alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Selain Tak Bayar Usai Wik-Wik, Terdakwa Masih Minta Dipesankan Ojol

MASIH ingat kasus penganiayaan yang dilakukan I Gede Putra Gangga Purnaba terhadap SW, salah seorang pekerja seks komersial (PSK) yang sempat viral dan bikin heboh warga?

Terbaru atas kasus ini, selain terdakwa dituntut 2 taun penjara, ternyata ada cerita terungkap dari kasus hebon bin memalukan ini. Seperti apa?

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

GEGARA tak bisa mengendalikan nafsu syahwatnya, Terdakwa I Gede Putra Gangga Purnaba nekat memesan pekerja seks komersial (PSK) secara online.

Padahal, pemuda 18 tahun asal Tabanan itu sedang dalam kondisi bokek alias tidak punya uang. Parahnya lagi, setelah menggagahi PSK berinisial SW yang sudah di-booking-nya, Putra bukannya membayar. Namun ia malah melakukan penganiayaan.

Bahkan selain menganiaya korban, Putra juga memborgol dan berusaha menyekap SW. Beruntung SW berhasil membebaskan diri dan diselamatkan warga.

Kini, Putra mendapat balasan dari perbuatannya.

Atas kelakuannya itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Terdakwa Gede Putra Gangga Purnaba dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun.

Tuntutan hukuman bagi Putra, itu karena JPU menilai, terdakwa terbukti melanggar Pasal 351ayat (1) KUHP.

Baca Juga:  Kejari Denpasar Layar 48 Napi Narkoba ke Lapastik Bangli

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun,” ujar JPU Dina Sitepu kepada majelis hakim diketuai I Wayan Sukradana, kemarin (29/9).

Selanjutnya, usai dituntut dua tahun penjara, terdakwa berusaha meminta keringanan hukuman dari majelis hakim dengan dalih menyesali perbuatannya.

Sementara itu, dalam dakwaan JPU sebelumnya, terungkap jika perbuatan terdakwa dilakukan pada 28 Mei 2021 sekitar pukul 18.00 di kamar kos korban di Jalan Pura Demak, Denpasar Barat. 

Terdakwa memesan jasa korban via aplikasi WhatsApp (WA) untuk melayaninya dengan tarif yang telah disepakati, yakni sebesar Rp400 ribu untuk sekali kencan.

Terdakwa kemudian mendatangi alamat kos korban tanpa dibekali uang sepeser pun.

Malah di dalam tas selempang yang dipakainya saat itu, terdakwa sudah mempersiapkan barang-barang berupa borgol, dua pisau lipat, dan satu lakban. 

Selepas berhubungan intim, terdakwa meminta untuk dipesankan ojek online dari handphone korban dengan alasan terdakwa tidak membawa handphone. 

Beberapa saat kemudian, korban memberitahu ojek online sudah tiba untuk menjemput terdakwa.

Saat itulah, tanpa diketahui korban, terdakwa mengambil borgol dari dalam tasnya.

Baca Juga:  Lagi, Jaksa Sita Apartemen Mewah Milik TSK Korupsi PT Asabri di Kuta

Kemudian melancarkan aksinya dengan memborgol tangan korban dan membekap wajah korban dengan bantal tidur. 

Dalam kondisi seperti itu korban sempat memberontak. Kedua kaki korban sempat menendang akuarium hingga pecah. Serpihan kacanya juga mengenai kaki korban. 

Terdakwa kemudian mendorong korban ke dalam kamar mandi dan hendak menyekapnya di dalam kamar mandi.

Dalam kondisi ketakutan, korban berkata kepada terdakwa bahwa dirinya adalah seorang janda yang memiliki dua orang anak, dan tak lama lagi pacarnya akan datang ke kos. 

Mendengar itu, terdakwa merasa kasihan dan tidak ingin melanjutkan perbuatannya. Terdakwa kemudian membantu korban keluar dari dalam kamar mandi.

Setelah korban dan terdakwa berada di kamar, korban mengatakan kepada terdakwa bahwa di sekitar kos terpasang CCTV.

“Korban sempat menyarankan agar terdakwa memakai jaket dan masker milik saksi korban” tutur JPU.

Saat terdakwa sibuk memakai jaket dan masker, kesempatan tersebut diambil korban untuk lari ke luar kos dalam posisi tangan masih terborgol untuk mencari pertolongan. 

