alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Tanpa Prokes,Seratusan Bebotoh Buleleng Gelar Judi Tajen Besar-besaran

SINGARAJA-Meski sudah diberikan pengarahan dan diperingatkan untuk tiarap, gelaran tajen alias sabung ayam di Kabupaten Buleleng malah makin menjadi-jadi.

Terbaru, judi tajen malah kembali digelar di Banjar Dinas Taman Sari, Desa Tinga Tinga, Gerokgak Buleleng, Selasa (29/9) kemarin.

Bahkan judi tajen kali ini digelar secara besar-besaran dan diikuti oleh ratusan lebih peserta dan bebotoh dari berbagai kecamatan di Buleleng.

Mirisnya lagi, meski digelar secara besar-besaran, para penonton, penyelenggara, bebotoh dan peserta tajen abaikan protokol kesehatan.

Selain tak mengenakan masker, mereka juga tidak menjaga jarak.

Akibatnya, gelaran tajen di Banjar Dinas Taman Sari, Selasa sore pukul 17.30 WITA, inipun digerebek aparat gabungan dari Satgas Covid-19 Buleleng.

Tim Satgas Covid-19 Buleleng yang terdiri dari anggota TNI Kodim 1609/Buleleng, Polres Buleleng, dan Satpol PP Kabupaten Buleleng menggerebek judi tajen.

Tak main-main, saat penggerebekan Komandan Kodim (Dandim) 1609/Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto ikut turun dalam aksi penggerebekan.

Akibatnya, para bobotoh dan bandar judi tajen lari tungganglanggang meninggalkan arena judi tajen.

Saking paniknya, tidak sedikit dari sepeda motor, ayam, kurungan, dan sejumlah permainan judi mereka tinggalkan.

Baca Juga:  Dihamili Ayah Kandung, Buka Peluang Terus Sekolah, Korban Ternyata...

Terkait aksi penggerebekan, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto, mengatakan, bahwa penggerebekan arena judi tajen oleh tim Satgas Covid-19 dilakukan karena abaikan protokol kesehatan. “Semua protokol Covid-19 dilanggar,”tegas Dandim

Sejumlah prokes yang dilanggar oleh seluruh pengunjung yang datang ke arena tajen (penonton, bebotoh, Bandar, penyelenggara) itu diantaranya, mulai tanpa mengenakan masker, tidak adanya tempat cuci tangan dan tanpa pengecekan suhu tubuh, serta berkerumun ratusan orang lebih tanpa jaga jarak.

“Padahal saat kami menuju lokasi arena judi tajen untuk penggerebekan hampir semua masyarakat di jalan dan beraktivitas di luar menggunakan masker.

Namun begitu kami masuk arena judi tajen, bobotoh dan warga lainnya yang berjumlah 100 orang lebih mengabaikan protokol kesehatan Covid-19,” ungkap Letkol Inf. Muhammad Windra.

Sejatinya, kata Muhammad Windra, sebelum tim gabungan Satgas Covid-19 turun melakukan penggerebekan sabung ayam di Desa Tinga Tinga, Gerokgak.

Seluruh bobotoh dan pihak penyelenggara judi tajen level tingkat kecamatan dan desa sudah dikumpulkan dan diberikan pengarahan oleh para camat, Kapolsek dan Koramil setempat.

Baca Juga:  Duh Gusti, Kelelahan Pungut Barang Bekas, Nenek Pemulung di Bali Tewas

Para bebotoh ini diberikan pengarahan agar mereka mengerti kondisi pandemi Covid-19 di Buleleng yang hingga kini angka penularan Covid-19 belum turun.  

“Sayangnya Senin (28/9) diberikan pengarahan untuk menghentikan judi tajen sementara waktu. (Selasa red), mereka malah menggelar judi tajen. Padahal mereka sudah sepakat menghentikan sementara gelaran judi tajen,” ujarnya.  

Menurut Windra, pihaknya khawatir, dengan terus digelarnya judi tajen bisa menjadi klaster baru saat ini.

“Yang kami khawatirkan semisal seorang bobotoh bermain tajen dan berkerumun, mereka tanpa mengetahui tertular di arena Covid-19. Kemudian pulang ke rumah menularkan kepada anggota keluarga mereka. Inilah yang menjadi klaster keluarga, mereka bisa tertular Covid-19 dari arena judi tajen,”terangnya.

Untuk itu, demi kesehatan dan keamanan keluarga, serta untuk kepentingan bersama menekan angka Covid-19 di Buleleng, pihaknya berharap penyelenggara menghentikan tajen untuk sementara.  

“Artinya, jika arena judi tajen terus ada dan digelar. Jangan bermimpi Buleleng akan mampu menurunkan angka Covid-19,”tandasnya.



