alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Dalami Peran Pembunuh Suanda, Empat Tersangka Ditahan Terpisah

DENPASAR – Penyidik Polresta Denpasar masih terus mendalami keterangan saksi maupun tersangka kasus pembunuhan sadis purnawirawan Aiptu I Made Suanda.

Untuk meminimalisasi para tersangka bersekongkol dalam memberikan keterangan, I Gede Ngurah Astika alias Sandi alias Gede Alit, Dewa Made Budianto alias Tonges, Putu Veri Permadi, dan Dewa Putu Alit Sudiasa ditahan terpisah.

“Astika sudah diperiksa didampingi oleh kuasa hukum. Soal penahanan Astika, kita pisah dengan yang lain untuk menjaga keaslian pemeriksaan.

Tak ada tersangka yang ditahan satu sel,” ungkapnya. Sayangnya, Kompol Aris enggan menyebut di mana keempat tersangka ditahan. “Rahasia ditahan di mana,” kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto.

Penyidik sendiri memastikan agar segera melakukan pra rekonstruksi. “Rencana kita segera lakukan pra rekonstruksi untuk mengetahui peran masing-masing tersangka,” jelasnya.

Baca Juga:  Kabur Bawa Senjata, Irjen Petrus: Tolong Laporkan Kalau Ketemu Jangol

Terkait keterlibatan Ni Komang Libryantini, istri Sandi, Kompol Aris menjawab masih didalami. Kenapa tak kunjung dijerat sebagai tersangka, mantan Kapolsek Denpasar Selatan itu menjawab santai.

“Berarti semua istri koruptor jadi tersangka dong? Kita sudah sesuaikan dengan bukti-bukti yang ada. Sampai saat ini masih belum.

Masih dalam proses penyelidikan. Belum kita temukan bukti-bukti keterlibatan atau keikutsertaannya,” tegasnya.

Dengan kata lain neski menikmati hasil uang penjualan mobil Honda Jazz DK 1985 CN milik korban, Libryantini tak lantas bisa dijerat.

“Kalau dia tidak tahu ya tidak bisa disebut ikut serta atau 480. Kalau tidak tahu ya tidak mungkin dijerat,” tandas Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo.

Baca Juga:  2 Pengedar Narkoba Kelas Kakap Ditangkap di Denpasar, Sita 17 Kg Sabu


DENPASAR – Penyidik Polresta Denpasar masih terus mendalami keterangan saksi maupun tersangka kasus pembunuhan sadis purnawirawan Aiptu I Made Suanda.

Untuk meminimalisasi para tersangka bersekongkol dalam memberikan keterangan, I Gede Ngurah Astika alias Sandi alias Gede Alit, Dewa Made Budianto alias Tonges, Putu Veri Permadi, dan Dewa Putu Alit Sudiasa ditahan terpisah.

“Astika sudah diperiksa didampingi oleh kuasa hukum. Soal penahanan Astika, kita pisah dengan yang lain untuk menjaga keaslian pemeriksaan.

Tak ada tersangka yang ditahan satu sel,” ungkapnya. Sayangnya, Kompol Aris enggan menyebut di mana keempat tersangka ditahan. “Rahasia ditahan di mana,” kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto.

Penyidik sendiri memastikan agar segera melakukan pra rekonstruksi. “Rencana kita segera lakukan pra rekonstruksi untuk mengetahui peran masing-masing tersangka,” jelasnya.

Baca Juga:  Tak Kunjung Menyerah, Jadi DPO, Polisi Ancam Tembak Jero Jangol

Terkait keterlibatan Ni Komang Libryantini, istri Sandi, Kompol Aris menjawab masih didalami. Kenapa tak kunjung dijerat sebagai tersangka, mantan Kapolsek Denpasar Selatan itu menjawab santai.

“Berarti semua istri koruptor jadi tersangka dong? Kita sudah sesuaikan dengan bukti-bukti yang ada. Sampai saat ini masih belum.

Masih dalam proses penyelidikan. Belum kita temukan bukti-bukti keterlibatan atau keikutsertaannya,” tegasnya.

Dengan kata lain neski menikmati hasil uang penjualan mobil Honda Jazz DK 1985 CN milik korban, Libryantini tak lantas bisa dijerat.

“Kalau dia tidak tahu ya tidak bisa disebut ikut serta atau 480. Kalau tidak tahu ya tidak mungkin dijerat,” tandas Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo.

Baca Juga:  Karma, Guide Nyambi Narkoba Terancam Seumur Hidup

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/