alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Pelaku dan Korban Sempat Berkencan di Ubud sebelum ATM-nya Dibobol

DENPASAR – Erni Harum Cahyani, 60, perempuan yang mencuri ATM milik bule Prancis, Christian Moussier, 73, dan menguras Rp46,5 juta harus mempertanggungjawaka perbuatannya. Dia kini ditahan Polresta Denpasar.

 

Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi sebelumnya mengungkapkan, korban dan  pelaku sejatnya sudah saling kenal. Mereka berkenalan melalui secara online lewat aplikasi Badoo. Yakni alikasi kencan online atau biro jodoh.

 

Setelah berkenal, mereka bertemu di Ubud. Christian berangkat dari tempat tinggalnya di Perum Nuansa Balian Permai Nomor A3 Jalan Tukad Balian Denpasar Selatan, menuju vila tempat Erni menginap di Ubud, 27 September 2021.

Kurang lebih 1 jam setelah bertemu, keduanya pergi berbelanja di Bintang Supermarket Ubud, Jalan Sanggingan Nomor 45, Sayan Ubud, Gianyar. Usai berbelanja makanan ringan dan minuman, Christian melakukan pembayaran menggunakan kartu ATM debit Bank BCA.

Saat kasir menggesek kartu ATM, kemudian Christian memencet PIN di mesin EDC kasir, Erni mengintip nomor PIN ATM Christian.

Baca Juga:  Bawa Kokain, Tabrak Polisi, Bule Prancis Terancam 12 Tahun Penjara

 

Setelah itu, keduanya balik ke vila yang tak jauh dari Supermarket. Christian menginap di vila yang dimaksud dan kuat dugaan keduanya sempat berkencan di vila tersebut.

“ATM korban diduga dicuri pelaku dari dalam tas yang ada di dalam kamar saat korban sedang santai di balkon vila,” kata Sukadi.

 

Christian baru tersadar bahwa Kartu ATM-nya hilang ketika akan membayar makan malam di wilayah Ubud, Selasa 28 September 2021.

 

Pada malam itu juga Christian balik ke Denpasar. Lalu keesokan harinya, Rabu 29 September 2021, langsung menghubungi pihak Bank BCA Centre untuk memblokir rekening miliknya.

Ia terkejut bukan main setelah mendapatkan informasi dari karyawan Bank BCA bahwa hasil print out terdapat transaksi sebanyak 14 kali.

 

“Transaksi di Denpasar, sebanyak itu bukan dilakukan oleh korban,” terangnya.

 

Dengan kejadian tersebut korban melaporkan ke pihak Polda Bali saat itu juga, lalu kasus tersebut dilimpahkan ke Polresta Denpasar. Nomor laporan korban adalah LP B/531/IX/2021/SPKT/POLDA BALI tanggal 29 September 2021.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Sulinggih Cabul di Sungai akan Dilimpahkan ke Gianyar

Hasil penyelidikan, pelaku mengarah kepada Erni. Aparat dari Sat Rekrim Polresta Denpasar pun  langsung menangkap Erni di kamar kos Nomor 4, di Jalan Gunung Lebah, Tegal Harum, Denpasar Barat, Jumat 15 Oktober 2021. Dia ditnagkap tanpa perlawanan.

 

Kepada penyidik, Erni mengakui telah  mencuri kartu ATM Bank BCA milik Christian. Dia juga mengakui telah menguras isi ATM itu dengan melakukan transaksi sampai 14 kali dengan nilai Rp46,5 juta.

 

Menurut Erni, dia menggasak ATM itu saat Christian tertidur pulas di balkon vila.

 

“Setelah korban balik ke Denpasar, ia bertransaksi sebanyak 14 kali di Denpasar. Uang korban dipakai untuk membeli perhiasan di toko Emas Melati Jalan Hasanudin Denpasar, bayar hutang dan untuk modal usaha dagang,” ungkap Sukadi.


DENPASAR – Erni Harum Cahyani, 60, perempuan yang mencuri ATM milik bule Prancis, Christian Moussier, 73, dan menguras Rp46,5 juta harus mempertanggungjawaka perbuatannya. Dia kini ditahan Polresta Denpasar.

 

Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi sebelumnya mengungkapkan, korban dan  pelaku sejatnya sudah saling kenal. Mereka berkenalan melalui secara online lewat aplikasi Badoo. Yakni alikasi kencan online atau biro jodoh.

 

Setelah berkenal, mereka bertemu di Ubud. Christian berangkat dari tempat tinggalnya di Perum Nuansa Balian Permai Nomor A3 Jalan Tukad Balian Denpasar Selatan, menuju vila tempat Erni menginap di Ubud, 27 September 2021.

Kurang lebih 1 jam setelah bertemu, keduanya pergi berbelanja di Bintang Supermarket Ubud, Jalan Sanggingan Nomor 45, Sayan Ubud, Gianyar. Usai berbelanja makanan ringan dan minuman, Christian melakukan pembayaran menggunakan kartu ATM debit Bank BCA.

Saat kasir menggesek kartu ATM, kemudian Christian memencet PIN di mesin EDC kasir, Erni mengintip nomor PIN ATM Christian.

Baca Juga:  Terbukti Cium Kaur Cantik, Sekdes Perancak Dituntut 8 Bulan Penjara

 

Setelah itu, keduanya balik ke vila yang tak jauh dari Supermarket. Christian menginap di vila yang dimaksud dan kuat dugaan keduanya sempat berkencan di vila tersebut.

“ATM korban diduga dicuri pelaku dari dalam tas yang ada di dalam kamar saat korban sedang santai di balkon vila,” kata Sukadi.

 

Christian baru tersadar bahwa Kartu ATM-nya hilang ketika akan membayar makan malam di wilayah Ubud, Selasa 28 September 2021.

 

Pada malam itu juga Christian balik ke Denpasar. Lalu keesokan harinya, Rabu 29 September 2021, langsung menghubungi pihak Bank BCA Centre untuk memblokir rekening miliknya.

Ia terkejut bukan main setelah mendapatkan informasi dari karyawan Bank BCA bahwa hasil print out terdapat transaksi sebanyak 14 kali.

 

“Transaksi di Denpasar, sebanyak itu bukan dilakukan oleh korban,” terangnya.

 

Dengan kejadian tersebut korban melaporkan ke pihak Polda Bali saat itu juga, lalu kasus tersebut dilimpahkan ke Polresta Denpasar. Nomor laporan korban adalah LP B/531/IX/2021/SPKT/POLDA BALI tanggal 29 September 2021.

Baca Juga:  Hilang Tiga Hari, Made Sukra Ditemukan Lemas di Sungai Udang-Udang

Hasil penyelidikan, pelaku mengarah kepada Erni. Aparat dari Sat Rekrim Polresta Denpasar pun  langsung menangkap Erni di kamar kos Nomor 4, di Jalan Gunung Lebah, Tegal Harum, Denpasar Barat, Jumat 15 Oktober 2021. Dia ditnagkap tanpa perlawanan.

 

Kepada penyidik, Erni mengakui telah  mencuri kartu ATM Bank BCA milik Christian. Dia juga mengakui telah menguras isi ATM itu dengan melakukan transaksi sampai 14 kali dengan nilai Rp46,5 juta.

 

Menurut Erni, dia menggasak ATM itu saat Christian tertidur pulas di balkon vila.

 

“Setelah korban balik ke Denpasar, ia bertransaksi sebanyak 14 kali di Denpasar. Uang korban dipakai untuk membeli perhiasan di toko Emas Melati Jalan Hasanudin Denpasar, bayar hutang dan untuk modal usaha dagang,” ungkap Sukadi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/