alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Jika Terbukti sebagai Pelaku, Oknum Polisi Diposes

 

KASUS dugaan kekerasan yang diduga dilakukan oknum polisi kepada pelajar berinisial Made RSA, 14, saat ini masih ditelisik Bid Propam Polda Bali.

 

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi saat dikonfirmasi Kamis (30/9).

 

“Sampai saat ini belum jelas siapa pelakunya. Karena yang diduga pelaku itu tidak mengenakan seragam polisi,” tegas Syamsi.

 

Sekadar diketahui, ayah korban Made Tobias James Suwindia melaporkan oknum polisi yang diduga menyetrum, memukul dan menginjak kaki anaknya hingga patah ke Bid Propam Polda Bali pada Senin 27 September 2021 sekitar pukul 14.00.

 

Kombes Syamsi mengatakan bahwa pada saat korban jatuh dari motor, didatangi polisi berpakaian lengkap.

Baca Juga:  Ari Korban Tewas di Tangan Sang Kakak Dikenal Polos dan Hobi Basket

 

Selanjutnya polisi berseragam lengkap bersama orang tua korban membawa Made RSA ke rumah sakit untuk berobat.

 

 “Kalau yang melakukan itu adalah oknum polisi pasti diproses sesuai aturan,” tegas Syamsi.

- Advertisement -

- Advertisement -

 

KASUS dugaan kekerasan yang diduga dilakukan oknum polisi kepada pelajar berinisial Made RSA, 14, saat ini masih ditelisik Bid Propam Polda Bali.

 


Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi saat dikonfirmasi Kamis (30/9).

 

“Sampai saat ini belum jelas siapa pelakunya. Karena yang diduga pelaku itu tidak mengenakan seragam polisi,” tegas Syamsi.

 

Sekadar diketahui, ayah korban Made Tobias James Suwindia melaporkan oknum polisi yang diduga menyetrum, memukul dan menginjak kaki anaknya hingga patah ke Bid Propam Polda Bali pada Senin 27 September 2021 sekitar pukul 14.00.

 

Kombes Syamsi mengatakan bahwa pada saat korban jatuh dari motor, didatangi polisi berpakaian lengkap.

Baca Juga:  Sudirta Optimistis Perayaan Nataru di Bali Berlangsung Aman dan Tertib

 

Selanjutnya polisi berseragam lengkap bersama orang tua korban membawa Made RSA ke rumah sakit untuk berobat.

 

 “Kalau yang melakukan itu adalah oknum polisi pasti diproses sesuai aturan,” tegas Syamsi.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/