alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Trauma Berat, Keluarga Minta Netizen Hapus Video Pembunuhan De Budi

KUBUTAMBAHAN-Jenazah Gede Budiarsana, 34, korban penebasan di Simpang Jalan Subur, Monang-Maning, Denpasar Barat, Sabtu (31/7) sekitar pukul 15.00 WITA dikebumikan.

Jasad bapak tiga anak ini dimakamkan di Setra Desa Adat Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Ketut Widiada alias Jro Dolah yang juga kakak mendiang Gede Budiarsana ditemui usai prosesi pemakaman, dengan berakhirnya prosesi pemakaman korban, dan dengan sudah tertangkapnya pelaku, pihaknya secara khusus juga menyampaikan terima kasih pada pihak kepolisian.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada kepolisian karena telah menangkap para pelaku,”ujar Jro Dolah.

Lebih lanjut, selain menyampaikan terima kasih, mewakili pihak keluarga, Jro Dolah juga meminta kepada seluruh masyarakat atau netizen yang sebelumnya mengunggah atau memposting video saat mendiang adiknya Budiarsana tergeletak tak berdaya di tengah jalan raya untuk dihapus. 

Baca Juga:  Gelar Ngaben di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Sudaji Protes di Tembok

“Kami memohon dengan hormat bagi siapapun masyarakat untuk berkenan menghapus video itu. Kami keluarga besar, dan khususnya ibu kami, istri mendiang (Ni Made Ira Yanti )dan anak-anak dari adik saya masih merasa sangat trauma dengan video tersebut,”ujar Jro Dolah memohon.

Selain itu, Jro Dolah juga berharap, dengan dihapusnya unggahan video tersebut, arwah mendiang adik kandungnya (Korban Gede Budiarsana) bisa tenang. “Sekali lagi kami memohon supaya keluarga tidak trauma. Kami juga tidak ingin anak-anaknya melihat video itu. Biar mereka tidak trauma. Kami harap yang sempat mengupload video itu, agar dihapus. Karena jejak digital itu panjang. Biar adik saya tenang juga,” pintanya.

Baca Juga:  MIRIS! Begini Derita Sopir Online Susul Istri ke Penjara Karena Sabu..
- Advertisement -

Sementara itu, ibu mendiang Gede Budiarsana, Ni Nyoman Sri Mini meminta aparat penegak hukum dapat memberikan hukuman seberat-beratnya.

“Saya minta pelakunya dihukum mati. Berat sekali saya melihat anak saya meninggal seperti itu. Biadab orang-orang itu,” kata Sri Mini dengan nada emosi.

Ia mengenang mendiang sebagai anak yang sangat peduli dengan orang tua. Anaknya juga bersahabat dengan banyak orang.

Sri Mini pun berharap pemerintah desa bisa memerhatikan nasib pendidikan cucu-cucunya kelak. Terlebih anak-anak mendiang Gede Budiarsana masih bersekolah.

Putri sulung mendiang, Putu Riana, kini masih duduk di kelas VII SMP. Anak kedua, Kadek Riandika Putra Arsana, baru duduk di kelas 3 SD. Sedangkan putra bungsunya, Komang Rainad baru berusia 4 tahun.

- Advertisement -

KUBUTAMBAHAN-Jenazah Gede Budiarsana, 34, korban penebasan di Simpang Jalan Subur, Monang-Maning, Denpasar Barat, Sabtu (31/7) sekitar pukul 15.00 WITA dikebumikan.

Jasad bapak tiga anak ini dimakamkan di Setra Desa Adat Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Ketut Widiada alias Jro Dolah yang juga kakak mendiang Gede Budiarsana ditemui usai prosesi pemakaman, dengan berakhirnya prosesi pemakaman korban, dan dengan sudah tertangkapnya pelaku, pihaknya secara khusus juga menyampaikan terima kasih pada pihak kepolisian.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada kepolisian karena telah menangkap para pelaku,”ujar Jro Dolah.

Lebih lanjut, selain menyampaikan terima kasih, mewakili pihak keluarga, Jro Dolah juga meminta kepada seluruh masyarakat atau netizen yang sebelumnya mengunggah atau memposting video saat mendiang adiknya Budiarsana tergeletak tak berdaya di tengah jalan raya untuk dihapus. 

Baca Juga:  MIRIS! Begini Derita Sopir Online Susul Istri ke Penjara Karena Sabu..

“Kami memohon dengan hormat bagi siapapun masyarakat untuk berkenan menghapus video itu. Kami keluarga besar, dan khususnya ibu kami, istri mendiang (Ni Made Ira Yanti )dan anak-anak dari adik saya masih merasa sangat trauma dengan video tersebut,”ujar Jro Dolah memohon.

Selain itu, Jro Dolah juga berharap, dengan dihapusnya unggahan video tersebut, arwah mendiang adik kandungnya (Korban Gede Budiarsana) bisa tenang. “Sekali lagi kami memohon supaya keluarga tidak trauma. Kami juga tidak ingin anak-anaknya melihat video itu. Biar mereka tidak trauma. Kami harap yang sempat mengupload video itu, agar dihapus. Karena jejak digital itu panjang. Biar adik saya tenang juga,” pintanya.

Baca Juga:  Sadis! Terpergok Curi Motor, Nuriana Nyaris Tewas Diamuk Massa

Sementara itu, ibu mendiang Gede Budiarsana, Ni Nyoman Sri Mini meminta aparat penegak hukum dapat memberikan hukuman seberat-beratnya.

“Saya minta pelakunya dihukum mati. Berat sekali saya melihat anak saya meninggal seperti itu. Biadab orang-orang itu,” kata Sri Mini dengan nada emosi.

Ia mengenang mendiang sebagai anak yang sangat peduli dengan orang tua. Anaknya juga bersahabat dengan banyak orang.

Sri Mini pun berharap pemerintah desa bisa memerhatikan nasib pendidikan cucu-cucunya kelak. Terlebih anak-anak mendiang Gede Budiarsana masih bersekolah.

Putri sulung mendiang, Putu Riana, kini masih duduk di kelas VII SMP. Anak kedua, Kadek Riandika Putra Arsana, baru duduk di kelas 3 SD. Sedangkan putra bungsunya, Komang Rainad baru berusia 4 tahun.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/