alexametrics
28.7 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Dikebumikan, Polisi Kawal Ketat Pemakaman Mendiang Gede Budiarsana

KUBUTAMBAHAN-Jenazah Gede Budiarsana, 34, korban penebasan di Simpang Jalan Subur, Monang-Maning, Denpasar Barat, Sabtu (31/7) sekitar pukul 15.00 WITA dikebumikan.

Jasad bapak tiga anak ini dimakamkan di Setra Desa Adat Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Saat proses sebelum hingga pemakaman di setra, selain dipadati para pelayat, prosesi pemakaman juga mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Bahkan, terkait pengamanan, Wakapolres Buleleng Kompol Yusak Agustinus Sooai langsung turun tangan mengamankan penegakan protokol kesehatan.

Kepolisian meminta pelayat tak berkerumun. Bahkan kepolisian sempat menurunkan tiga orang personel kesehatan, yang berencana melakukan tes swab secara acak pada pelayat.

Sementara itu, sebelum prosesi pemakamanan jenazah Gede Budiarsana, pihak keluarga terlebih dahulu  melangsungkan upacara mesiram atau memandikan jenazah. Tepat pukul 15.00 siang, jenazah dibawa ke setra adat yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah duka.

Baca Juga:  Wanita Muda Pembuang Mayat Bayi dalam Kardus Akhirnya Jadi Tersangka

Sampai di setra, jenazah mendiang langsung dikuburkan. Keluarga memilih melakukan upacara mekingsan ring pertiwi. Sebab masih ada anggota keluarga lain yang belum melalui upacara ngaben.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, sejak pagi rombongan pelayat telah berdatangan ke rumah duka. Bahkan diantara pelayat, tampak rekan dari mendiang Gede Budiarsana dari seantero Bali juga menyempatkan diri datang memberikan penghormatan terakhir.

“Astungkara upacara adik saya lancar. Semua sudah sesuai protokol kesehatan. Teman-teman adik saya juga banyak yang memberi dukungan moral. Ini sangat berharga bagi keluarga kami,” ungkap Ketut Widiada alias Jro Dolah yang juga kakak mendiang Gede Budiarsana.

- Advertisement -

- Advertisement -

KUBUTAMBAHAN-Jenazah Gede Budiarsana, 34, korban penebasan di Simpang Jalan Subur, Monang-Maning, Denpasar Barat, Sabtu (31/7) sekitar pukul 15.00 WITA dikebumikan.

Jasad bapak tiga anak ini dimakamkan di Setra Desa Adat Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Saat proses sebelum hingga pemakaman di setra, selain dipadati para pelayat, prosesi pemakaman juga mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian.


Bahkan, terkait pengamanan, Wakapolres Buleleng Kompol Yusak Agustinus Sooai langsung turun tangan mengamankan penegakan protokol kesehatan.

Kepolisian meminta pelayat tak berkerumun. Bahkan kepolisian sempat menurunkan tiga orang personel kesehatan, yang berencana melakukan tes swab secara acak pada pelayat.

Sementara itu, sebelum prosesi pemakamanan jenazah Gede Budiarsana, pihak keluarga terlebih dahulu  melangsungkan upacara mesiram atau memandikan jenazah. Tepat pukul 15.00 siang, jenazah dibawa ke setra adat yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah duka.

Baca Juga:  Area Airside Bandara Ngurah Rai Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Sampai di setra, jenazah mendiang langsung dikuburkan. Keluarga memilih melakukan upacara mekingsan ring pertiwi. Sebab masih ada anggota keluarga lain yang belum melalui upacara ngaben.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, sejak pagi rombongan pelayat telah berdatangan ke rumah duka. Bahkan diantara pelayat, tampak rekan dari mendiang Gede Budiarsana dari seantero Bali juga menyempatkan diri datang memberikan penghormatan terakhir.

“Astungkara upacara adik saya lancar. Semua sudah sesuai protokol kesehatan. Teman-teman adik saya juga banyak yang memberi dukungan moral. Ini sangat berharga bagi keluarga kami,” ungkap Ketut Widiada alias Jro Dolah yang juga kakak mendiang Gede Budiarsana.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/