alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Pencuri Celana Dalam Wanita di Pemogan Diikat Tali di Kaki dan Tangan

DENPASAR, Radar Bali – Maksud hati merantau demi mengais rezeki, justru terlibat kasus dan berurusan dengan polisi. Dia adalah lelaki asal Tegal, Jawa Tengah, berinisial, RA, 26. Baru 4 hari di Denpasar justru tepergok mencuri celana dalam wanita dari jemuran. Kejadian berlangsung di kos, Jalan Griya Anyar, Pemogan, Denpasar Selatan, pada Minggu (29/5) sekitar pukul 04.00.

Informasi yang dihimpun Radar Bali, RA jauh-jauh dari Tegal datang ke Bali dan tinggal di Denpasar untuk mencari pekerjaan. Entah apa yang merasukinya, baru 4 hari tinggal di Bali timbul niat mencuri Celana Dalam (CD) wanita.

“Ia keluar dari kos, lalu jalan-jalan. Jarak dari kosnya ke TKP tidak begitu jauh,” beber sumber petugas Polsek Densel, Minggu (29/5).

Dalam perjalanan, ia masuk ke salah satu komplek kos dan melihat terdapat pakian dalam wanita sementara tergantung di halaman kos. Aksi itu dilakukan sekitar pukul 04.00.

“Saat beraksi, penghuni kos terbangun karena mendengar suara hentakan kaki serta jemuran yang tergeser. Aksinya tertangkap tangan,” jelasnya.

Penghuni kos langsung berteriak maling. Alhasil penghuni kos yang lainnya, bersama warga seketika keluar dari kamar dan bergegas mengamankan RA. Meski tertangkap basah, pria itu masih coba mengelak dan berontak.

“Warga terpaksa mengikat tubuhnya. Kaki dan tangan agar tidak meronta. Menurut warga, bukan masalah harga pakaian dalam, tapi aksinya sangat meresahkan. Kan bisa saja pakaian dalam disalahgunakan untuk santet,” tutur sumber.

Petugas patroli wilayah dengan cepat tiba di lokasi setelah mendapatkan informasi, sehingga lelaki tersebut lolos dari amukan warga. SA dibawa ke Mapolsek Denpasar Selatan dan dilakukan penyelidikan.

Sayang, dugaan sementara, lelaki tersebut diduga alami gangguan jiwa. Terkait dengan ini Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana membenarkan.

Hasil penyelidikan sementara, SA baru sekali beraksi, karena yang bersangkutan baru empat hari berada di Bali. Walaupun demikian pihaknya mengalami kendala dalam melakukan pemeriksaan karena keterangan RA terkesan tidak nyambung.

“RA susah diajak komunikasi, karena keadaannya linglung. Kami sudah mintai keterangan keluarga, dan diketahui aksi ini tidak pernah dilakukan di tempat asal,” sebut Kapolsek.

Pun anak ini diketahui kerap linglung. Oleh sebab itu, belum diketahui motif apa yang dimilikinya hingga nekat berprilaku cabul.

“Kami akan mendalami dugaan kelainan seksual yang dialami RA. Kini polisi sudah memanggil dan berkoordinasi dengan keluarga pelaku,” beber perwira dengan melati satu di pundak itu.

Selain keluarga RA, beberapa saksi warga maupun korban juga sudah diperiksa. Namun, warga dan juga korban pemilik pakaian dalam tidak ada yang mau melaporkan perkara ini secara resmi.

“Sejauh ini pemilik pakaian dalam belum mau melapor ke Polsek. Berharap, pemilik pakaian dalam segera membuat laporan,” pinta Kapolsek. (dre)



DENPASAR, Radar Bali – Maksud hati merantau demi mengais rezeki, justru terlibat kasus dan berurusan dengan polisi. Dia adalah lelaki asal Tegal, Jawa Tengah, berinisial, RA, 26. Baru 4 hari di Denpasar justru tepergok mencuri celana dalam wanita dari jemuran. Kejadian berlangsung di kos, Jalan Griya Anyar, Pemogan, Denpasar Selatan, pada Minggu (29/5) sekitar pukul 04.00.

Informasi yang dihimpun Radar Bali, RA jauh-jauh dari Tegal datang ke Bali dan tinggal di Denpasar untuk mencari pekerjaan. Entah apa yang merasukinya, baru 4 hari tinggal di Bali timbul niat mencuri Celana Dalam (CD) wanita.

“Ia keluar dari kos, lalu jalan-jalan. Jarak dari kosnya ke TKP tidak begitu jauh,” beber sumber petugas Polsek Densel, Minggu (29/5).

Dalam perjalanan, ia masuk ke salah satu komplek kos dan melihat terdapat pakian dalam wanita sementara tergantung di halaman kos. Aksi itu dilakukan sekitar pukul 04.00.

“Saat beraksi, penghuni kos terbangun karena mendengar suara hentakan kaki serta jemuran yang tergeser. Aksinya tertangkap tangan,” jelasnya.

Penghuni kos langsung berteriak maling. Alhasil penghuni kos yang lainnya, bersama warga seketika keluar dari kamar dan bergegas mengamankan RA. Meski tertangkap basah, pria itu masih coba mengelak dan berontak.

“Warga terpaksa mengikat tubuhnya. Kaki dan tangan agar tidak meronta. Menurut warga, bukan masalah harga pakaian dalam, tapi aksinya sangat meresahkan. Kan bisa saja pakaian dalam disalahgunakan untuk santet,” tutur sumber.

Petugas patroli wilayah dengan cepat tiba di lokasi setelah mendapatkan informasi, sehingga lelaki tersebut lolos dari amukan warga. SA dibawa ke Mapolsek Denpasar Selatan dan dilakukan penyelidikan.

Sayang, dugaan sementara, lelaki tersebut diduga alami gangguan jiwa. Terkait dengan ini Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Dwi Permana membenarkan.

Hasil penyelidikan sementara, SA baru sekali beraksi, karena yang bersangkutan baru empat hari berada di Bali. Walaupun demikian pihaknya mengalami kendala dalam melakukan pemeriksaan karena keterangan RA terkesan tidak nyambung.

“RA susah diajak komunikasi, karena keadaannya linglung. Kami sudah mintai keterangan keluarga, dan diketahui aksi ini tidak pernah dilakukan di tempat asal,” sebut Kapolsek.

Pun anak ini diketahui kerap linglung. Oleh sebab itu, belum diketahui motif apa yang dimilikinya hingga nekat berprilaku cabul.

“Kami akan mendalami dugaan kelainan seksual yang dialami RA. Kini polisi sudah memanggil dan berkoordinasi dengan keluarga pelaku,” beber perwira dengan melati satu di pundak itu.

Selain keluarga RA, beberapa saksi warga maupun korban juga sudah diperiksa. Namun, warga dan juga korban pemilik pakaian dalam tidak ada yang mau melaporkan perkara ini secara resmi.

“Sejauh ini pemilik pakaian dalam belum mau melapor ke Polsek. Berharap, pemilik pakaian dalam segera membuat laporan,” pinta Kapolsek. (dre)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/