alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Orok Itu Cukup Umur, Ditemukan Belatung Ditubuhnya, Ngeri…

DENPASAR – Warga yang tinggal di Jalan Batas Dukuh Sari, Gang Beo, Denpasar Selatan dibuat heboh dengan penemuan orok yang berada di tepi sungai.

Orok ditemukan dalam kondisi membusuk. Pasca ditemukan, jasad langsung dilarikan ke kamar jenazah RS Sanglah.

Koordinator administrasi dan umum Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr Henky SpF, M.Bioethocs mengatakan,

orok bayi dibawa ke RS Sanglah dengan diwadahi sebuah kardus dari bahan karton berwarna coklat, plastik hitam dan plastik kresek warna putih.

Bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan umur cukup bulan atau bisa hidup di luar kandungan. Orok bayi sudah dalam kondisi membusuk dan ada belatung.

Baca Juga:  Asyik Pesta Clubbing, Jatuh dari Tebing, Bule Jerman Tewas Mengenaskan

“Perkiraan waktu kematian bayi tersebut kemungkinan antara satu hingga dua hari. Bayi tersebut juga ditemukan luka-luka pada tubuh.

Orok bayi sangat sulit untuk dievaluasi secara medis. Karena kondisinya yang sudah membusuk,” jelasnya. 

Dikatakan Henky, kondisi tubuhnya sudah membengkak. Berat bayi sekitar 3 kilogram dan tinggi 49 cm. Untuk menentukan penyebab kematian bayi perlu dilakukan proses otopsi.

Namun. melihat kondisi mayat yang seperti itu, akan sulit menentukan sebab kematiannya. “Tanda-tanda bayi untuk identifikasi khusus belum kelihatan pada usia segitu.

Apalagi kondisi seluruh tubuhnya sudah membusuk sampai keluar belatung,” terangnya. Kasus ini masih ditangani Polsek Denpasar Selatan. 



DENPASAR – Warga yang tinggal di Jalan Batas Dukuh Sari, Gang Beo, Denpasar Selatan dibuat heboh dengan penemuan orok yang berada di tepi sungai.

Orok ditemukan dalam kondisi membusuk. Pasca ditemukan, jasad langsung dilarikan ke kamar jenazah RS Sanglah.

Koordinator administrasi dan umum Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr Henky SpF, M.Bioethocs mengatakan,

orok bayi dibawa ke RS Sanglah dengan diwadahi sebuah kardus dari bahan karton berwarna coklat, plastik hitam dan plastik kresek warna putih.

Bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan umur cukup bulan atau bisa hidup di luar kandungan. Orok bayi sudah dalam kondisi membusuk dan ada belatung.

Baca Juga:  I Gede Loka, Napi Kabur dari Lapas Kerobokan Harusnya Bebas Tahun 2023

“Perkiraan waktu kematian bayi tersebut kemungkinan antara satu hingga dua hari. Bayi tersebut juga ditemukan luka-luka pada tubuh.

Orok bayi sangat sulit untuk dievaluasi secara medis. Karena kondisinya yang sudah membusuk,” jelasnya. 

Dikatakan Henky, kondisi tubuhnya sudah membengkak. Berat bayi sekitar 3 kilogram dan tinggi 49 cm. Untuk menentukan penyebab kematian bayi perlu dilakukan proses otopsi.

Namun. melihat kondisi mayat yang seperti itu, akan sulit menentukan sebab kematiannya. “Tanda-tanda bayi untuk identifikasi khusus belum kelihatan pada usia segitu.

Apalagi kondisi seluruh tubuhnya sudah membusuk sampai keluar belatung,” terangnya. Kasus ini masih ditangani Polsek Denpasar Selatan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/