SINGARAJA-Meski sudah diberikan pengarahan dan diperingatkan untuk tiarap, gelaran tajen alias sabung ayam di Kabupaten Buleleng malah makin menjadi-jadi.

Terbaru, judi tajen malah kembali digelar di Banjar Dinas Taman Sari, Desa Tinga Tinga, Gerokgak Buleleng, Selasa (29/9) kemarin.

Bahkan judi tajen kali ini digelar secara besar-besaran dan diikuti oleh ratusan lebih peserta dan bebotoh dari berbagai kecamatan di Buleleng.

Mirisnya lagi, meski digelar secara besar-besaran, para penonton, penyelenggara, bebotoh dan peserta tajen abaikan protokol kesehatan.

Selain tak mengenakan masker, mereka juga tidak menjaga jarak.

Akibatnya, gelaran tajen di Banjar Dinas Taman Sari, Selasa sore pukul 17.30 WITA, inipun digerebek aparat gabungan dari Satgas Covid-19 Buleleng.

Tim Satgas Covid-19 Buleleng yang terdiri dari anggota TNI Kodim 1609/Buleleng, Polres Buleleng, dan Satpol PP Kabupaten Buleleng menggerebek judi tajen.

Tak main-main, saat penggerebekan Komandan Kodim (Dandim) 1609/Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto ikut turun dalam aksi penggerebekan.

Akibatnya, para bobotoh dan bandar judi tajen lari tungganglanggang meninggalkan arena judi tajen.

Saking paniknya, tidak sedikit dari sepeda motor, ayam, kurungan, dan sejumlah permainan judi mereka tinggalkan.

Baca Juga:  Gagal Nanjak, Truk Terguling Picu Macet di Jalur Singaraja - Denpasar

Terkait aksi penggerebekan, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto, mengatakan, bahwa penggerebekan arena judi tajen oleh tim Satgas Covid-19 dilakukan karena abaikan protokol kesehatan. “Semua protokol Covid-19 dilanggar,”tegas Dandim

Sejumlah prokes yang dilanggar oleh seluruh pengunjung yang datang ke arena tajen (penonton, bebotoh, Bandar, penyelenggara) itu diantaranya, mulai tanpa mengenakan masker, tidak adanya tempat cuci tangan dan tanpa pengecekan suhu tubuh, serta berkerumun ratusan orang lebih tanpa jaga jarak.

“Padahal saat kami menuju lokasi arena judi tajen untuk penggerebekan hampir semua masyarakat di jalan dan beraktivitas di luar menggunakan masker.

Namun begitu kami masuk arena judi tajen, bobotoh dan warga lainnya yang berjumlah 100 orang lebih mengabaikan protokol kesehatan Covid-19,” ungkap Letkol Inf. Muhammad Windra.

Sejatinya, kata Muhammad Windra, sebelum tim gabungan Satgas Covid-19 turun melakukan penggerebekan sabung ayam di Desa Tinga Tinga, Gerokgak.

Seluruh bobotoh dan pihak penyelenggara judi tajen level tingkat kecamatan dan desa sudah dikumpulkan dan diberikan pengarahan oleh para camat, Kapolsek dan Koramil setempat.

Baca Juga:  Duh Gusti, Kelelahan Pungut Barang Bekas, Nenek Pemulung di Bali Tewas

Para bebotoh ini diberikan pengarahan agar mereka mengerti kondisi pandemi Covid-19 di Buleleng yang hingga kini angka penularan Covid-19 belum turun.  

“Sayangnya Senin (28/9) diberikan pengarahan untuk menghentikan judi tajen sementara waktu. (Selasa red), mereka malah menggelar judi tajen. Padahal mereka sudah sepakat menghentikan sementara gelaran judi tajen,” ujarnya.  

Menurut Windra, pihaknya khawatir, dengan terus digelarnya judi tajen bisa menjadi klaster baru saat ini.

“Yang kami khawatirkan semisal seorang bobotoh bermain tajen dan berkerumun, mereka tanpa mengetahui tertular di arena Covid-19. Kemudian pulang ke rumah menularkan kepada anggota keluarga mereka. Inilah yang menjadi klaster keluarga, mereka bisa tertular Covid-19 dari arena judi tajen,”terangnya.

Untuk itu, demi kesehatan dan keamanan keluarga, serta untuk kepentingan bersama menekan angka Covid-19 di Buleleng, pihaknya berharap penyelenggara menghentikan tajen untuk sementara.  

“Artinya, jika arena judi tajen terus ada dan digelar. Jangan bermimpi Buleleng akan mampu menurunkan angka Covid-19,”tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/