28.7 C
Denpasar
Monday, November 28, 2022

Palsukan Surat Rapid Tes, WNA Ukraina dan Rusia Dideportasi Dari Bali 

DENPASAR – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja mendeportasi pasangan WNA asal Rusia dan Ukraina. Mereka terdiri dari pria  berinisial DA, 42 asal Rusia dan wanita berinisial OM As Ukraina, 25. Keduanya dideportasi dari Bali pada Sabtu (30/10/2021) karena sebelumnya ditangkap karena memalsukan surat PCR Covid-19.

 

Kepala Kantor Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk mengatakan, sebelumnya mereka ditahan di Lapas Kelas IIB Karangasem selama 8 bulan atas pelanggaran pasal 268 ayat (2) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1, tentang secara bersama-sama dengan maksud menyesatkan penguasa umum memakai surat keterangan (Surat keterangan dokter) yang dipalsukan seolah-olah surat itu benar. 

 

Dimana pada Selasa (2/3/ 2021) lalu, mereka diamankan sesaat setelah turun dari kapal feri di Pelabuhan Padangbai Karangasem. Keduanya datang dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga:  Di Depan DPR RI, Koster Sebut Kasus Covid-19 di Bali sudah Melandai

Saat di pos terpadu, keduanya menunjukkan surat keterangan hasil tes PCR SARS COV-2 yang diterbitkan Rumah Sakit Siloam, Badung.

“Saat memeriksa surat itu, petugas menemukan kejanggalan antara waktu penerbitan dengan nomor registrasi surat keterangan tersebut,” jelas Jamaruli, Minggu (31/10/2021).

Petugas lalu menghubungi rumah sakit dan mendapat konfirmasi, bahwa rumah sakit tidak pernah menerbitkan surat tersebut. Keduanya lalu diamankan kepolisian dan menjalani persidangan hingga akhirnya dipenjara delapan bulan. Setelah dinyatakan masa tahanannya telah usai, 

Pada hari Jumat tanggal 29 Oktober 2021 pukul 07.00 WITA, kedua WNA tersebut diserahterimakan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Karangasem ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja hingga akhirnya mereka dideportasi.

 

“Mereka dideportasi melalui Bandar Udara Internasional Soekarno – Hatta dengan penerbangan Turkish Airlines nomor penerbangan TK57 dengan tujuan akhir Moskow – Rusia dan Kharkiv – Ukraina,” jelasnya.

Baca Juga:  Usai Tabrak Warga Pakai Motor, Pengacara di Badung Ini Menantang Duel

Dia menjelaskan, tindakan deportasi tersebut dilakukan dikarenakan telah melakukan perbuatan pelanggaran keimigrasian sesuai dengan Pasal 75 ayat (1) Undang – Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

“Selain itu juga, yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19,” kata Jamaruli.

 

Secara tegas dia juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan segan memproses WNA yang melanggar protokol kesehatan di Bali. Sehingga dia menghimbau agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan. Menjalankan 3M. Memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.

“Diharapkan dengan adanya tindakan administratif keimigrasian ini dijadikan sebagai  bentuk nyata penegakan hukum keimigrasian di wilayah kerja Kementerian Hukum dan HAM Bali,” tandasnya.



DENPASAR – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja mendeportasi pasangan WNA asal Rusia dan Ukraina. Mereka terdiri dari pria  berinisial DA, 42 asal Rusia dan wanita berinisial OM As Ukraina, 25. Keduanya dideportasi dari Bali pada Sabtu (30/10/2021) karena sebelumnya ditangkap karena memalsukan surat PCR Covid-19.

 

Kepala Kantor Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk mengatakan, sebelumnya mereka ditahan di Lapas Kelas IIB Karangasem selama 8 bulan atas pelanggaran pasal 268 ayat (2) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1, tentang secara bersama-sama dengan maksud menyesatkan penguasa umum memakai surat keterangan (Surat keterangan dokter) yang dipalsukan seolah-olah surat itu benar. 

 

Dimana pada Selasa (2/3/ 2021) lalu, mereka diamankan sesaat setelah turun dari kapal feri di Pelabuhan Padangbai Karangasem. Keduanya datang dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga:  Mimih…Alat Reproduksi Ibu Pembuang Bayi Infeksi, Rahim Masih Sisakan..

Saat di pos terpadu, keduanya menunjukkan surat keterangan hasil tes PCR SARS COV-2 yang diterbitkan Rumah Sakit Siloam, Badung.

“Saat memeriksa surat itu, petugas menemukan kejanggalan antara waktu penerbitan dengan nomor registrasi surat keterangan tersebut,” jelas Jamaruli, Minggu (31/10/2021).

Petugas lalu menghubungi rumah sakit dan mendapat konfirmasi, bahwa rumah sakit tidak pernah menerbitkan surat tersebut. Keduanya lalu diamankan kepolisian dan menjalani persidangan hingga akhirnya dipenjara delapan bulan. Setelah dinyatakan masa tahanannya telah usai, 

Pada hari Jumat tanggal 29 Oktober 2021 pukul 07.00 WITA, kedua WNA tersebut diserahterimakan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Karangasem ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja hingga akhirnya mereka dideportasi.

 

“Mereka dideportasi melalui Bandar Udara Internasional Soekarno – Hatta dengan penerbangan Turkish Airlines nomor penerbangan TK57 dengan tujuan akhir Moskow – Rusia dan Kharkiv – Ukraina,” jelasnya.

Baca Juga:  Wow! Aktris Film Dewasa Ternama, Sola Aoi Ingin Tinggal di Bali

Dia menjelaskan, tindakan deportasi tersebut dilakukan dikarenakan telah melakukan perbuatan pelanggaran keimigrasian sesuai dengan Pasal 75 ayat (1) Undang – Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

“Selain itu juga, yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19,” kata Jamaruli.

 

Secara tegas dia juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan segan memproses WNA yang melanggar protokol kesehatan di Bali. Sehingga dia menghimbau agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan. Menjalankan 3M. Memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan.

“Diharapkan dengan adanya tindakan administratif keimigrasian ini dijadikan sebagai  bentuk nyata penegakan hukum keimigrasian di wilayah kerja Kementerian Hukum dan HAM Bali,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/