alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

TNI AL Kerahkan Dua KRI untuk Evakuasi Korban KMP Yunicee

DENPASAR-TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan dua KRI untuk mengevakuasi korban KMP Yunicee yang mengalami kecelakaan laut dan tenggelam di Perairan Selat Bali saat nyeberang ke Gilimanuk, Selasa (29/6) malam.

 

Dua KRI yang dilibatkan untuk proses evakuasi para korban karamnya kapal ferry tujuan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur-Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, ini yakni KRI Rigel-933 dan KRI Soputan-923.

 

Seperti disampaikan Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana, S.T., M.A.P, Rabu (30/6).

 

Disebutkan, pelibatan dua KRI selain untuk membantu proses evakuasi korban, keterlibatan KRI Rigel-933 yang merupakan KRI jenis kapal Survey Hydro Oseanografi (SHO), ini sengaja diterjunkan untuk mempermudah melakukan deteksi bawah air.

Baca Juga:  Rawan Gesekan Saat Parade Ogoh-Ogoh, Polresta Sita Ratusan Liter Arak

 

“Jadi adanya insiden ini, pihak TNI AL mengerahkan dua unsur KRI, yaitu KRI igel dan KRI soputan. Selain itu, kami (Lanal Denpasar Bali) juga telah berkkoordinasi dengan tim SAR Denpasar dan ASDP Gilimanuk serta unsur terkait untuk proses evakuasi korban,”terang Danlanal Denpasar disela mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra saat inspeksi di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.

 

Kolonel Komang Teguh Ardana berharap, adanya dukungan dan doa seluruh masyarakat dalam proses pencarian agar berjalan lancar.

 

“Mohon doa dari kalangan masyarakat agar semua dapat berjalan dengan lancar baik dalam proses evakuasi maupun dalam upaya penyelamatan personel dan materiil.” Tambahnya. 

Baca Juga:  Janjikan CPNS, Oknum Bintara Polisi Berpangkat Aiptu Dipolisikan Warga

 

Seperti diberitakan sebelumnya, KMP Yunicee mengalami musibah saat melakukan penyeberangan dari Dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, pada Selasa malam (29/60 sekitar pukul 19.12 WITA.

 

Kapal yang ketika itu membawa 15 orang ABK, 41 orang penumpang dan kendaraan 40 unit kendaraan roda empat dan roda dua, ini karam di Perairan Selat Bali atau diperkirakan pada kordinat 8° 10’26,56”S – 114°25’4218”T. 

 

Akibat musibah ini, dari data sementara yang dirilis tim SAR gabungan hingga pukul 08.00 WITA,  tercatat ada 39 orang korban selamat, 7 (tujuh) meninggal dunia, dan 11 korban lainnya masih dalam proses pencarian. 


DENPASAR-TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan dua KRI untuk mengevakuasi korban KMP Yunicee yang mengalami kecelakaan laut dan tenggelam di Perairan Selat Bali saat nyeberang ke Gilimanuk, Selasa (29/6) malam.

 

Dua KRI yang dilibatkan untuk proses evakuasi para korban karamnya kapal ferry tujuan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur-Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, ini yakni KRI Rigel-933 dan KRI Soputan-923.

 

Seperti disampaikan Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana, S.T., M.A.P, Rabu (30/6).

 

Disebutkan, pelibatan dua KRI selain untuk membantu proses evakuasi korban, keterlibatan KRI Rigel-933 yang merupakan KRI jenis kapal Survey Hydro Oseanografi (SHO), ini sengaja diterjunkan untuk mempermudah melakukan deteksi bawah air.

Baca Juga:  Berakhir Damai dengan Materai Rp 10 Ribu

 

“Jadi adanya insiden ini, pihak TNI AL mengerahkan dua unsur KRI, yaitu KRI igel dan KRI soputan. Selain itu, kami (Lanal Denpasar Bali) juga telah berkkoordinasi dengan tim SAR Denpasar dan ASDP Gilimanuk serta unsur terkait untuk proses evakuasi korban,”terang Danlanal Denpasar disela mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra saat inspeksi di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.

 

Kolonel Komang Teguh Ardana berharap, adanya dukungan dan doa seluruh masyarakat dalam proses pencarian agar berjalan lancar.

 

“Mohon doa dari kalangan masyarakat agar semua dapat berjalan dengan lancar baik dalam proses evakuasi maupun dalam upaya penyelamatan personel dan materiil.” Tambahnya. 

Baca Juga:  Polisi Masih Belum Berhasil Ungkap Pelaku Perusakan Auditorium

 

Seperti diberitakan sebelumnya, KMP Yunicee mengalami musibah saat melakukan penyeberangan dari Dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, pada Selasa malam (29/60 sekitar pukul 19.12 WITA.

 

Kapal yang ketika itu membawa 15 orang ABK, 41 orang penumpang dan kendaraan 40 unit kendaraan roda empat dan roda dua, ini karam di Perairan Selat Bali atau diperkirakan pada kordinat 8° 10’26,56”S – 114°25’4218”T. 

 

Akibat musibah ini, dari data sementara yang dirilis tim SAR gabungan hingga pukul 08.00 WITA,  tercatat ada 39 orang korban selamat, 7 (tujuh) meninggal dunia, dan 11 korban lainnya masih dalam proses pencarian. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/