alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Polda Bali Tangkap 56 Orang Pelaku Skimming, SARA dan Pornografi

DENPASAR-Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali menjebloskan sebanyak 56 orang pelaku kejahatan ke penjara selama tahun 2021.

 

Mereka adalah pelaku kejahatan yang terdiri dari kasus skimming yang melibatkan orang asing, kasus korupsi, pencemaran nama baik, pencemaran berita bohong, penipuan online, kasus pornografi, tindak pidana pencucian uang hingga kasus SARA. 

 

 

Wakapolda Bali Brigjen Pol Ketut Suardana, dalam jumpa pers akhir tahun di Mapolda Bali, Rabu (29/12/2021), menjelaskan kasus yang ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Bali dan jajaran Polres Bali selama tahun 2021 ini memang mengalami peningkatan. 

 

- Advertisement -

Mengacu data Crime Total (CT). Dimana di tahun 2020  secara keseluruhan mencapai 123 kasus dan Crime Cleaner (CC) 101 kasus. Sedangkan untuk CT tahun 2021 meningkat menjadi 159 kasus dengan penyelesaian sebanyak CC 141 kasus. 

Baca Juga:  Tetap Buka Saat PPKM, 3 Spa Plus-Plus di Badung Tak Tersentuh Aparat

 

Lanjut dia, untuk kasus skimming yang melibatkan warga negara asing, Ditreskrimsus Polda Bali mengungkap sebanyak 7 kasus.

 

Dari jumlah itu diamankan sebanyak 12 orang warga negara asing. “Mayoritas kasus skimming ini adalah warga negara asing. Tetapi ada juga orang lokal,” katanya dalam kesempatan itu.

 

Lanjut dia, bahwa selama beberapa bulan belakangan, kejahatan skimming yang dilakukan oleh WNA terpantau menurun. 

 

Salah satu alasannya karena dampak dari strategi pengungkapan yang dilakukan Tim Ciber Crime Ditreskrimsus Polda Bali. Bahkan menurut jendral bintang satu ini, para pelaku kejahatan skimming itu sudah bergeser ke wilayah Jawa Timur.

 

“Penyebabnya karena pola aksi mereka sudah diketahui Polisi sehingga bergeser ke Jatim,” ungkapnya.

Baca Juga:  Hutang Rp 2 Miliar Membengkak Jadi Rp 9 M, Karyawan BUMN Digugat

 

Selanjutnya kasus lain yang masuk dalam kategori menonjol karena menjadi atensi publik pada tahun 2021 antara lain, ilegal akses 12 kasus dengan total tersangka sebanyak 12 orang.

 

Kasus pornografi sebanyak 6 kasus dengan jumlah tersangka 6 orang, lalu kasus penipuan online sebanyak 8 kasus dengan jumlah tersangka 8 orang. Dan untuk kasus pencemaran nama baik 9 kasus dengan jumlah tersangka 9 orang. 

 

Selanjutnya, kasus akun palsu sebanyak 2 kasus dengan jumlah tersangka 2 orang, kasus penyebaran berita bohong atau hoaks 2 kasus dengan jumlah tersangka 2 orang, kasus SARA 4 kasus dengan jumlah tersangka 3 orang, kasus TPPU 1 kasus dengan jumlah tersangka 1 orang, dan terakhir kasus pemerasan WNA 1 kasus dengan jumlah tersangka satu orang.

- Advertisement -

DENPASAR-Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali menjebloskan sebanyak 56 orang pelaku kejahatan ke penjara selama tahun 2021.

 

Mereka adalah pelaku kejahatan yang terdiri dari kasus skimming yang melibatkan orang asing, kasus korupsi, pencemaran nama baik, pencemaran berita bohong, penipuan online, kasus pornografi, tindak pidana pencucian uang hingga kasus SARA. 

 

 

Wakapolda Bali Brigjen Pol Ketut Suardana, dalam jumpa pers akhir tahun di Mapolda Bali, Rabu (29/12/2021), menjelaskan kasus yang ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Bali dan jajaran Polres Bali selama tahun 2021 ini memang mengalami peningkatan. 

 

Mengacu data Crime Total (CT). Dimana di tahun 2020  secara keseluruhan mencapai 123 kasus dan Crime Cleaner (CC) 101 kasus. Sedangkan untuk CT tahun 2021 meningkat menjadi 159 kasus dengan penyelesaian sebanyak CC 141 kasus. 

Baca Juga:  Rampok Pengemudi Mobil, Dua Polisi Gadungan Asal Iran Divonis 4 Bulan

 

Lanjut dia, untuk kasus skimming yang melibatkan warga negara asing, Ditreskrimsus Polda Bali mengungkap sebanyak 7 kasus.

 

Dari jumlah itu diamankan sebanyak 12 orang warga negara asing. “Mayoritas kasus skimming ini adalah warga negara asing. Tetapi ada juga orang lokal,” katanya dalam kesempatan itu.

 

Lanjut dia, bahwa selama beberapa bulan belakangan, kejahatan skimming yang dilakukan oleh WNA terpantau menurun. 

 

Salah satu alasannya karena dampak dari strategi pengungkapan yang dilakukan Tim Ciber Crime Ditreskrimsus Polda Bali. Bahkan menurut jendral bintang satu ini, para pelaku kejahatan skimming itu sudah bergeser ke wilayah Jawa Timur.

 

“Penyebabnya karena pola aksi mereka sudah diketahui Polisi sehingga bergeser ke Jatim,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pembunuh Sri Widayu Tertangkap, Ini Pesan Keluarga Korban untuk Pelaku

 

Selanjutnya kasus lain yang masuk dalam kategori menonjol karena menjadi atensi publik pada tahun 2021 antara lain, ilegal akses 12 kasus dengan total tersangka sebanyak 12 orang.

 

Kasus pornografi sebanyak 6 kasus dengan jumlah tersangka 6 orang, lalu kasus penipuan online sebanyak 8 kasus dengan jumlah tersangka 8 orang. Dan untuk kasus pencemaran nama baik 9 kasus dengan jumlah tersangka 9 orang. 

 

Selanjutnya, kasus akun palsu sebanyak 2 kasus dengan jumlah tersangka 2 orang, kasus penyebaran berita bohong atau hoaks 2 kasus dengan jumlah tersangka 2 orang, kasus SARA 4 kasus dengan jumlah tersangka 3 orang, kasus TPPU 1 kasus dengan jumlah tersangka 1 orang, dan terakhir kasus pemerasan WNA 1 kasus dengan jumlah tersangka satu orang.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/