alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Pengganti Perbekel Melinggih yang Kena OTT Diperpanjang

GIANYAR – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melilit Nyoman Surata, mantan Perbekel Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, tampaknya masih berliku.

 

Untuk mengisi kekosongan kursi Perbekel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Gianyar memperpanjang pengganti. 

 

Kepala DPMD Kabupaten Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi, mengaku sejak Nyoman Surata dihentikan jadi Perbekel, kursi Perbekel sempat diisi oleh Penjabat (Pj) Perbekel yang diemban Sekretaris Desa (Sekdes) setempat.

 

Akan tetapi, jabatan Pj hanya enam bulan.

 

“Berdasarkan SK Bupati No: 1133/E.14/HK/ 2021 Tanggal 1 Oktober 2021, mengangkat  I Made Arta Jaya, ST, MAP, Staf Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kab Gianyar sebagai Penjabat ( Pj) Perbekel Melinggih,” ujar Dewa Ngakan Adi, Jumat (29/10).

Baca Juga:  MMDP Jadi Saksi Ahli, Kasus OTT Tirta Empul Tunggu Inspektorat

 

Ngakan Adi menambahkan, pengangkatan Pj perbekel itu sesuai Perda No 3 Tahun 2018 tentang Pemilihan Pengangkatan dan Pemberhentian Perbekel.

 

“Pj Perbekel Melinggih menjabat sampai dengan terpilihnya Perbekel definitif, maksimal dalam waktu 6 bulan sudah ada perbekel pengganti antar waktu yang terpilih,” ungkapnya.

 

Sebelum enam bulan ke depan, dalam waktu dekat akan berlangsung hajatan Pemilihan Perbekel (Pilkel). “Pilkel tanggal 16 Januari 2022,” pungkasnya.

 

Sementara itu, nasib kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang melilit Surata kini masih di Polres Gianyar. Surata sendiri masih menyandang gelar tersangka dugaan pungli atas kasus permohonan tanda-tangan untuk keperluan sertifikat tanah.

 

Diberitakan sebelumnya, kasus OTT perbekel dan Kelian berlangsung Kamis, 11 Februari 2021. Selain menangkap dua pelaku, polisi mengamankan uang diduga hasil pungli Rp 5 juta.

Baca Juga:  Perbekel Melinggih dan Kelian Tersangka, Polisi Segera Periksa Ahli

 

Dugaan pungli terjadi ketika ada korban hendak mengurus sertifikat tanah. Korban memerlukan tanda-tangan kelian. Kelian meminta uang Rp 5 juta untuk mengeluarkan tandatangan. Korban akhirnya menyerahkan uang.

 

Selanjutnya, Kelian membagi uang itu. Kemudian, Kelian ke rumah perbekel Wayan Surata untuk memberikan uang Rp Rp 2 juta. 

 

Usai diamankan, kepada koran ini, istri Nyoman Surata sempat membantah suaminya melakukan pungli. Bahkan sang istri menilai kasus itu bermuatan politis.


GIANYAR – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melilit Nyoman Surata, mantan Perbekel Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, tampaknya masih berliku.

 

Untuk mengisi kekosongan kursi Perbekel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Gianyar memperpanjang pengganti. 

 

Kepala DPMD Kabupaten Gianyar, Dewa Ngakan Ngurah Adi, mengaku sejak Nyoman Surata dihentikan jadi Perbekel, kursi Perbekel sempat diisi oleh Penjabat (Pj) Perbekel yang diemban Sekretaris Desa (Sekdes) setempat.

 

Akan tetapi, jabatan Pj hanya enam bulan.

 

“Berdasarkan SK Bupati No: 1133/E.14/HK/ 2021 Tanggal 1 Oktober 2021, mengangkat  I Made Arta Jaya, ST, MAP, Staf Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kab Gianyar sebagai Penjabat ( Pj) Perbekel Melinggih,” ujar Dewa Ngakan Adi, Jumat (29/10).

Baca Juga:  Perbekel Melinggih dan Kelian Tersangka, Polisi Segera Periksa Ahli

 

Ngakan Adi menambahkan, pengangkatan Pj perbekel itu sesuai Perda No 3 Tahun 2018 tentang Pemilihan Pengangkatan dan Pemberhentian Perbekel.

 

“Pj Perbekel Melinggih menjabat sampai dengan terpilihnya Perbekel definitif, maksimal dalam waktu 6 bulan sudah ada perbekel pengganti antar waktu yang terpilih,” ungkapnya.

 

Sebelum enam bulan ke depan, dalam waktu dekat akan berlangsung hajatan Pemilihan Perbekel (Pilkel). “Pilkel tanggal 16 Januari 2022,” pungkasnya.

 

Sementara itu, nasib kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang melilit Surata kini masih di Polres Gianyar. Surata sendiri masih menyandang gelar tersangka dugaan pungli atas kasus permohonan tanda-tangan untuk keperluan sertifikat tanah.

 

Diberitakan sebelumnya, kasus OTT perbekel dan Kelian berlangsung Kamis, 11 Februari 2021. Selain menangkap dua pelaku, polisi mengamankan uang diduga hasil pungli Rp 5 juta.

Baca Juga:  Tilep Pajak Ratusan Juta, Koruptor Ini Diganjar 20 Bulan Penjara

 

Dugaan pungli terjadi ketika ada korban hendak mengurus sertifikat tanah. Korban memerlukan tanda-tangan kelian. Kelian meminta uang Rp 5 juta untuk mengeluarkan tandatangan. Korban akhirnya menyerahkan uang.

 

Selanjutnya, Kelian membagi uang itu. Kemudian, Kelian ke rumah perbekel Wayan Surata untuk memberikan uang Rp Rp 2 juta. 

 

Usai diamankan, kepada koran ini, istri Nyoman Surata sempat membantah suaminya melakukan pungli. Bahkan sang istri menilai kasus itu bermuatan politis.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/