alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

NGERI! Sepanjang 2017, Kasus Kriminalitas di Denpasar Naik 600 Persen

DENPASAR – Denpasar kian rawan. Lonjakan kasus kriminalitas sepanjang tahun 2017 sangat tajam. Pada 2016 hanya terjadi 75 kasus dengan 129 tersangka.

Namun, tahun ini meningkat hampir 600 persen. Tercatat terjadi 429 kasus kriminal dengan 352 tersangka dari total 1.371 laporan yang masuk.

Jumlah laporan yang masuk dan terdata di SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) tercatat sebanyak 379 kasus belum selesai.

Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo dalam jumpa pers akhir tahun kemarin menyebut, kasus-kasus tak selesai tersebut masih dalam proses lidik dan sidik.

Ditilik berdasar jenis kasus, curat atau pencurian dengan pemberatan menempati rangking pertama. Yakni sebanyak 122 kasus dengan tersangka berjumlah 134 orang.

Ini merupakan lonjakan luar biasa lantaran di tahun sebelumnya hanya terjadi 14 kasus curat dengan 31 orang tersangka.

Baca Juga:  JOS! Pembunuh Sri Widayu Diciduk di Jawa, Motif Korban Dibunuh Terkuak

Disusul kasus pencurian biasa sebanyak 102 kasus cusa yang di tahun sebelumnya cuma terdata sebanyak 5 kasus. Peningkatan signifikan juga terjadi pada curanmor.

Tahun 2017 tercatat sebanyak 59 kasus dengan 65 tersangka. Di tahun 2016 hanya terjadi 19 kasus dengan 21 tersangka.

Pencurian dengan kekerasan yang di tahun sebelumnya nihil, tahun ini terjadi 12 kasus dengan 16 tersangka. Termasuk sajam 17 kasus.

Yang paling mengerikan adalah kasus pembunuhan. Tercatat sepanjang tahun ini terdapat 10 kasus pembunuhan dengan 18 orang tersangka.

Di tahun sebelumnya hanya terdapat 2 kasus dengan 3 orang tersangka. Kasus kriminal lain yang tercatat mencakup pembobolan ATM (2 kasus 3 tersangka),

penganiayaan (6 kasus 6 tersangka), pengancaman (24 kasus 2 tersangka), penggelapan (9 kasus 9 tersangka), penadahan (13 kasus 13 tersangka), dan perampasan (3 kasus 3 tersangka).

Baca Juga:  Hitung Keuntungan Penyelundup Lobster, Hakim Goda Terdakwa Agus

Kasus kriminal yang melibatkan orang asing juga bertambah dari 13 kasus di tahun 2016 menjadi 17 kasus di tahun 2017.

Menariknya, kasus geng motor dan bentrok antar organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mencolok di tahun 2016 tiarap tahun ini.

Khususnya saat komando Polda Bali dipegang oleh Irjen Pol Petrus Reinhard Golose. Terkait lonjakan kasus pencurian yang sangat signifikan, Kombes Hadi menyebut didominasi oleh faktor ekonomi.

Yang berbeda dengan tahun sebelumnya adalah keterlibatan orang asing di dalamnya sebagai pelaku. Hal itu dibuktikan dengan penangkapan tiga warga negara asing yang membobol ATM Indomaret Jalan Tangkuban Perahu.

Sementara kasus pembobolan ATM di Jalan By Pass Ngurah Rai yang hingga kini masih gelap diduga kuat juga melibatkan WNA.



DENPASAR – Denpasar kian rawan. Lonjakan kasus kriminalitas sepanjang tahun 2017 sangat tajam. Pada 2016 hanya terjadi 75 kasus dengan 129 tersangka.

Namun, tahun ini meningkat hampir 600 persen. Tercatat terjadi 429 kasus kriminal dengan 352 tersangka dari total 1.371 laporan yang masuk.

Jumlah laporan yang masuk dan terdata di SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) tercatat sebanyak 379 kasus belum selesai.

Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo dalam jumpa pers akhir tahun kemarin menyebut, kasus-kasus tak selesai tersebut masih dalam proses lidik dan sidik.

Ditilik berdasar jenis kasus, curat atau pencurian dengan pemberatan menempati rangking pertama. Yakni sebanyak 122 kasus dengan tersangka berjumlah 134 orang.

Ini merupakan lonjakan luar biasa lantaran di tahun sebelumnya hanya terjadi 14 kasus curat dengan 31 orang tersangka.

Baca Juga:  Korupsi APBDes, Dituntut 5 Tahun Penjara, Eks Perbekel Baha Pucat Pasi

Disusul kasus pencurian biasa sebanyak 102 kasus cusa yang di tahun sebelumnya cuma terdata sebanyak 5 kasus. Peningkatan signifikan juga terjadi pada curanmor.

Tahun 2017 tercatat sebanyak 59 kasus dengan 65 tersangka. Di tahun 2016 hanya terjadi 19 kasus dengan 21 tersangka.

Pencurian dengan kekerasan yang di tahun sebelumnya nihil, tahun ini terjadi 12 kasus dengan 16 tersangka. Termasuk sajam 17 kasus.

Yang paling mengerikan adalah kasus pembunuhan. Tercatat sepanjang tahun ini terdapat 10 kasus pembunuhan dengan 18 orang tersangka.

Di tahun sebelumnya hanya terdapat 2 kasus dengan 3 orang tersangka. Kasus kriminal lain yang tercatat mencakup pembobolan ATM (2 kasus 3 tersangka),

penganiayaan (6 kasus 6 tersangka), pengancaman (24 kasus 2 tersangka), penggelapan (9 kasus 9 tersangka), penadahan (13 kasus 13 tersangka), dan perampasan (3 kasus 3 tersangka).

Baca Juga:  Korban Bisikan Gaib Minta Jasadnya Dibakar Pakai Daun Buah Bunga

Kasus kriminal yang melibatkan orang asing juga bertambah dari 13 kasus di tahun 2016 menjadi 17 kasus di tahun 2017.

Menariknya, kasus geng motor dan bentrok antar organisasi kemasyarakatan (ormas) yang mencolok di tahun 2016 tiarap tahun ini.

Khususnya saat komando Polda Bali dipegang oleh Irjen Pol Petrus Reinhard Golose. Terkait lonjakan kasus pencurian yang sangat signifikan, Kombes Hadi menyebut didominasi oleh faktor ekonomi.

Yang berbeda dengan tahun sebelumnya adalah keterlibatan orang asing di dalamnya sebagai pelaku. Hal itu dibuktikan dengan penangkapan tiga warga negara asing yang membobol ATM Indomaret Jalan Tangkuban Perahu.

Sementara kasus pembobolan ATM di Jalan By Pass Ngurah Rai yang hingga kini masih gelap diduga kuat juga melibatkan WNA.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/