alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Parkir Hotel Sempit, Kecewa Pemilik Mobil: Di Jakarta Tak Kayak Gini

KEDONGANAN – Kecelakaan maut yang menelan korban jiwa di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kedonganan, Senin dini hari (30/12) menimbulkan persoalan lain.

Yakni persoalan lahan parkir mobil di Hotel Coco de Heaven yang tak mampu menampung kendaraan tamu hotel.

Dampaknya, mobil tamu parkir di depan hotel dan diatas trotoar. Pantauan Radarbali.id saat kejadian memang terlihat ada sekitar 4 mobil yang parkir di atas trotoar.

Padahal, fungsi trotoar bukan untuk parkir mobil. Melainkan milik penjalan kaki. Trotoar menjadi hak pejalan kaki saat berjalan di pinggir jalan.

“Kalau di Jakarta tak kayak begini (parkir hotel sempit),” kata si pemilik mobil saat mengetahui mobilnya menjadi objek tabrakan yang menewaskan satu orang pengendara itu.

Baca Juga:  HOT NEWS!! Jadi Tersangka Pungli, Bendesa Jungut Batu Ditahan

Pemilik mobil tampak kecewa dengan pihak hotel. Ia terpaksa parkir diatas trotoar karena memang lahan parkir di hotel tersebut sempit.

Luas parkir di Hotel Coco de Heaven memang sangat sempit. Data yang dihimpun, hotel tersebut memiliki 45 kamar tidur. Sedangkan parkirnya, tampak hanya cukup untuk 6 mobil saja.

“Biasanya kalau tamu ramai, mobil tamu memang biasa parkir di luar (di atas trotoar),” kata pegawai hotel saya di tanya wartawan Radarbali.id soal lahan parkir.

Menjelang akhir tahun, jumlah kunjungan wisatawan ke Bali memang meningkat. Tamu di Hotel Coco de Heaven pun cukup ramai.

Terlihat, selain mobil yang ditabrak, ada 4 mobil tamu lainnya parkir di atas trotoar juga. Secara aturan, ini tentu tidak dapat dibenarkan, baik terlepas dari kecelakaan maut ini.

Baca Juga:  Ayah – Anak Pertama Meninggal, Istri - Anak Kedua Dosen Unipas Kritis

Diketahui, kecelakaan tersebut dialami oleh Muhamad Fany asal Banyuwangi dan satu lagi temannya tanpa identitas. Muhammad Fany (dibonceng) selamat, sedangkan temannya (pengedandara) tersebut tewas di lokasi kejadian.

Sebelum kejadian, Fany dan temannya tersebut datang dari arah Utara ke Selatan. Diduga dalam keadaan mabuk, mereka mengendari sepeda motor dengan kecepatan kencang.

Disebut tak mampu mengendalikan kendaraannya, mereka pun menabrak belakang mobil tamu yang menginap di Hotel Coco de Heaven yang parkir diatas trotoar. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kecelakaan ini. 



KEDONGANAN – Kecelakaan maut yang menelan korban jiwa di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kedonganan, Senin dini hari (30/12) menimbulkan persoalan lain.

Yakni persoalan lahan parkir mobil di Hotel Coco de Heaven yang tak mampu menampung kendaraan tamu hotel.

Dampaknya, mobil tamu parkir di depan hotel dan diatas trotoar. Pantauan Radarbali.id saat kejadian memang terlihat ada sekitar 4 mobil yang parkir di atas trotoar.

Padahal, fungsi trotoar bukan untuk parkir mobil. Melainkan milik penjalan kaki. Trotoar menjadi hak pejalan kaki saat berjalan di pinggir jalan.

“Kalau di Jakarta tak kayak begini (parkir hotel sempit),” kata si pemilik mobil saat mengetahui mobilnya menjadi objek tabrakan yang menewaskan satu orang pengendara itu.

Baca Juga:  OMG! Hindari Motor Potong Jalan, Truk Tabrak Toko di Jalur Tengkorak

Pemilik mobil tampak kecewa dengan pihak hotel. Ia terpaksa parkir diatas trotoar karena memang lahan parkir di hotel tersebut sempit.

Luas parkir di Hotel Coco de Heaven memang sangat sempit. Data yang dihimpun, hotel tersebut memiliki 45 kamar tidur. Sedangkan parkirnya, tampak hanya cukup untuk 6 mobil saja.

“Biasanya kalau tamu ramai, mobil tamu memang biasa parkir di luar (di atas trotoar),” kata pegawai hotel saya di tanya wartawan Radarbali.id soal lahan parkir.

Menjelang akhir tahun, jumlah kunjungan wisatawan ke Bali memang meningkat. Tamu di Hotel Coco de Heaven pun cukup ramai.

Terlihat, selain mobil yang ditabrak, ada 4 mobil tamu lainnya parkir di atas trotoar juga. Secara aturan, ini tentu tidak dapat dibenarkan, baik terlepas dari kecelakaan maut ini.

Baca Juga:  Oleng Gara-gara Ngantuk, Mobil Tabrak Warung, Pemilik Warung Klenger

Diketahui, kecelakaan tersebut dialami oleh Muhamad Fany asal Banyuwangi dan satu lagi temannya tanpa identitas. Muhammad Fany (dibonceng) selamat, sedangkan temannya (pengedandara) tersebut tewas di lokasi kejadian.

Sebelum kejadian, Fany dan temannya tersebut datang dari arah Utara ke Selatan. Diduga dalam keadaan mabuk, mereka mengendari sepeda motor dengan kecepatan kencang.

Disebut tak mampu mengendalikan kendaraannya, mereka pun menabrak belakang mobil tamu yang menginap di Hotel Coco de Heaven yang parkir diatas trotoar. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kecelakaan ini. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/