alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Janjikan CPNS, Oknum Bintara Polisi Berpangkat Aiptu Dipolisikan Warga

SINGARAJA-Korps Bhayangkara kembali tercoreng karena ulah oknum.

Diduga melakukan tindak penipuan, seorang oknum polisi berinisial PY di Polsek Pelabuhan Laut Celukan Bawang dipolisikan warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Oknum bintara polisi berpangkat Aiptu (Ajun Inspektur Polisi Satu) itu dilaporkan warga atas dugaan penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya yang dikonfirmasi, Jawa Pos Radar Bali, Rabu (30/9) membenarkan.

 “Ya kami sudah terima laporan kasus dugaan penipuan Selasa sore, (29/9) di SPKT Polres Buleleng dari warga,” ucap ditemui di ruang kerjanya, (30/9) kemarin.

Dia menyebut, warga yang melaporkan dengan kasus dugaan penipuan CPNS, itu yakni I Made Sutama dan Ketut Rentika.

Baca Juga:  Parah, Oknum Bocah Diduga Otaki Pencurian Motor di Pemogan Denpasar

Dua pelapor sekaligus korban penipuan oleh oknum bintara polisi, ini datang ke SPKT Polres Buleleng dengan didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemerhati Pembangunan Masyarakat Buleleng.

Sesuai laporan, dua korban ini mengaku dijanjikan menjadi PNS oleh terlapor (Aiptu PY) sekitar 2013 lalu.

Syaratnya, para korban harus membayar sejumlah uang melalui pelapor.

Selanjutnya, atas permintaan pelapor, para korban pun menyerahkan sejumlah uang.

Sayang, meski telah menyerahkan uang, namun para korban tak kunjung mendapat panggilan kerja sebagai PNS.

Kemudian, karena merasa tertipu oleh oknum, korban dengan didampingi perwakilan LSM melaporkan oknum ke Mapolres Buleleng.

“Dari informasi yang kami dapat, para korban mengalami penipuan uang hingga Rp 350 juta,” ungkap Sumarjaya.

Baca Juga:  Masker Langka, Polisi Telusuri Dugaan Penimbunan, Ini Temuan Terbaru

Kini, lanjut Sumarjaya, atas laporan para korban, kasus ini langsung ditangani Unit Reskrim Polres Buleleng dan masih dilakukan pengembangan penyelidikan.

Beberapa saksi akan dilakukan pemeriksaan mulai dari korban termasuk para saksi yang secara langsung menyaksikan proses perjanjian antara korban dan oknum anggota polisi sebagai terlapor.

“Berkas kasus ini masih dipelajari polisi untuk pendalaman lebih lanjut,” tukasnya. 



SINGARAJA-Korps Bhayangkara kembali tercoreng karena ulah oknum.

Diduga melakukan tindak penipuan, seorang oknum polisi berinisial PY di Polsek Pelabuhan Laut Celukan Bawang dipolisikan warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Oknum bintara polisi berpangkat Aiptu (Ajun Inspektur Polisi Satu) itu dilaporkan warga atas dugaan penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya yang dikonfirmasi, Jawa Pos Radar Bali, Rabu (30/9) membenarkan.

 “Ya kami sudah terima laporan kasus dugaan penipuan Selasa sore, (29/9) di SPKT Polres Buleleng dari warga,” ucap ditemui di ruang kerjanya, (30/9) kemarin.

Dia menyebut, warga yang melaporkan dengan kasus dugaan penipuan CPNS, itu yakni I Made Sutama dan Ketut Rentika.

Baca Juga:  Aksi Kriminal Bocah 17 Tahun Asal Banjar Ini Bikin Geleng Kepala

Dua pelapor sekaligus korban penipuan oleh oknum bintara polisi, ini datang ke SPKT Polres Buleleng dengan didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemerhati Pembangunan Masyarakat Buleleng.

Sesuai laporan, dua korban ini mengaku dijanjikan menjadi PNS oleh terlapor (Aiptu PY) sekitar 2013 lalu.

Syaratnya, para korban harus membayar sejumlah uang melalui pelapor.

Selanjutnya, atas permintaan pelapor, para korban pun menyerahkan sejumlah uang.

Sayang, meski telah menyerahkan uang, namun para korban tak kunjung mendapat panggilan kerja sebagai PNS.

Kemudian, karena merasa tertipu oleh oknum, korban dengan didampingi perwakilan LSM melaporkan oknum ke Mapolres Buleleng.

“Dari informasi yang kami dapat, para korban mengalami penipuan uang hingga Rp 350 juta,” ungkap Sumarjaya.

Baca Juga:  Kejagung Pastikan Video Jaksa Terima Suap Kasus HRS Adalah Hoaks!

Kini, lanjut Sumarjaya, atas laporan para korban, kasus ini langsung ditangani Unit Reskrim Polres Buleleng dan masih dilakukan pengembangan penyelidikan.

Beberapa saksi akan dilakukan pemeriksaan mulai dari korban termasuk para saksi yang secara langsung menyaksikan proses perjanjian antara korban dan oknum anggota polisi sebagai terlapor.

“Berkas kasus ini masih dipelajari polisi untuk pendalaman lebih lanjut,” tukasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/