alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Wayan Berhasil Kabur Selamatkan Diri, Putu Bersimbah Darah

SAAT kejadian berdarah di kawasan Kuta, Minggu (31/10) sekitar pukul 02.00 dini hari, I Putu Hendra Prayoga Susila, 22, menjadi sasaran amarah sekelompok pemuda yang belum diketahui identitasnya. Putu ditebas senjata tajam dan dikeroyok. Sedangkan teman Putu bernama I Wayan Feryana, 27, warga Banjar Pengayehan Desa Cemagi, Mengwi, berhasil kabur menyelamatkan diri.

 

Putu kena tebas senjata tajam di bagian kepala, dan juga menjadi samsak hidup kelompok pemuda yang diperkirakan menggunakan enam sepeda motor.

 

Aksi brutal diduga dilakukan sekelompok pemuda yang masih dalam pengejaran polisi itu terjadi di depan Banjar Temacun, Kuta, Minggu (31/10) sekitar pukul 02.00.

 

Akibat kejadian tersebut, I Putu Hendra Prayoga Susila, 22, mengalami luka terbuka di bagian kepala akibat pengeroyokan dan tebasan senjata tajam.

- Advertisement -

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali dari sejumlah sumber, kejadian itu berawal saat  pelapor I Wayan Feryana, 27, bersama I Putu Hendra Prayoga Susila baru selesai membeli bensin di SPBU Gelael dan hendak menuju ke rumah Putu Hendra di Jalan Mataram Kuta. Keduanya melewati jalur Majapahit, Kuta. Di tengah perjalanan, keduanya berpapasan dengan sekitar 6 motor.

Baca Juga:  Trek-trekan Meresahkan Warga Serangan, Polisi & Pecalang Turun Tangan

 

“Pelapor (Wayan) melihat di spion pengendara motor yang berpapasan mengejar mereka dan tiba-tiba di depan balai Banjar Temacun ada 1 motor yang  menghadang dan kemudian 2 orang turun dari motor sambil teriak-teriak,” beber sumber petugas Polsek Kuta.

Dua pemuda ini ketakutan dan kabur meninggalkan motor yang dibawa. Wayan Feryana lari ke arah barat (BCA) dan Putu Hendra lari ke arah utara. Berselang sekitar 1 menit, Wayan Feryana balik ke arah motor yang dia tinggalkan sebelumnya. Kemudian datang Putu Hendra mendekati pelapor dan minta diantar ke RS Siloam. “Ya saat itu Hendra bilang kepalanya berdarah karena ditebas,” pungkas sumber.

Kemudian pelapor bergegas mengantar korban ke RS Siloam namun setelah sampai di RS Siloam, korban di rujuk ke RSUP Sanglah menggunakan Ambulance. “Setelah mengantar Hendra barulah Feryana melapor ke Polsek. Mereka tidak mengenali para pelaku. Sempat menandai satu sepeda motor dikendarai pelaku yakni DK 8118,” beber sumber.

Baca Juga:  Langgar Traffic Ligth, Dua Cewek Cantik Luka-Luka Tertabrak Motor

Terkait peristiwa berdarah tersebut, Kapolsek Kuta Komisaris Polisi (Kompol) Orpa SM Takalapeta belum bisa dikonfirmasi terkait kronologis dan perkembangan penyelidikan sementara.

 

Pun Kasubag Humas Polresta Iptu I Ketur Sukadi enggan berspekulasi berdalih belum mendapatkan data dari rekan di Kuta. “Info yang beredar benar terjadi keributan. Tapi datanya saya belum dapat. Maaf ya,” kata Iptu Sukadi.

 

- Advertisement -

SAAT kejadian berdarah di kawasan Kuta, Minggu (31/10) sekitar pukul 02.00 dini hari, I Putu Hendra Prayoga Susila, 22, menjadi sasaran amarah sekelompok pemuda yang belum diketahui identitasnya. Putu ditebas senjata tajam dan dikeroyok. Sedangkan teman Putu bernama I Wayan Feryana, 27, warga Banjar Pengayehan Desa Cemagi, Mengwi, berhasil kabur menyelamatkan diri.

 

Putu kena tebas senjata tajam di bagian kepala, dan juga menjadi samsak hidup kelompok pemuda yang diperkirakan menggunakan enam sepeda motor.

 

Aksi brutal diduga dilakukan sekelompok pemuda yang masih dalam pengejaran polisi itu terjadi di depan Banjar Temacun, Kuta, Minggu (31/10) sekitar pukul 02.00.

 

Akibat kejadian tersebut, I Putu Hendra Prayoga Susila, 22, mengalami luka terbuka di bagian kepala akibat pengeroyokan dan tebasan senjata tajam.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali dari sejumlah sumber, kejadian itu berawal saat  pelapor I Wayan Feryana, 27, bersama I Putu Hendra Prayoga Susila baru selesai membeli bensin di SPBU Gelael dan hendak menuju ke rumah Putu Hendra di Jalan Mataram Kuta. Keduanya melewati jalur Majapahit, Kuta. Di tengah perjalanan, keduanya berpapasan dengan sekitar 6 motor.

Baca Juga:  Amankan 29 Mahasiswa Papua Ajak Golput, Ini Yang Disesalkan Polisi..

 

“Pelapor (Wayan) melihat di spion pengendara motor yang berpapasan mengejar mereka dan tiba-tiba di depan balai Banjar Temacun ada 1 motor yang  menghadang dan kemudian 2 orang turun dari motor sambil teriak-teriak,” beber sumber petugas Polsek Kuta.

Dua pemuda ini ketakutan dan kabur meninggalkan motor yang dibawa. Wayan Feryana lari ke arah barat (BCA) dan Putu Hendra lari ke arah utara. Berselang sekitar 1 menit, Wayan Feryana balik ke arah motor yang dia tinggalkan sebelumnya. Kemudian datang Putu Hendra mendekati pelapor dan minta diantar ke RS Siloam. “Ya saat itu Hendra bilang kepalanya berdarah karena ditebas,” pungkas sumber.

Kemudian pelapor bergegas mengantar korban ke RS Siloam namun setelah sampai di RS Siloam, korban di rujuk ke RSUP Sanglah menggunakan Ambulance. “Setelah mengantar Hendra barulah Feryana melapor ke Polsek. Mereka tidak mengenali para pelaku. Sempat menandai satu sepeda motor dikendarai pelaku yakni DK 8118,” beber sumber.

Baca Juga:  Tak Kembalikan Duit Korupsi, Perbekel Baha Dituntut 5 Tahun Penjara

Terkait peristiwa berdarah tersebut, Kapolsek Kuta Komisaris Polisi (Kompol) Orpa SM Takalapeta belum bisa dikonfirmasi terkait kronologis dan perkembangan penyelidikan sementara.

 

Pun Kasubag Humas Polresta Iptu I Ketur Sukadi enggan berspekulasi berdalih belum mendapatkan data dari rekan di Kuta. “Info yang beredar benar terjadi keributan. Tapi datanya saya belum dapat. Maaf ya,” kata Iptu Sukadi.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/