 2018 menurun menjadi 3 orang.

Untuk mencapai tujuan tersebut, trend tilang bisa jadi meningkat pesat. “Mari kita sama-sama wajib menaati aturan dan menjadikan Bali sebagai daerah tertib lalulintas,” tuturnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/