Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Kasus Suami Aniaya Istri Siri di Denbar

Sebelum Tolak Ajakan Wik-Wik dan Dianiaya, Korban Sempat Dirayu Pelaku

30 November 2021, 17: 45: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Sebelum Tolak Ajakan Wik-Wik dan Dianiaya, Korban Sempat Dirayu Pelaku

Korban M saat dipapah tetangganya usai dianiaya pelaku (foto kiri); dan Pelaku H usai diamankan di Mapolsek Denbbar (Istimewa)

Share this      

GEGARA menolak saat hendak diajak berhubungan intim, perempuan asal Banyuwangi, Jawa Timur berinisial M mengalami luka serius dihajar suami sirinya.

Bahkan, M bukan hanya mengalami luka dan berdarah-darah. Namun akibat dianiaya pelaku, ia juga sempat tak sadarkan diri usai kepalanya dibenturkan ke tembok berkali-kali.

MARCELL PAMPURS, Denpasar

Baca juga: Sadis! Istri Siri Dipukuli, Dibenturkan ke Tembok lalu Diinjak-Injak

SELAIN kedua matanya memar dan membiru, wajah dan bibir M juga mengalami luka lebam dan bengkak.

Bahkan di bawah mata sebelah kanan atau tepatnya di atas pipi sebelah kanan, tampak juga bekas luka gores dan darah segar.

Ia juga tampak sempoyongan dan setengah lingsung ketika dipapah tetangga kosnya.

Maklum, saat dianiaya pelaku, korban sempat tidak sadarkan diri alias pingsan.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi saat dikonfirmasi radarbali.id, Selasa (30/11) mengatakan, aksi penganiayaan yang dialami M ini terjadi di kamar kosnya di Jalan Gunung Karang III, Gang Cantik, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, pada Sabtu (27/11) sore lalu.

Bermula dari pelaku Hery alias H asal Probolinggo, Jawa Timur datang ke kos korban sekitar pukul 15.00 WITA.

"Sebelum ke kos korban, pelaku sempat menghubungi korban untuk janjian bertemu,” terang Iptu Sukadi.

Selanjutnya setelah sepakat berjanjian, keduanya (pelaku dan korban) akhirnya bertemu di kamar kos.

“Antara korban dan pelaku ini memang saling kenal dan merupakan pasangan suami istri dengan status siri,”ungkapnya.

Kemudian setelah tiba di kamar kos, antara pelaku dan korban sempat ngobrol biasa. Bahkan pelaku H sempat merayu korban untuk berhubungan intim di kamar kos.

Namun saat pelaku meminta untuk berhubungan badan, korban menolak.

"Setelah bertemu dengan korban, pelaku mengajak korban berhubungan, namun permintaannya ditolak oleh korban," imbuh Iptu Sukadi.

Selanjutnya, lantaran permintaannya ditolak korban, pelaku langsung marah dan menganiaya korban.

Pelaku H memukuli M berkali-kali. Selain itu, pelaku juga membenturkan kepala korban ke dinding kamar kos hingga pingsan.

"Selain dipukul, korban juga diinjak, dan kepalanya dibenturkan ke dinding sampai korban tidak sadarkan diri,”tandasnya.

Melihat korban tak sadarkan diri, pelaku langsung kabur meninggalkan kamar kos korban. Beruntungnya, usai pelaku kabur, korban yang sudah dalam kondisi babak belur dianiaya segera diketahui tetangga kos dan kemudian dilarikan ke RS dan kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Denpasar Barat.

(rb/mar/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia