alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Ini Identitas Trio asal Kubu yang Cabuli Pelajar SD di Badung

MANGUPURA – Trio pelaku pencabulan terhadap siswi SD berinisial KIS, 11, di Kecamatan Abiansemal, Badung telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka juga ditahan di Mapolres Badung.

 

Dari penelusuran radarbali.id, terungkap identitas lengkap ketiga pelaku. Jika sebelumnya hanya mendapat inisial, kini terungkap identitas mereka.

Para pelaku itu adalah bernama lengkap I Made Sugiantara alias Kalih, 19, dan I Nengah Suparsa alias Kaplik, 20, dan I Ketut Januada alias Goyoh, 21.

 

“Ini adalah pelaku yang kami tangkap dan lakukan penahanan, segera akan dilakukan proses hukum,” tegas Kapolres Badung, AKBP Leo Dedy Defretes, Senin (30/8).

 

Lebih lanjut, diketahui pula bahwa Sugiantara alias Kalih, Suparsa alias Kaplik, dan Januada alias Goyoh berasal dari desa yang sama. Yakni Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Kata dia, kasus pencabulan tersebut mencuat ke permukaan pada Sabtu (21/8) sekitar pukul 18.00. Pelapor yakni ayah korban bernama PS, 40, diberitahu oleh anaknya yaitu kakak perempuan korban bernama PDD, bahwa adiknya telah dirayu dan disetubuhi oleh seorang laki-laki dewasa di kos tempat tinggal mereka di Kecamatan Abiansemal, Badung.

Baca Juga:  Tidur Lelap, Gadis Norwegia Ini Ditelanjangi Karyawan Vila, Lalu..

 

Kemudian, ayah korban menanyakan informasi tersebut kepada korban. KIS yang sempat enggan berbicara akhirnya mengakui bahwa sekitar Mei 2021, dirinya disetubuhi oleh tetangganya Kalih sebanyak dua kali.

 

Setelah berhasil mencabuli gadis malang itu, Kalih memberikan uang sebesar Rp 100 ribu setiap kalinya melakukan persetubuhan dengan gadis yang baru kelas 6 SD tersebut.

 

Uang itu sebagai iming-iming sekaligus agar korban tak menceritakan perbuatan bejatnya kepada siapapun.

 

Mirisnya, Kalih malah menawarkan kepada dua teman sekampungnya, Kaplik dan Goyoh untuk mencabuli korban.

 

KIS disetubuhi lagi, bahkan digilir. Keduanya juga memberikan uang sebesar Rp 150 ribu dan Rp100 ribu kepada korban agar tutup mulut.

 

“Motif pelaku karena merasa tertarik dan bernafsu melihat korban,” tandasnya.

 

Namun  ayah dan keluarga korban jelas tidak terima dan marah, sehingga langsung melapor ke Polres Badung pada Senin (23/8).

 

Setelah menerima laporan,  Unit PPA Reskrim yang menangani, langsung bergerak cepat. Sehingga ketiga pelaku berhasil diciduk di kosnya. Saat diperiksa, mereka mengakui perbuatan tak senonohnya.

 

Kasus tersebut masih terus berjalan dan dikembangkan, sambil berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Badung untuk pelimpahannya.

Baca Juga:  Sepekan Terakhir, Ini Urutan Daerah di Bali Berdasarkan Kasus Covid-19

 

Adapun perbuatan ketiga pelaku terancam dikenakan Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak, sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat (2) Jo pasal 76 D UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016. “Hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” beber lulusan Akpol 2002 tersebut.

 

Sementara Kasatreskrim Polres Badung, AKP I Putu Ika Prabawa Kartima Utama menambahkan,  bahwa kasus ini sampai baru terungkap dan dilaporkan oleh keluarga korban, diduga lantaran korban takut buka mulut atau menceritakan kepada orang tuanya, apalagi diminta tutup mulut oleh pelaku dengan diberi uang.  

 

Terlebih korban sebagai anak-anak pastinya trauma atas perlakuan asusila yang dialaminya. Sebab, selama ditemui oleh pihaknya, baik dalam proses pemeriksaan, korban sangat sulit berbicara soal pencabulan itu.

 

“Kami melakukan koordinasi dengan Peksos dari Dinas Sosial dan P2TP2A Badung untuk pemulihan fisik dan psikis korban,”  pungkasnya.


MANGUPURA – Trio pelaku pencabulan terhadap siswi SD berinisial KIS, 11, di Kecamatan Abiansemal, Badung telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka juga ditahan di Mapolres Badung.

 

Dari penelusuran radarbali.id, terungkap identitas lengkap ketiga pelaku. Jika sebelumnya hanya mendapat inisial, kini terungkap identitas mereka.

Para pelaku itu adalah bernama lengkap I Made Sugiantara alias Kalih, 19, dan I Nengah Suparsa alias Kaplik, 20, dan I Ketut Januada alias Goyoh, 21.

 

“Ini adalah pelaku yang kami tangkap dan lakukan penahanan, segera akan dilakukan proses hukum,” tegas Kapolres Badung, AKBP Leo Dedy Defretes, Senin (30/8).

 

Lebih lanjut, diketahui pula bahwa Sugiantara alias Kalih, Suparsa alias Kaplik, dan Januada alias Goyoh berasal dari desa yang sama. Yakni Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Kata dia, kasus pencabulan tersebut mencuat ke permukaan pada Sabtu (21/8) sekitar pukul 18.00. Pelapor yakni ayah korban bernama PS, 40, diberitahu oleh anaknya yaitu kakak perempuan korban bernama PDD, bahwa adiknya telah dirayu dan disetubuhi oleh seorang laki-laki dewasa di kos tempat tinggal mereka di Kecamatan Abiansemal, Badung.

Baca Juga:  Korupsi Rp 5 Miliar di Bank Pelat Merah, 4 Orang Jadi Tersangka

 

Kemudian, ayah korban menanyakan informasi tersebut kepada korban. KIS yang sempat enggan berbicara akhirnya mengakui bahwa sekitar Mei 2021, dirinya disetubuhi oleh tetangganya Kalih sebanyak dua kali.

 

Setelah berhasil mencabuli gadis malang itu, Kalih memberikan uang sebesar Rp 100 ribu setiap kalinya melakukan persetubuhan dengan gadis yang baru kelas 6 SD tersebut.

 

Uang itu sebagai iming-iming sekaligus agar korban tak menceritakan perbuatan bejatnya kepada siapapun.

 

Mirisnya, Kalih malah menawarkan kepada dua teman sekampungnya, Kaplik dan Goyoh untuk mencabuli korban.

 

KIS disetubuhi lagi, bahkan digilir. Keduanya juga memberikan uang sebesar Rp 150 ribu dan Rp100 ribu kepada korban agar tutup mulut.

 

“Motif pelaku karena merasa tertarik dan bernafsu melihat korban,” tandasnya.

 

Namun  ayah dan keluarga korban jelas tidak terima dan marah, sehingga langsung melapor ke Polres Badung pada Senin (23/8).

 

Setelah menerima laporan,  Unit PPA Reskrim yang menangani, langsung bergerak cepat. Sehingga ketiga pelaku berhasil diciduk di kosnya. Saat diperiksa, mereka mengakui perbuatan tak senonohnya.

 

Kasus tersebut masih terus berjalan dan dikembangkan, sambil berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Badung untuk pelimpahannya.

Baca Juga:  Geger! Pemuda Asal Amerika Tewas di Kamar Hotel di Badung

 

Adapun perbuatan ketiga pelaku terancam dikenakan Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak, sebagaimana dimaksud dalam pasal 81 ayat (2) Jo pasal 76 D UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016. “Hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” beber lulusan Akpol 2002 tersebut.

 

Sementara Kasatreskrim Polres Badung, AKP I Putu Ika Prabawa Kartima Utama menambahkan,  bahwa kasus ini sampai baru terungkap dan dilaporkan oleh keluarga korban, diduga lantaran korban takut buka mulut atau menceritakan kepada orang tuanya, apalagi diminta tutup mulut oleh pelaku dengan diberi uang.  

 

Terlebih korban sebagai anak-anak pastinya trauma atas perlakuan asusila yang dialaminya. Sebab, selama ditemui oleh pihaknya, baik dalam proses pemeriksaan, korban sangat sulit berbicara soal pencabulan itu.

 

“Kami melakukan koordinasi dengan Peksos dari Dinas Sosial dan P2TP2A Badung untuk pemulihan fisik dan psikis korban,”  pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/