- Advertisement -

- Advertisement -

MASIH ingat kasus penganiayaan yang dilakukan I Gede Putra Gangga Purnaba terhadap SW, salah seorang pekerja seks komersial (PSK) yang sempat viral dan bikin heboh warga?

Terbaru atas kasus ini, selain terdakwa dituntut 2 taun penjara, ternyata ada cerita terungkap dari kasus hebon bin memalukan ini. Seperti apa?

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar


GEGARA tak bisa mengendalikan nafsu syahwatnya, Terdakwa I Gede Putra Gangga Purnaba nekat memesan pekerja seks komersial (PSK) secara online.

Padahal, pemuda 18 tahun asal Tabanan itu sedang dalam kondisi bokek alias tidak punya uang. Parahnya lagi, setelah menggagahi PSK berinisial SW yang sudah di-booking-nya, Putra bukannya membayar. Namun ia malah melakukan penganiayaan.

Bahkan selain menganiaya korban, Putra juga memborgol dan berusaha menyekap SW. Beruntung SW berhasil membebaskan diri dan diselamatkan warga.

Kini, Putra mendapat balasan dari perbuatannya.

Atas kelakuannya itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Terdakwa Gede Putra Gangga Purnaba dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun.

Tuntutan hukuman bagi Putra, itu karena JPU menilai, terdakwa terbukti melanggar Pasal 351ayat (1) KUHP.

Baca Juga:  Duh! ABG Di Buleleng Disetubuhi, Direkam, Lalu Videonya Diviralkal

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun,” ujar JPU Dina Sitepu kepada majelis hakim diketuai I Wayan Sukradana, kemarin (29/9).

Selanjutnya, usai dituntut dua tahun penjara, terdakwa berusaha meminta keringanan hukuman dari majelis hakim dengan dalih menyesali perbuatannya.

Sementara itu, dalam dakwaan JPU sebelumnya, terungkap jika perbuatan terdakwa dilakukan pada 28 Mei 2021 sekitar pukul 18.00 di kamar kos korban di Jalan Pura Demak, Denpasar Barat. 

Terdakwa memesan jasa korban via aplikasi WhatsApp (WA) untuk melayaninya dengan tarif yang telah disepakati, yakni sebesar Rp400 ribu untuk sekali kencan.

Terdakwa kemudian mendatangi alamat kos korban tanpa dibekali uang sepeser pun.

Malah di dalam tas selempang yang dipakainya saat itu, terdakwa sudah mempersiapkan barang-barang berupa borgol, dua pisau lipat, dan satu lakban. 

Selepas berhubungan intim, terdakwa meminta untuk dipesankan ojek online dari handphone korban dengan alasan terdakwa tidak membawa handphone. 

Beberapa saat kemudian, korban memberitahu ojek online sudah tiba untuk menjemput terdakwa.

Saat itulah, tanpa diketahui korban, terdakwa mengambil borgol dari dalam tasnya.

Baca Juga:  Simpan Tembakau Terlarang, Pria Pengangguran Ini Terancam 12 Tahun Bui

Kemudian melancarkan aksinya dengan memborgol tangan korban dan membekap wajah korban dengan bantal tidur. 

Dalam kondisi seperti itu korban sempat memberontak. Kedua kaki korban sempat menendang akuarium hingga pecah. Serpihan kacanya juga mengenai kaki korban. 

Terdakwa kemudian mendorong korban ke dalam kamar mandi dan hendak menyekapnya di dalam kamar mandi.

Dalam kondisi ketakutan, korban berkata kepada terdakwa bahwa dirinya adalah seorang janda yang memiliki dua orang anak, dan tak lama lagi pacarnya akan datang ke kos. 

Mendengar itu, terdakwa merasa kasihan dan tidak ingin melanjutkan perbuatannya. Terdakwa kemudian membantu korban keluar dari dalam kamar mandi.

Setelah korban dan terdakwa berada di kamar, korban mengatakan kepada terdakwa bahwa di sekitar kos terpasang CCTV.

“Korban sempat menyarankan agar terdakwa memakai jaket dan masker milik saksi korban” tutur JPU.

Saat terdakwa sibuk memakai jaket dan masker, kesempatan tersebut diambil korban untuk lari ke luar kos dalam posisi tangan masih terborgol untuk mencari pertolongan. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/