Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Baru Bebas 7 Bulan, Residivis Pencabulan Dibui Lagi Gegara Satroni Kos

30 November 2021, 19: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Baru Bebas 7 Bulan, Residivis Pencabulan Dibui Lagi Gegara Satroni Kos

Tersangka Cening Narma saat press rilis di Mapolres Buleleng, Selasa (30/11) (Eka Prasetya)

Share this      

SINGARAJA- Meski baru menghirup udara bebas alias keluar dari penjara, Cening Narma, 49, kembali berurusan dengan hukum.

Residivis asal Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Buleleng yang diketahui baru sekitar 7 bulan bebas dari Lapas Singaraja ini kembali dibui gara-gara melakukan aksi pencurian ponsel di kawasan Penarukan.

Kapolsek Kota Singaraja Kompol Dewa Ketut Darma Ariawan, menjelaskan, aksi pencurian yang dilakukan Narma bermula saat Gede Arta Jaya Wisuka, 41, warga Desa Menyali melapor ke Mapolsek Kota Singaraja.

Baca juga: Wow! Gadis Belia asal Buleleng Ini Berhasil Mencuri di 16 TKP

Korban mengaku kehilangan ponsel miliknya di kamar kosnya  yang terletak di Jalan Pulau Natuna, Kelurahan Penarukan, pada 27 Oktober 2021 lalu.

Dari hasil penyelidikan, polisi mencurigai Cening Narma, warga Desa Suwug.

Pelaku disebut kerap terlihat di kawasan tersebut dengan gerak-gerik yang mencurigakan.

Polisi kemudian menjemput tersangka Cening Narma di rumah kostnya yang ada di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Penarukan. Saat ditangkap, tersangka langsung mengakui perbuatannya.

Ternyata, tersangka juga sempat melakukan aksi pencurian lain. “Tersangka ternyata sempat mencuri di rumah kost lain yang terletak di Jalan Pulau Natuna.

Di TKP pertama dia sudah mencuri dua buah HP, lalu di TKP kedua dia mencuri satu HP lagi,” kata Kompol Dewa Ketut Darma Ariawan.

Saat beraksi, tersangka hanya menyasar kamar kost yang tidak terkunci. Sehingga tersangka leluas masuk ke dalam kamar dan mencuri barang-barang berharga yang tersimpan di dalam kamar.

Lebih lanjut Darma menyebutkan, tersangka Cening Narma ternyata seorang residivis. Ia sempat dibui karena kasus perjudian pada 2014 lalu.

Terakhir tersangka juga sempat dipenjara karena kasus pencabulan pada tahun 2019 lalu, dan baru bebas pada bulan April 2021 lalu atau sekitar 7 bulan.

Sementara itu tersangka Cening Narma mengaku mencuri karena tidak memiliki pekerjaan setelah keluar dari penjara.

Ponsel hasil curian ia jual di wilayah Desa Suwug seharga Rp 350 ribu per buah.

Apakah tidak kapok sering dipenjara? Tersangka hanya tertunduk lesu. “Sekarang kapok,” ujarnya.

Akibat perbuatannya tersangka Cening Narma kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Kota Singaraja. Tersangka dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. 

(rb/eps/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia