alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

WNA Pelaku Cyber Crime Nyaman Tinggal di Bali, Kasusnya Naik Drastis

DENPASAR – Menjadi tujuan utama pariwisata dunia tak selalu menguntungkan secara ekonomi bagi Bali.

Selain dihadapkan pada masalah sosial akibat kelakuan turis asing yang kerap ngawur, ternyata Bali juga harus menghadapi masalah baru yang lebih serius.

Bali menjadi tempat bersemayam pelaku kejahatan dunia maya atau cyber crime. Selama 2018, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Hukum dan HAM) Provinsi Bali mencatat kejahatan dunia maya di Bali melesat tajam.

Dari 471 Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK), cyber crime menempati urutan pertama.

Rinciannya kasus cyber crime (62,34 persen); overstay (43,24 persen); bebas lapas kasus narkotika (28,15 persen); penyalahgunaan izin tinggal (20,11 persen);

Baca Juga:  Kecelakaan Adu Jangkrik, Petani di Badung Tewas Seketika

melanggar ketertiban umum (15,8 persen); kasus lain-lain (11,6 persen); dan red notice interpol (4,2 persen).

“Cyber crime ini memang menjadi fenomena baru seiring dengan perkembangan teknologi,” ujar Kepala Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bali, Maryoto Sumadi diwawancarai di kantornya Jumat lalu (28/12).



DENPASAR – Menjadi tujuan utama pariwisata dunia tak selalu menguntungkan secara ekonomi bagi Bali.

Selain dihadapkan pada masalah sosial akibat kelakuan turis asing yang kerap ngawur, ternyata Bali juga harus menghadapi masalah baru yang lebih serius.

Bali menjadi tempat bersemayam pelaku kejahatan dunia maya atau cyber crime. Selama 2018, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Hukum dan HAM) Provinsi Bali mencatat kejahatan dunia maya di Bali melesat tajam.

Dari 471 Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK), cyber crime menempati urutan pertama.

Rinciannya kasus cyber crime (62,34 persen); overstay (43,24 persen); bebas lapas kasus narkotika (28,15 persen); penyalahgunaan izin tinggal (20,11 persen);

Baca Juga:  Sempat Buron, 2 Tersangka Pembunuhan Ditangkap dalam Kondisi Luka-luka

melanggar ketertiban umum (15,8 persen); kasus lain-lain (11,6 persen); dan red notice interpol (4,2 persen).

“Cyber crime ini memang menjadi fenomena baru seiring dengan perkembangan teknologi,” ujar Kepala Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bali, Maryoto Sumadi diwawancarai di kantornya Jumat lalu (28/12).


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/