alexametrics
24.8 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

[Ngeri] Kapolda Golose Sebut Ada 964 Preman Berkeliaran di Bali

DENPASAR- Jumlah preman yang berkeliaran di Pulau Bali ternyata cukup banyak.

 Jumlahnya ratusan, bahkan hampir mencapai 1.000 orang atau persisnya 964 orang.

Hal itu terungkap ketika Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R. Golose memimpin acara analisa dan evaluasi di Mapolda Bali. 

 

“Jumlah preman yang kami bina 899 orang, preman yang disidik 65 orang,” ujar Golose di hadapan awak media, kemarin (30/12).

 

Total tindak pidana selama 2019 sebanyak 2.689 kasus.

 

 25 kasus di antaranya melibatkan warga negara asing.

 

Golose menegaskan, pihaknya konsisten tidak memberikan ruang pada premanisme.

 

Caranya yakni dengan melakukan mapping atau pemetaan wilayah premanisme. Selain itu, pihaknya juga mendata pelaku premanisme. 

 

Cara lain yakni melakukan kerja sama dengan instansi terkait seperti Satpol PP dan pecalang.

 

“Kami juga serta melakukanan penanganan dan penindakan,” imbuh perwira tinggi polisi dengan dua bintang di pundak itu.

 

Selain menindak premanisme, Polda Bali juga membeber jenis penyalahgunaan narkoba.

 

Dalam pemberantasan narkoba, Polda Bali gencar melakukan sosialisasi di kalangan pelajar dan mahasiswa, operasi rutin, penegakan hukum dan lainnya.

Baca Juga:  Terungkap! 114 WN Tiongkok Anggota Sindikat Masuk Bali Via Jakarta

 

Selain itu para pelaku yang tertangkap diberi hukum sosial dengan memamerkannya di hadapan masyarakat umum. 

 

Selama 2019 total ada 837 kasus dengan tersangka 977  orang.

 

Dari jumlah tersebut, warga asing yang terlibat 61 orang.

 

Dibandingkan tahun 2018, kasus penyalahgunaan narkoba 2019 menurun. Pada 2018 lalu jumlah kasus yang ditangani 1.123 kasus. 

 

Sementara pelaku kejahatan orang asing pada 2019 teracatat ada 25 kasus terdiri dari 33 orang. Sedangkan korban kejahatan 45 kasus terdiri dari 45 orang.

Jumlah orang asing meninggal dunia 18 orang dari 18 kasus. Jumlah ini menurun dibandingkan 2018 dengan jumlah kasus 60 orang dan pelaku 75 orang. 

 

Golose menambahkan, capaian selama 2019 yang dijalankan berdasarkan sembilan commander wish yang telah ditetapkannya.

 

Dalam 9 commander wish itu mengenai masalah persatuan dan kesatuan, keamanan dalam pesta demokrasi, masalah narkoba, premanisme, radikalisme, dan korupsi.

Baca Juga:  Teriak Ada Bom di Mako Brimob Polda Bali, Pria Banyuwangi Dibekuk

 

Selain itu, Golose juga mencari bibit putra putri terbaik Bali sebagai kader penerus Polri, peningkatan fasilitas kesehatan bagi personil, dan menjadikan Bali sebagai model tertib berlalu lintas.

 

Untuk masalah radikalisme, Polda Bali melakukan pendekatan dengan organisasi keagamaan.

 

Untuk mengingat dan melakukan perlawanan terhadap aksi terorisme Polda Bali mendirikan Museum Penanggulangan Terorisme.

 

Museum ini merupakan museum penanggulangan terorisme pertama di Indonesia.

 

Terkait masalah korupsi, pungutan liar, dan kasus tanah, Polda Bali melakukan peningkatan sinergitas dengan aparat penegak hukum serta koordinasi dengan KPK, Auditur, dan ahli.

 

Hasilnya selama 2019 Polda Bali menerima laporan sebanyak 50 kasus.

Dalam kesempatan itu, Golose menyinggung mantan Wagub Bali periode 2013-2018, I Ketut Sudikerta yang terjerat masalah tanah.

 

Sementara masalah lalu lintas, selama 2019 jumlah lakalantas sebanyak 3.012 dengan korban meninggal dunia sebanyak 473 orang.

 

Dalam acara kemarin juga dihadiri oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol I Wayan Sunartha , Pejabat Utama Polda Bali dan Kapolres se-Bali.



