alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Pamit Cari Rumput Pakan Sapi, Pekak Oka Ditemukan Tewas di Sungai

BANGLI– Nahas dialami Sang Nyoman Oka. Kakek 78 tahun yang berasal dari Tempek Pulung, Banjar/Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli itu ditemukan tewas di sungai Yeh Sandang di dekat rumahnya.

Korban yang sempat tidak pulang sejak Rabu lalu (28/8), ditemukan tewas Kamis kemarin (29/8).

Menurut informasi, korban sejak Rabu lalu, sekitar pukul 16.00, pergi dari rumah mencari rumput untuk pakan sapi.

Biasanya, menjelang petang, korban sudah kembali ke rumah. Namun, hingga Rabu malam, korban tidak pulang.

Keluarga korban kemudian berusaha mencari keberadaan korban. Bahkan, sekitar pukul 23.00, keluarga korban meminta bantuan prajuru adat bersama warga setempat.

Korban sempat dicari beramai-ramai keliling desa. Namun, hingga Kamis pagi sekitar pukul 09.00, upaya keluarga dan warga tak mambuahkan hasil.

Akhirnya, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Bangli. Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, membenarkan kejadian tersebut.

“Kemudian dari pihak kepolisian bersama masyarakat langsung mencari keberadaan korban,” ujarnya.

Dari pencarian itu, sekitar pukul 09.30, beberapa saksi yang menelusuri tegalan melihat sosok tubuh manusia di dasar sungai.

“Posisi korban terlentang dengan kepala berada di sebelah utara. Kemudian kepolisian bersama warga masyarakat turun ke tukad Yeh Sandang untuk mengevakuasi korban,” jelasnya.

Sekitar pukul 10.45, kepolisian dan warga berhasil tiba di lokasi kejadian. “Setelah di cek, korban tidak bernafas dan tubuh dalam keadaan kaku.

Selanjutnya kepolisian dan warga masyarakat mengevakuasi tubuh korban untuk dibawa ke rumah korban untuk dilakukan pemeriksaan medis dan identifikasi tubuh korban,” jelasnya.

Lokasi kejadian yang berada di kedalaman kurang lebih 15 meter, membuat evakuasi cukup sulit dilakukan.

Tubuh korban harus dibungkus dan ditandu menggunakan kayu. Kemudian petugas bersama warga berusaha mengangkat jasad korban ke rumah duka.

Selanjutnya, sekitar pukul 11.00, korban yang berhasil dibawa ke rumah duka dilakukan pemeriksaan medis. Ada beberapa temuan saat pemeriksaan tubuh korban.

Di antaranya, mengalami luka robek di kepala, luka lecet di alis kiri, lecet di pangkal paha kanan, lecet di pergelangan tangan kiri. Serta memar pada paha kanan.

“Tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban diduga jatuh saat sedang mencari rumput pakan ternak di dasar sungai sedalam 15 meter,” pungkasnya. 



BANGLI– Nahas dialami Sang Nyoman Oka. Kakek 78 tahun yang berasal dari Tempek Pulung, Banjar/Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli itu ditemukan tewas di sungai Yeh Sandang di dekat rumahnya.

Korban yang sempat tidak pulang sejak Rabu lalu (28/8), ditemukan tewas Kamis kemarin (29/8).

Menurut informasi, korban sejak Rabu lalu, sekitar pukul 16.00, pergi dari rumah mencari rumput untuk pakan sapi.

Biasanya, menjelang petang, korban sudah kembali ke rumah. Namun, hingga Rabu malam, korban tidak pulang.

Keluarga korban kemudian berusaha mencari keberadaan korban. Bahkan, sekitar pukul 23.00, keluarga korban meminta bantuan prajuru adat bersama warga setempat.

Korban sempat dicari beramai-ramai keliling desa. Namun, hingga Kamis pagi sekitar pukul 09.00, upaya keluarga dan warga tak mambuahkan hasil.

Akhirnya, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Bangli. Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, membenarkan kejadian tersebut.

“Kemudian dari pihak kepolisian bersama masyarakat langsung mencari keberadaan korban,” ujarnya.

Dari pencarian itu, sekitar pukul 09.30, beberapa saksi yang menelusuri tegalan melihat sosok tubuh manusia di dasar sungai.

“Posisi korban terlentang dengan kepala berada di sebelah utara. Kemudian kepolisian bersama warga masyarakat turun ke tukad Yeh Sandang untuk mengevakuasi korban,” jelasnya.

Sekitar pukul 10.45, kepolisian dan warga berhasil tiba di lokasi kejadian. “Setelah di cek, korban tidak bernafas dan tubuh dalam keadaan kaku.

Selanjutnya kepolisian dan warga masyarakat mengevakuasi tubuh korban untuk dibawa ke rumah korban untuk dilakukan pemeriksaan medis dan identifikasi tubuh korban,” jelasnya.

Lokasi kejadian yang berada di kedalaman kurang lebih 15 meter, membuat evakuasi cukup sulit dilakukan.

Tubuh korban harus dibungkus dan ditandu menggunakan kayu. Kemudian petugas bersama warga berusaha mengangkat jasad korban ke rumah duka.

Selanjutnya, sekitar pukul 11.00, korban yang berhasil dibawa ke rumah duka dilakukan pemeriksaan medis. Ada beberapa temuan saat pemeriksaan tubuh korban.

Di antaranya, mengalami luka robek di kepala, luka lecet di alis kiri, lecet di pangkal paha kanan, lecet di pergelangan tangan kiri. Serta memar pada paha kanan.

“Tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban diduga jatuh saat sedang mencari rumput pakan ternak di dasar sungai sedalam 15 meter,” pungkasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/