alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

[Aneh] Polisi Mendadak Akan Periksa Aktivis Nyoman Mardika. Ada Apa?

DENPASAR-Aksi demonstrasi bebaskan JRX saat persidangan ketiga I Gede Ari Astina alias Jerinx SID di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (29/9) kemarin berbuntut panjang.

 

Pasalnya, setelah sebelumnya aparat kepolisian dari Polresta Denpasar membubarkan paksa aksi demonstrasi bebaskan JRX dan menahan mobil komando.

 

Terbaru, penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar berencana akan memeriksa aktivis Nyoman Mardika. Kok bisa?

 

Informasi yang dihimpun radarbali.id, rencana pemeriksaan terhadap Aktivis Nyoman Mardika oleh penyidik, itu diduga terkait niatan Mardika bersama aktivis lain untuk mengambil mobil komando untuk aksi bebaskan JRX yang ditahan polisi, Selasa kemarin.

 

Terkait rencana pemeriksaan itu, Aktivis Nyoman Mardika yang dikonfirmasi, Rabu (30/9) membenarkan.

 

Saat dikonfirmasi, Mardika mengatakan, bahwa dirinya bersama perwakilan dari Aksi Solidaritas Frontier Bali X Aliansi Kami Bersama JRX berencana mengambil mobil komando yang ditahan oleh polisi.

 

“Tadi saya dan Adi Sumiarta (salah satu kuasa hukum JRX) berencana untuk memohon agar mobil (komando aksi bebaskan JRX) yang di tahan bisa kami ambil. Ternyata (persyaratannya) harus persetujuan Kapolresta Denpasar. Saya mohon ada jawaban segera,” terang Nyoman Mardika.

 

Kata Mardika, dirinya bersama aktivis merasa berkepentingan mengambil mobil komando “Aksi Bebaskan JRX” yang ditahan polisi itu, karena mobil tersebut adalah mobil sewaan.

 

Sayangnya, niatan Mardika dengan perwakilan aktivis itu justru berujung pada pemeriksaan.

 

“Iya, satu jam yang lalu saya ditelepon oleh bagian Reskrim untuk hadir ketemu penyidik polresta. Dia (penyidik) bilang apakah pakai surat atau datang langsung? Saya bilang saya akan datang besok jam 10.00 WITA,” jawab Mardika.

 

Lah artinya niat datang mengambil mobil yang ditahan, tetapi berujung pada pemeriksaan?

 

“Awalnya (memang) mau ngurusin mobil yang ditahan, jawabannya malah saya diperiksa penyidik Reskrim Polresta. Intinya besok saya diperiksa penyidik Polresta,” pungkasnya. 



DENPASAR-Aksi demonstrasi bebaskan JRX saat persidangan ketiga I Gede Ari Astina alias Jerinx SID di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (29/9) kemarin berbuntut panjang.

 

Pasalnya, setelah sebelumnya aparat kepolisian dari Polresta Denpasar membubarkan paksa aksi demonstrasi bebaskan JRX dan menahan mobil komando.

 

Terbaru, penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar berencana akan memeriksa aktivis Nyoman Mardika. Kok bisa?

 

Informasi yang dihimpun radarbali.id, rencana pemeriksaan terhadap Aktivis Nyoman Mardika oleh penyidik, itu diduga terkait niatan Mardika bersama aktivis lain untuk mengambil mobil komando untuk aksi bebaskan JRX yang ditahan polisi, Selasa kemarin.

 

Terkait rencana pemeriksaan itu, Aktivis Nyoman Mardika yang dikonfirmasi, Rabu (30/9) membenarkan.

 

Saat dikonfirmasi, Mardika mengatakan, bahwa dirinya bersama perwakilan dari Aksi Solidaritas Frontier Bali X Aliansi Kami Bersama JRX berencana mengambil mobil komando yang ditahan oleh polisi.

 

“Tadi saya dan Adi Sumiarta (salah satu kuasa hukum JRX) berencana untuk memohon agar mobil (komando aksi bebaskan JRX) yang di tahan bisa kami ambil. Ternyata (persyaratannya) harus persetujuan Kapolresta Denpasar. Saya mohon ada jawaban segera,” terang Nyoman Mardika.

 

Kata Mardika, dirinya bersama aktivis merasa berkepentingan mengambil mobil komando “Aksi Bebaskan JRX” yang ditahan polisi itu, karena mobil tersebut adalah mobil sewaan.

 

Sayangnya, niatan Mardika dengan perwakilan aktivis itu justru berujung pada pemeriksaan.

 

“Iya, satu jam yang lalu saya ditelepon oleh bagian Reskrim untuk hadir ketemu penyidik polresta. Dia (penyidik) bilang apakah pakai surat atau datang langsung? Saya bilang saya akan datang besok jam 10.00 WITA,” jawab Mardika.

 

Lah artinya niat datang mengambil mobil yang ditahan, tetapi berujung pada pemeriksaan?

 

“Awalnya (memang) mau ngurusin mobil yang ditahan, jawabannya malah saya diperiksa penyidik Reskrim Polresta. Intinya besok saya diperiksa penyidik Polresta,” pungkasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/