DENPASAR- Jumlah preman yang berkeliaran di Pulau Bali ternyata cukup banyak.

 Jumlahnya ratusan, bahkan hampir mencapai 1.000 orang atau persisnya 964 orang.

Hal itu terungkap ketika Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R. Golose memimpin acara analisa dan evaluasi di Mapolda Bali. 

 

“Jumlah preman yang kami bina 899 orang, preman yang disidik 65 orang,” ujar Golose di hadapan awak media, kemarin (30/12).

 

Total tindak pidana selama 2019 sebanyak 2.689 kasus.

 

 25 kasus di antaranya melibatkan warga negara asing.

 

Golose menegaskan, pihaknya konsisten tidak memberikan ruang pada premanisme.

 

Caranya yakni dengan melakukan mapping atau pemetaan wilayah premanisme. Selain itu, pihaknya juga mendata pelaku premanisme. 

 

Cara lain yakni melakukan kerja sama dengan instansi terkait seperti Satpol PP dan pecalang.

 

“Kami juga serta melakukanan penanganan dan penindakan,” imbuh perwira tinggi polisi dengan dua bintang di pundak itu.

 

Selain menindak premanisme, Polda Bali juga membeber jenis penyalahgunaan narkoba.

 

Dalam pemberantasan narkoba, Polda Bali gencar melakukan sosialisasi di kalangan pelajar dan mahasiswa, operasi rutin, penegakan hukum dan lainnya.

Baca Juga:  Jelang Hari Bhayangkara Ke-76, Polda Bali Gelar Bakti Kesehatan  

 

Selain itu para pelaku yang tertangkap diberi hukum sosial dengan memamerkannya di hadapan masyarakat umum. 

 

Selama 2019 total ada 837 kasus dengan tersangka 977  orang.

 

Dari jumlah tersebut, warga asing yang terlibat 61 orang.

 

Dibandingkan tahun 2018, kasus penyalahgunaan narkoba 2019 menurun. Pada 2018 lalu jumlah kasus yang ditangani 1.123 kasus. 

 

Sementara pelaku kejahatan orang asing pada 2019 teracatat ada 25 kasus terdiri dari 33 orang. Sedangkan korban kejahatan 45 kasus terdiri dari 45 orang.

Jumlah orang asing meninggal dunia 18 orang dari 18 kasus. Jumlah ini menurun dibandingkan 2018 dengan jumlah kasus 60 orang dan pelaku 75 orang. 

 

Golose menambahkan, capaian selama 2019 yang dijalankan berdasarkan sembilan commander wish yang telah ditetapkannya.

 

Dalam 9 commander wish itu mengenai masalah persatuan dan kesatuan, keamanan dalam pesta demokrasi, masalah narkoba, premanisme, radikalisme, dan korupsi.

Baca Juga:  Tergiur Rp 50 Ribu, 2 Pemuda Divonis 9 Tahun Bui, Denda Rp 800 Juta

 

Selain itu, Golose juga mencari bibit putra putri terbaik Bali sebagai kader penerus Polri, peningkatan fasilitas kesehatan bagi personil, dan menjadikan Bali sebagai model tertib berlalu lintas.

 

Untuk masalah radikalisme, Polda Bali melakukan pendekatan dengan organisasi keagamaan.

 

Untuk mengingat dan melakukan perlawanan terhadap aksi terorisme Polda Bali mendirikan Museum Penanggulangan Terorisme.

 

Museum ini merupakan museum penanggulangan terorisme pertama di Indonesia.

 

Terkait masalah korupsi, pungutan liar, dan kasus tanah, Polda Bali melakukan peningkatan sinergitas dengan aparat penegak hukum serta koordinasi dengan KPK, Auditur, dan ahli.

 

Hasilnya selama 2019 Polda Bali menerima laporan sebanyak 50 kasus.

Dalam kesempatan itu, Golose menyinggung mantan Wagub Bali periode 2013-2018, I Ketut Sudikerta yang terjerat masalah tanah.

 

Sementara masalah lalu lintas, selama 2019 jumlah lakalantas sebanyak 3.012 dengan korban meninggal dunia sebanyak 473 orang.

 

Dalam acara kemarin juga dihadiri oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol I Wayan Sunartha , Pejabat Utama Polda Bali dan Kapolres se-Bali.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/